Hujan Bulan Juni

Posted: June 5, 2016 in Journey of life

Secangkir teh dan sepotong martabak keju menemani sorenya.. Sudah, cukup itu saja. Sadar terlalu banyak ingin (yang tak kesampaian) malah akan membuatnya ‘mangkel’. Perlahan potongan demi potongan martabak itu masuk ke mulutnya, dinikmatinya sembari merenungkan pengalaman hidup yang mengajarinya tentang dunia yang tidak adil ini.

Pengalaman-pengalaman itu diserap, dicecap, lalu diendapkan di rongga hatinya terdalam untuk kemudian disaring sebagai bekalnya tumbuh di sepanjang perjalanan hidupnya. Sedang asiknya merenung, satu ingatan laknat mengusik.

Di meja itu, tiba-tiba dia ingat pendapat seseorang mengenai cinta. Siapanya itu tidak penting, yang penting adalah perkataannya yang terbukti mencengkram kuat di ingatan. Kata si yang tidak penting itu, “Cinta, pada suatu titik, adalah kriminalitas. Pelanggaran hak asasi manusia yang dipermaklumkan oleh jargon ‘cinta adalah saling memiliki’. Terbukti, kau mau panjangkan rambutmu hanya karena aku tidak suka cewek berambut pendek. Kau mau merubah makeupmu jadi setebal dempul hanya karena aku suka lihat cewek-cewek cantik berpoles. Kau mau rela mati-matian belajar masak rendang pada ibuku hanya karena itu makanan kesukaanku. Semuanya demi tak kehilanganku. Betul kan?”

Kepalanya makin cenat cenut tak karuan tapi ingatan-ingatan lain tak lantas menjauh, malah semakin menerornya. Bunyi desing cemburu yang pedas (lagi-lagi) menggerogoti seluruh isi kepala dan dadanya, “Apa hak perempuan itu merebut dia dariku? Cuma karena bekas pacar?? Dia pikir siapa aku, hah?!?”

Setelah beberapa waktu dia menjadi ratu bimbang, menyumpah-nyumpah ingatan laknat yang seakan tak mau lepas, emosi yang tak tertahan memaksanya mengampil ponsel. Diketikkan pesan kepada sahabatnya, ditumpahkan semua isi kepalanya di layar sebesar genggaman itu. Tulisan panjang dan beruntut, tak lupa disisipi banyak tanda tanya dan aneka emoticon luapan emosi.

Tak lama balasan masuk. “Memang betul kata si tidak penting itu, bahwa cinta adalah kriminalitas! Perbuatan jahat yang sungguh menyakiti. Sudah kau lakukan semua yang dia mau, sudah kau wujudkan segala inginnya, dan seenaknya saja perempuan itu menyerobot! Untuk apa kau pertaruhkan hatimu demi si bodoh itu?! Yang bahkan menjaga hati dan pandangannya saja dia tidak mampu?!? Biarlah orang bodoh musnah bersama kebodohannya.”

Pedas di dalam kepala dan hatinya makin menggigit-gigit.

 

 

Note: Postingan ini didedikasikan untuk sahabatku satu aliran. Be strong, girl! Ingat, Happiness start with smile katanya. Jangan lupa piknik!! ❤❤

 

Awal bulan Maret kemarin, saya dengan keluarga besar sempat quick gateway ke Purwokerto, Jawa Tengah. Yang saya suka dari gateway adalah bisa santai-santai di hotel, makan, tidur, berenang, jalan-jalan, makan lagi, tidur lagi, renang lagi, gitu aja terus sampe Deddy Corbuzier jadi gondrong lagi.

Kami menjatuhkan pilihan pada Green Valley Resort Baturaden sebagai tempat melampiaskan hasrat goler-goler ngebo kami. Dari kota Purwokerto-nya tidak terlalu jauh, kurang lebih 13 KM ke arah atas dengan jalanan yang lumayan lebar dan sudah bagus.

Green Valley Resort Baturaden8

Walau tiba saat hari sudah gelap, tapi keasrian dan kecantikan hotel ini masih dapat dinikmati. Suasana Hotel bintang 3 ini didominasi atmosfir yang homy, dikelilingi pepohonan rindang dan lampu bernuansa kuning, membuatnya terasa hangat. Walaupun terletak di tepi jalan besar, tapi suasananya cukup tenang karena lalu lalang kendaraan juga tidak terlalu crowded.

Green Valley Resort Baturaden1

Lobby

Green Valley Resort Baturaden7

Begitu sampai, kami langsung checkin dan menuju kamarrrrr.. Perjalanan dengan durasi 9 jam dari Bandung lumayan bikin pantat agak kriting, bok! Udara malam disana cukup dingin, tapi masih enak koq dinginnya, gak perlu sampai pakai kutang baju berlapis-lapis.

Kamar yang saya tempati adalah tipe eksekutive dengan rate Rp.575.000,- saat itu. Kamarnya lumayan luas, ada balkon luarnya dengan pemandangan mini waterboom dan pegunungan. Kamar mandinya agak sempit sih kalau buat yang bawa anak, cuma bikin betah karena ada bath tub-nya. Mayan lah untuk rendam-rendaman. Amenities toilet standard disediakan. Fasilitas kamarnya ada TV cable, sofa, pemanas air, lemari dengan hanger, telepon, mini bar, Safety Deposite Box, air mineral, dan sandal kamar.

Green Valley Resort Baturaden3

Kamar

Green Valley Resort Baturaden4

Keesokan harinya baru saya melihat secara jelas pemandangan sekeliling hotel. Di sebelah kanan lobby terdapat café yang asik buat ditongkrongin baik rame-rame atau sendiri. Nuansa cozynya dapet banget, dengan pemandangan pepohonan rindang dan gemericik air dari kolam kecil, ditambah udara yang adem. Cocok buat ngopi, nongki, atau sekedar duduk-duduk tak bermakna. Ai laiiikkkk.. Entah selera saya yang toku atau begemana, tapi saya betah aja berlama-lama disini.

Green Valley Resort Baturaden9

cafe

Di sebelah kiri lobby terdapat restoran. Breakfast-nya ala buffet dan menunya lumayan bervariasi, mulai dari nasi goreng, omelet, bubur, cream soup, roti, kue-kue, dan buah. Minum yang tersedia teh, kopi, dan es jeruk. Sayang kurang susu dan sereal. Yakali neeeengg, bawa sendiri atuh kalo gituuuuu… Untuk rasanya sih lumayan walau gak spesial. Bukankah kalau sedang liburan semua akan terasa enak-enak aja karena hati sedang gembira??

Green Valley Resort Baturaden10

restoran

Green Valley Resort Baturaden6

Asri, teduh, dan nyaman adalah kata-kata yang tepat untuk menggambarkan hotel ini secara keseluruhan. Aaahh, tinggal disini pasti aku awet mudaaa!! Pak SBY juga pernah kesini ternyata. Di bagian lobby dipajang foto-foto ketika beliau berkunjung. Tapi saya lupa fotoin pajangan-pajangan itu. Pinteeeerrr!!

Salah satu fasilitas unggulan hotel ini adalah mini water boom dan kolam renang. Kolam renangnya terbagi menjadi kolam dewasa dan kolam anak yang dilengkapi seluncuran untuk anak. Water boomnya sendiri sebenarnya cukup menarik dengan seluncuran beragam bentuk dan ketinggian, sayang saat saya kesana sedang tidak beroperasi. Hmmmmffftt.. Katanya hanya beroperasi saat weekend.

Green Valley Resort Baturaden2

img1460861278181.jpg

img1460861433101.jpg

Mini waterboom

Hotel ini dekat dengan objek wisata Baturaden, bisa jalan kaki juga. Catatan yang harus diwaspadai adalah, dekat tapi NANJAAAAKKK.. Nah!! Apalagi rombongan kami didominasi oma-oma yang kadang suka merasa sok kuat (termasuk saya). Pe-eR banget yakan?? Baru seperempat jalan, kami memilih mutasi ke angkot! *elus-elus betis*. Yaaaaa, darepada kita disuruh gendongin satu-satu ya pak, buk?!? Kalau anda dalam jumlah banyak, angkotnya bisa dicarter dengan kesepakatan biaya sebelumnya. Murah koq! Hihihiiii..

Overall, kelebihan hotel ini menurut saya:

  • Homy dan comfy bangeeett
  • Staffnya lumayan ramah
  • Cafe dan lobbynya enak buat nongkrong-nongkrong
  • Area parkir luas
  • Dekat dengan objek wisata dan pasar Baturaden
  • Terletak di pinggir jalan besar
  • Rate tidak terlalu mahal
  • Cocok untuk keluarga dengan anak kecil

Kekurangannya adalah:

  • Wifi hanya di lobby
  • Kamarnya hanya 35, jadi kalau untuk high season saya usulkan booking jauh-jauh hari
  • Kolam renangnya agak kotor dan airnya dingin
  • Mini waterboomnya tidak beroperasi
  • Proses checkin lama
  • Jarang tukang jajanan di sekitar hotel (sebagai omnivora yang gak bisa berhenti ngunyah, ini jadi pergumulan besar bagi saya. Heheee)

Buat yang mau jalan-jalan ke Baturaden sama keluarga, pastinya saya merekomendasikan hotel ini. So, para family vacationers yang bosan dengan hotel-hotel urban, hotel ini cucok bangeeettt. Untuk para honeymooners gimana? Cocok jugaaaaa..

Green Valley Resort Baturaden5

 

Green Valley Resort Baturaden

Jl. Raya Baturaden Km. 8, Baturaden, Purwokerto, Indonesia

Phone (+62281) 681123

Fax (+62281) 681590

 

Air Terjun Sri Gethuk merupakan salah satu objek wisata alam yang terletak di Dusun Menggoran, Desa Bleberan, Kecamatan Playen, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta. Air terjun ini berada di tepi Sungai Oya.

Air Terjun Sri Gethuk juga disebut sebagai Air Terjun Slempret. Nama Slempret sendiri berasal dari legenda yang ada di Desa Bleberan. Menurut cerita yang beredar di masyarakat, air tejun ini merupakan pusatnya para jin dengan pimpinan Jin Anggo Menduro.

Air terjun ini bermula dari tiga sumber mata air: Kedungpoh, Ngandong, dan Ngumbul. Ketiga sumber mata air tersebut mengalir menjadi satu dan membentuk butiran-butiran air yang jatuh dari tebing bebatuan karst yang tandus.” ~from: Wikipedia

Air-Terjun-Sri-Gethuk-Gunungkidul

Ciamik ya foto air terjunnyaaa.. Sebelum anda terlanjur kagum, saya ngaku dulu bahwa ini bukan foto saya. Hahaaa.. Dapet minjem disini

Selain pantai, ternyata daerah Gunungkidul juga menyimpan satu objek wisata air terjun. Sejujurnya, saya bukan termasuk golongan penikmat air terjun. Lahir di Bandung yang notabene dikelilingi pegunungan dan hampir ada curug (air terjun) di setiap gunungnya, membuat saya cukup terbiasa dengan pemandangan sejenis. Paling yang membedakan adalah debit air dan ketinggiannya saja. Maka ketika salah seorang teman mengusulkan ke Air Terjun Sri Gethuk ini, ekspektasi saya juga biasa saja. Mari kita buktikan apakah ekspektasi saya tepat atau tidak..

Air Terjun Sri Gethuk Gunungkidul1

papan info

Perjalanan dari pusat kota Yogyakarta sekitar 45 -60 menit ke arah Wonosari. Agak memakan waktu karena jalan berliku dan ada part jalanan beraspal berganti menjadi jalanan berbatu. Lulus melewati medan tersebut, tak lama tibalah kami di parkiran Sri Gethuk. Cuaca terik khas pesisir pantai lumayan tertahan dengan rindangnya pepohonan di sini.

Air Terjun Sri Gethuk Gunungkidul5

Jalan masuk

Dari tempat parkir, kita masih harus berjalan menuruni puluhan anak tangga. Jangan khawatir untuk yang membawa balita atau lansia, karena jarak tempuhnya tidak terlalu jauh, pun tangga-tangganya sudah disemen dan tidak terlalu curam. Betis aman, vroh!

Air Terjun Sri Gethuk Gunungkidul2

Kios-kios penyelamat perut

Tiket masuknya (kalau tidak salah) Rp.10.000,- sudah termasuk tiket ‘gethek’ atau perahu rakitan dari rangkaian drum. Kemaslahatan dompet terjaga lah yaaa.. Terus kita hanya perlu berjalan kaki sampai ke pinggir sungai, lalu biarkan gethek yang mengambil alih. Merem sebentar, lalu sampai deh ke air terjunnya. Sebenarnya bisa juga berjalan kaki untuk ke air terjun, hanya memakan waktu jauh lebih lama. Ya kita kan penganut hukum efisiensi ya buk-ibuuu…

Air terjun Sri Gethuk ini mengalir di segala musim, hanya usahakan jangan datang saat di puncak musim penghujan karena selain debit air meningkat, sungainya juga jadi coklat keruh. Di musim kemarau airnya akan lebih jernih dan terlihat hijau tosca, ala Green Canyon Pangandaran.

perahu-untuk-ke-air-terjun-sri-gethul

wujud si gethek.. Sungainya jernih, yakan yakan?? source

Air Terjun Sri Gethuk Gunungkidul4

Sementara ketika saya datang, airnya kayak gini bentukannya. Yasalam deh..

Air Terjun Sri Gethuk Gunungkidul3

Pergantian pemain..

Setelah naik gethek sekitar 15 menit di air sungai yang tenang, kami tiba di air terjunnya. Agak kecewa karena rame bangeeetttttt… Sampe pas abis turun dari perahu kita cuma bengong bego di pinggiran tebing. Susah dapat spot untuk mendekat ke air terjunnya jadi kami hanya sekedar basah-basahi telapak kaki di bawah. Dapet sisa-sisa aliran air dari orang-orang di atas. Hikssss.. Moga-moga gak ada yang pipis.

Air Terjun Sri Gethuk Gunungkidul10

KEREN BANGET kan air terjunnya??? #HALU. Yakali, nyari air terjunnya yang mana aja bingung, saking banyaknya orang..

Air terjunnya sendiri tidak terlalu tinggi dan debit air yang tercurah tidak terlalu deras sehingga banyak pengunjung yang memanfaatkannya untuk pijat punggung. Air yang tercurah dari atas juga sebenarnya jernih, air sungainya yang coklat keruh.

Air Terjun Sri Gethuk Gunungkidul6

Ini lumayan keliatan nih, tapi bapak satu di tengah itu gengges deh. Akika tungguin tapi dese gak pindah-pindah. Aaaahh!

Air Terjun Sri Gethuk Gunungkidul7

Duh, si bapak.. Lagi-lagi.. Memang susah sih ya kalau udah nyaman, saya juga ngerti koq pak, saya pernah ngerasain yang sama. #eeehhh.. 

Berhati-hatilah dengan langkah anda karena langkah anda menentukan masa depan anda bebatuan yang dipijak sangat licin. Lebih baik melepas alas kaki, belajar dari pengalaman seorang teman yang terpeleset.

Air Terjun Sri Gethuk Gunungkidul8

Lumayan menggelitik adrenalin nih lihat yang pada lompat dari pinggir tebingnya

Air Terjun Sri Gethuk Gunungkidul9

Sekedar berenang-renang di tepian juga seru. Sempat juga lihat ada yang sedang body rafting.

Kendala paling utama adalah tidak tersedia transportasi umum kesini, jadi harus pakai kendaraan pribadi. Karena kemarin kami sewa mobil, jadi saya tinggal duduk cengar cengir aja, ngintil kemana-mana. Hihiiii..

Kesimpulan saya, air terjunnya sih biasa saja. Yang unik justru sensasi mengarungi sungai pakai getheknya. Yakin sih kalau airnya sedang hijau tosca dan jernih akan berasa puas banget kesana.. Jadi saran saya, pandai-pandailah memilih waktu kedatangan. Hindari musim penghujan dan musim liburan panjang. Juga hindari datang sendiri karena rerata yang datang kesini kalau gak kelompok, ya berdua dengan pasangan. Nanti mangkel sendiri yang ada. Hehehee..

Cheersss!!!

Air Terjun Sri Gethuk Gunungkidul11

Ketika pertama dengar nama cafe ini, imajinasi saya langsung mengarah kepada sosok Momo Geisha. Iya, gak ada hubungannya memang. Bukan juga karena Momo udah kurang undangan nyanyi hore-hore di Dahsyat makanya dia buka cafe.
image

Cafe yang tergolong baru di Bogor ini (kurang lebih setahun) membuat saya penasaran. Kata seorang teman, cafe ini selalu penuh oleh pengunjung dan rasa susu yang disuguhkannya memang enak. Sebagai pecinta susu level kerasukan, seperti ada desakan dalam hati saya yang berkata, “Ayooo, cobain! Jajaaal! Habisi diaaaa!! Jangan kasih ampun!!” *lalu kerasukan beneran*.

img1456564476872.jpg

Setelah pintu masuk, langsung disambut meja kasir. Makan aja belum kakakkkk.. Ini ilustrasinya mirip dengan mau ngajak jadian gebetan, tapi sebelum nyatain udah ditikung duluan ama temen. Iya, gitu.. Ada amin??

Datang pas jam makan siang di hari Sabtu, membuat saya harus masuk di waiting list urutan ketiga. Sekitar setengah jam menunggu, akhirnya satu per satu kami dipersilahkan duduk. Dimana? Ya sedapatnya.. Masih untung dapat tempat duduk. Gak bisa sok-sok milih.

img1456569465724.jpg

waiting list area..

img1456569326455.jpg

Venuh, vroh..

Penataan interior yang apik membuat saya betah. Nuansa kandang atau peternakannya sebenarnya tidak terlalu kentara, hanya pernak-pernik dekorannya memang lucu-lucu dan bertemakan peternakan. Minimalis modern ala-ala IKEA. Bikin gatel pingin megang-megang. Tembok yang dipoles kasar dengan digambari aneka mural, menjadikannya eye catching. Di sisi lain terdapat rak buku untuk bacaan selama menunggu dan dihuni oleh mayoritas buku cerita anak.

img1456574912319.jpg

img1456576251446.jpg

Terdapat ruang terbuka hijau di bagian tengah bangunan, dimana ditanami rumput alami yang terpangkas rapi. Di pinggir ruang terbuka ini diletakkan sebuah sepeda ontel tua, dan sumur buatan di tengah-tengahnya. Instagram-able deh, cocok untuk foto ala-ala. Yang menarik lagi, para waiter/waitress-nya memakai baju model overall atau baju kodok seperti di peternakan. Jika dari bagian penyajian sudah siap menghidangkan, mereka akan memberikan kode berupa teriakan dan dijawab “Moooooo” oleh para waiter/waitress-nya. Lucuuu, walaupun agak berisik. Heheee..

img1456575876143.jpg

img1456571301095.jpg

Katanya, Momo Milk ini mempunyai peternakan sapi sendiri, seperti…. Duh ini boleh gak sih nyebutin nama kompetitornya?? Sebut saja Cimo*piiiiipp*. Tau kan?! Yakan yakan?? Yang di Puncak itu lhooo.. Tapi mereka beda konsep. Kalau Cimory (lalu malah disebutin! APA-APAAN???) selain menjual produk olahan susu, dia juga menjual pemandangan makanya ada yang riverside dan mountainview. Kalau Momo Milk, dia jual olahan susu dan mengunggulkan lokasinya yang strategis di tengah kota. Sama-sama jual olahan susu, sama-sama punya peternakan sendiri, hanya yang satu menjual view, yang satu menjual lokasi. Udah yaaa, cukup perbandingannya. Tau koq saya juga kalau dibanding-bandingin itu rasanya gak enak. Laaahhh?? Bahas tempat makan, bukannya laper malah baper.

Signature menu yang wajib dipesan disini tentu saja fresh milk-nya, yang disajikan di gelas transparan berleher panjang. Dan percayalah, varian rasanya banyaaaaakk.. Ini kalau saya sebutin satu-satu, keburu lahiran sapi-sapinya.

img1456579809010.jpg

Pesanan saya, banana fresh milk dan strawberry yogurt. Susunya enak, yogurtnya biasa. Kurang asam sih kalau kata saya..

Selain menjual aneka produk olahan susu seperti yogurt dan milkshake, mereka juga menjual aneka western food, aneka roti bakar, mie ayam, nasi goreng, siomay, batagor, sampai kopi. Buat saya yang termasuk peminum kopi amatiran, kopi mereka cukup enak. Enaknya gimana? Ngga tau, pokoknya enak aja. Hahahaa.. (informasinya nanggung, pembaca kecewa. Huuuuuuu..).

img1456580260928.jpg

Chicken Cordon Bleu.. Rasa lumayan, tekstur dagingnya masih berasa juicy dan luarnya garing, rasa saucenya pas, hanya porsinya uhukkk kurang nampol, uhuuukkk.. Ya ini sih menu penggembira aja sih kalau buat saya

img1456580095935.jpg

img1456580976046.jpg

Yakalo cordon bleu aja hanya semacam cemilan buat saya, apalah arti roti-roti manis nan mungil yang tidak berdaya ini?? Mereka butuh ditolong sepertinya.. *HAAAAPPP!!!!*

Opini saya sih ya, enakan sore-sore atau malam ke sininya, karena kalau makannya siang-siang, selesai makan, baru keluar lima langkah udah laper lagi.. Atapnya yang bermaterialkan seng membuat udara panas di luar seperti terserap, entah karena memang sekeliling bangunannya terbuka. Saya gak ngerti sih perihal struktur ruang, bahan bangunan, atau sisi fengsui, tapi saya bisa lah bedakan mana gerah dan mana sejuk. Sekian.. *yakaliiiiii, anak TK juga tau keleussss*.

img1456576515536.jpg

img1456577002369.jpg

Sebagai tukang makan sejati, saya cukup merekomendasikan tempat ini. Boleh laaaahhh… Leh uga… Saya suka, saya suka!

img1456574223275.jpg

Sedikit bocoran menu.. Harganya masih reasonable koq

Momo Milk Barn
Alamat: Jl. Kantor Pos no.6, Baranangsiang, Kota Bogor-Jawa Barat
Telepon: (0251) 8387303
Jam operasional: 10.00-22.00 BBWI

 

 

CIEEE CIIIIEEEEEEEEE…

Yang udah bolak balik mampir nunggu postingan baru niiihhh..

Ciyeeeeehhhh!!!

Hahahahaaaaa..

*dikeplak berjamaah*

 

Akhirnya yah, ada postingan pertama di awal tahun 2016!! Iya, saya gagal mempertahankan konsistensisasi *halah* karena bulan kemarin tidak ada satu postingan pun yang terpublish. Hehehe.. Ya mangap, sibuk kakaaakk..

Kesadaran ini disponsori oleh banyaknya notifikasi di email saya yang masuk setiap hari tentang pemberitahuan postingan baru dari sesama rekan-rekan travel blogger. Malu vrooohh, maluuuu.. Hidup di usia produktif tapi gak produktif. Malu sama umur.. *Trus malah curcol aja, gak ada yang dibahas*

Bahas pantai yukkkkk!!

Anda ngga ‘yuk’ juga saya akan tetap bahas.. Iyain aja yahhhh..

Desember kemarin, saya and the gank #DDCPK mengadakan trip ke Yogyakarta. Salah satu tempat yang kami kunjungi adalah Pantai Wediombo di daerah Gunung Kidul, DIY. Tempat ini sudah mencuri perhatian saya sejak seorang teman pernah merekomendasikannya. Dari tercurinya perhatian tersebut, saya mulai mencari informasi lebih lanjut demi menjaga kedekatan hubungan kami.

img_20151227_110653.jpg

“Lokasi Pantai Wediombo terletak di Desa Jepitu, Kecamatan Girisubo Kabupaten Gunungkidul Daerah Istimewa Yogyakarta – Koordinat GPS: 8°11’4″S 110°42’28″E” – from google.

Jalanan untuk mencapai tempat ini sudah lumayan bagus, tidak se-off road waktu mau ke Pantai Pok Tunggal (yasalam jadi keingetan, ke Pok Tunggal setahun lalu aja belum dibahas. Hahaaa.. Ra uwis-uwis). Sesampainya di parkiran, kami harus melewati puluhan anak tangga yang menurun untuk sampai ke pinggir pantainya. Tangganya sudah bagus, rapi, dan di sebelah tangga ada jalur khusus untuk dilewati sepeda motor. Tersedia jasa ojek jika anda enggan otot betis anda mengencang.

img1452181072164.jpg

Jalan masuknya…

Seperti kebayakan pantai di kawasan Gunung Kidul, pantai Wediombo juga berpasir putih. Tidak halus seperti tepung sih, masih agak kasar karena ada campuran karang, tapi tetap cantik koq.. PAS berpadanan dengan lautnya yang masih biru jernih.

img1452183876869.jpg

img1452184014426.jpg

Kece, yakan yakan??

Di batas bibir pantainya banyak terdapat sampah alami dari akar pohon dan ranting. Sedikit menimbulkan kesan kotor tapi masih bisa diterima, mungkin juga karena sudah memasuki musim penghujan. Yang membuat tidak betah adalah sampah-sampah plastik bekas makanan yang berserakan di pinggiran!! Plis deeehh, mana yang katanya berpendidikan, yang katanya beradab, yang katanya cinta lingkungan, yang katanya sayang aku?? *inhale, exhale, inhale, exhale*. Kelihatan loh karakter anda dari hal kecil seperti itu. Zumpah!

img1452184195735.jpg

Apa anda berpendapat segini bersih? Ndasmu! Ke sebelah kirinya lebih messy lagi..

Yang menjadi icon dari pantai ini adalah batu-batu karangnya dan adanya kolam-kolam alami yang terbentuk di sela karang-karangnya. Apa sih istilahnya? Bathtub alami ya kalau gak salah?? Atau laguna?? Bisa dipakai berendam-berendam gitu. Lucu deh..

img1452184911981.jpg

Keuntungan dari terdapatnya karang-karang tersebut adalah pengunjung dapat memancing ikan yang terjebak diantara karang. Katanya kegiatan itu yang sekarang lagi heitz disana.

img1452184488697.jpg

Selain memancing dan bermain air di pinggir pantai, ombaknya yang lumayan besar juga bisa digunakan untuk surfing. Konon begitu katanya.. Kenapa konon? Karena saya tidak melihat satupun orang yang sedang surfing saat itu, pun penyewaan papan surfing juga tidak nampak. Apa hanya saya ya yang tidak melihatnya?? Hih!

Pantai ini menghadap ke barat, sehingga cocok buat anda yang ingin hunting sunset / matahari terbenam. Kalau anda tanya barat sebelah mana, hahaha lawannya timur deh! Nanya arah ke saya bisa dikategorikan sebagai suatu pekerjaan yang sia-sia, soalnya saya sendiri suka disorientasi lokasi.

img1452184664124.jpg

Sejujurnya menurut saya, pantainya sendiri tidak terlalu luas karena saya masih dapat melihat batas terluar sisi kiri dan kanannya, dimana pada batas-batas tersebut terdapat semacam hutan mini yang bisa digunakan untuk tracking atau hiking. Masih menurut saya, pantai ini lebih tepat jika disebut teluk. Teluk ya, bukan peluk! Suka ada yang baper sih baca kata-kata gini doank, padahal cuma mirip. Etapi itu opini pribadi aja sih, CMIIW..

img1452184401775.jpg

Fasilitas yang tersedia sudah cukup lengkap, seperti adanya lahan parkir, musholla, kamar mandi, WC, juga ada penyewaan tenda jika anda memutuskan ingin bermalam di sini.

Sekian yaaaa bahasannya… Kalau ke Gunung Kidul mampir-mampirlah kemari. Gak nyesel dehhh!

 

Note:

– Pastikan wajah dan tubuh anda terlumuri sunblock sebanyak-banyaknya karena panasnya naujubilah, terik banget! Apa saya yang salah timing ya?

– Nomor Simpati saya sinyalnya terjun bebas di sini, gak dapat sinyal. Entah ya kalau provider lain. Jadinya gitu deh, Yogyakarta rasa Zimbabwe selama disana!

– Harga tiket masuknya Rp. 5.000,- per orang. Gak bikin pembuluh dompet tersumbat, yakan?? Aman vroh..

– The last: plis pliss plissss, jangan nyampah seenak jidat! Apa susahnya sih sampahnya dibawa dulu, trus sewaktu nemu tong sampah baru dibuang?? (Trus ada yang tanya, emang jidat enak?! Yakaleeeeee…)

img1452180222760.jpg

Tumpukan botol plastik deket parkiran. Gerah liatnyaaa..

 

*CHEERSSSSS*

 

 

 

Kado yah, bukan kode.. Dan inipun bukan kode minta dikadoin. Kalo minta kado sih terang-terangan aja, gak usah pakai kode.. Ini mau bahas apa sih sebenernya?? Hhmmffftttt…

Here we go!

Siapa sangka Bekasi yang sering dibully karena panas, gersang, macet, dan lebih jauh dari matahari itu menyimpan satu tempat yang bisa membawa kita seakan sedang tidak berada di Bekasi??

Terletak di kawasan industri EJIP, dimana kawasan ini dihuni oleh pabrik-pabrik raksasa yang rata-rata brand Jepang & Korea, menjadikan tempat ini agak sedikit ketilep *ketileeeepp* *dilempar KBBI*.

Dilihat dari pinggir jalan raya, kadang orang tidak ‘ngeh’ bahwa tempat itu ada *sama kayak kamu yang suka dianggap gak ada sama gebetanmu kan? pukpuk*. Hal ini dikarenakan di sebelah kanan pintu masuk terdapat pabrik jamu, sehingga orang berasumsi bahwa itu hanyalah kawasan industri seperti pada umumnya. Andaikan mereka mau mengkaji lebih jauh, ternyata ada sepotong ‘surga kecil’ terselip di dalamnya *koq terselip sih bahasanya? Kek sisa makanan, terselip di gigi*.

IMG_20151003_122146

Sejak pertama datang, tempat ini (KaDO-Kampoeng Djamoe Organik) langsung menjadi salah satu tempat favorit saya. Awalnya saya agak under estimate juga, bayangan Bekasi yang panas dan gersang tetap lekat di ingatan saya. Tapi ternyata keasriannya mampu meluruhkan kesangsian saya *deuuuh, bahasa loe Terrrr!!* Susah dipahami!

IMG_20151003_122356

Siang itu, tidak terlalu banyak orang yang datang, paling hanya 4 hingga 5 mobil. Yang pertama menyambut saya adalah plang selamat datang dan pepohonan yang berbaris rapi di sepanjang track untuk berjalan. KaDO ini bernaung di bawah management Martha Tilaar *cieeehh, bernaung vroh! Kek arteeesss*.

IMG_20151003_123029

“Saung Penerimaan Kamu Apa Adanya

IMG_20151003_122955

KaDO merupakan lahan hijau dengan konsep taman organik yang terletak di kawasan kota Cikarang dengan areal seluas 10 ha yang cukup strategis dan mudah dijangkau.

Pada awalnya berupa kebun yang menyediakan koleksi tanaman obat, kemudian KaDO mulai difungsikan sebagai pusat pendidikan lingkungan karena memiliki berbagai koleksi tanaman obat asli Indonesia (ada sekitar 600 species tanaman) yang dibudidayakan secara organik selaras dengan alam.

Di area pasca panen juga terjadi proses penanganan bahan baku tanaman hasil panel hingga menghasilkan bahan yang berkualitas dan berstandar.(dapet ngutip, vroooh!)

IMG_20151003_123514

Selain sebagai tempat pendidikan lingkungan, tempat ini juga dibuka untuk umum sebagai area rekreasi bagi keluarga, terutama keluarga dengan anak kecil.

img1444311768628

img1444312602587

Ada binatang-binatangnya juga..

Mengusung hal tersebut, maka berbagai fasilitas pun disediakan, seperti resto yang menyuguhkan aneka makanan sehat tradisional dan tanpa MSG, kebun koleksi tanaman obat, kolam, rumah kayu ala Manado yang rencananya akan dijadikan tempat spa, musholla, area bermain anak, penyewaan sepeda, saung-saung, pendopo bergaya Sunda dan Bali yang dapat digunakan untuk tempat pertemuan, serta area parkir yang luas.

img1444312934254

bagian atasnya

img1444312832384

bagian dalamnya, yang katanya akan dijadikan tempat spa

Jalan setapak untuk mengelilingi kawasan ini juga sudah disemen, walau masih ada beberapa berupa petakan dan jalan berbatu. Sedangkan di samping kiri dan kanan pedestrian dipenuhi dengan Tanaman Obat dan KosmetikA (Toka) sebanyak 650 jenis tumbuhan.

IMG_20151003_125544

Kawasan Toka dibagi menjadi Aromatic Land (tanaman-tanaman dengan aroma khas seperti pandan, kamboja, kayu putih, lavender, dll) dan Beauty Land (tanaman-tanaman untuk pemeliharaan kecantikan seperti pohon jati belanda, temu giring, jahe, dll). Sayangnya, beberapa kali saya kesana tanamannya banyak yang layu, efek kemarau panjang beberapa waktu lalu.

img1444312365956

kolamnya juga keriiiiinng..

img1444311463583

img1444312170091

aneka jamu dan minuman herbal lainnya..

Di bagian belakang terdapat Martha Tilaar Training Center (MTTC) yang berfungsi untuk melatih para therapist sebelum ditempatkan di gerai-gerai Martha Tilaar. Bagi pengunjung yang ingin belajar pengetahuan tentang perawatan-perawatan tubuh juga bisa, tapi harus reservasi dulu sebelumnya dan biasanya harus dalam rombongan.

Saya suka desain bangunan MTTC ini, karena dibentuk seperti rahim seorang wanita, yang memiliki filosofi sebagai tempat bermulanya kehidupan. Kewl! Ornamen bambu dan kayu pada bangunan ini juga cukup mendeskripsikan konsep ramah lingkungan.

Kalau kesini, saya paling suka nangkring-nangkring manja di saungnya sambil makan, ngemil, tidur-tiduran, denger suara burung, ditambah semiliran angin. Aaaaaaahhhh surga! Pohon-pohonnya yang rindang membuat teduh dan betah berlama-lama di sana sama kayak kepribadian kamu yang bikin aku teduh dan betah *tsahhh!!*. Oya, tempat ini juga bisa dipakai untuk outing atau fieldtrip anak sekolah, karena termasuk objek wisata alam plus wisata edukasi.

Jadi, kalau mau kasih kado ke orang yang kamu sayang, ajak wisata ke KaDO ini ajaaaa.. Yuksss! Daripada ngemol, mending ngejamu. Daripada ngegalau, mending ngehalau penat. Daripada liatin gadget mulu, mending liat yang ijo-ijo. Daripada eksis di sosmed, mending eksis di alam. Dikit-dikit update status, dikit-dikit posting. Hmmffftt.. Kakak gw sih suka gitu. Eh, gw juga denk… Kadang. Hihihiii..

IMG_20151003_151354 1

IMG_20151010_142002

Sekian promosi kali ini..

Disclaimer: postingan ini tanpa ada paksaan, tanpa ada pesan promosi terselubung (lha wong saya terang-terangan gini promosinya), dan tanpa digaji. Hikssss.. Semuanya atas dasar ketulusan aja koq, biar kamu gak ngerasa ketulusan kamu ke aku sia-sia. Eeeehh??

 

 

“Explore The Wonder of Indonesian Traditional and Natural Heritage”

Kampoeng Djamoe Organik – Martha Tilaar

Jl. Ciujung, Kawasan Industri EJIP Pintu II, Cikarang Selatan-Jawa Barat

Telp. 021-70110076, 021-91828384

www.kampoengdjamoemarthatilaar.com

Jam buka: 08.00-16.30, hari Minggu / hari besar tutup.

Predikat random blogger mungkin tepat disematkan pada saya. Niatan awal membuat blog ingin jadi travel blogger, di kenyataannya malah apapun saya bahas, mulai dari kisah perjalanan, tempat makan, motivasi, puisi, quote, cerita kehidupan, cerita persahabatan, sampai cerita cinta. Yang belum pernah saya bahas adalah postingan bertemakan horror. Hanya postingan Sosok Itu saja yang nyerempet-nyerempet tema tersebut. Nah sekarang saya jadikan saja bahasan tema itu, supaya semakin absah kerandoman saya *tabuh genderang*. Hihihiiii..

Mengalami kejadian mistis pada saat traveling, seingat saya hampir tidak pernah. Dalam kehidupan sehari-hari pun bisa dibilang adem ayem gemah ripah loh jinawi. Puji Tuhan.. Cuma memang kadang saat berada di tempat tertentu saya merasakan aura yang kurang enak, sedikit merinding-merinding disko. Hanya sebatas itu, tidak pernah sampai melihat sosok astral atau sampai diganggu. Puji Tuhan lagi..

Lah, jadi loe mau cerita apa, Ter? Untuk tema ini materi bahasan loe minus..

Eitsss, tunggu dulu! Apakah anda lupa bahwa saya bukanlah tipe solo traveler, yang mana berarti kalau saya bepergian harus ada temannya. Hihihi iya saya memang manja. Nah kadang orang lain ini yang kena ‘gangguan’ usil.

Pernah saat saya dan #DDCPK traveling ke Solo, singgahlah kami di satu resto yang dikelilingi kebun teh untuk makan siang. Setelah pesan, sambil menunggu makanan tiba, lantas kami foto-foto (apalagi kerjaan #DDCPK selain foto dan makan? 😅). Posisi kami di outdoor, membelakangi pintu samping resto, dimana pada sisi kiri pintu terdapat dua buah kursi kayu dengan latar belakang nama resto itu pada dindingnya.

Saat tengah asik foto, tetiba kak Viva sedikit tertegun lalu bilang, “Jadi nih mau terus foto-foto? Ntar ada yang ngikut lho” *krik-krik-krik*. Kita yang tidak ngeh malah makin hot foto-fotonya. Ngehek banget kan, dikasih kode ngga pada peka. Hahaa.. Malamnya kakak baru cerita bahwa saat dia bilang begitu, beneran dia lihat ada orang pakai baju khas prajurit Jawa, lagi berdiri di depan pintu yang sebelah kursi-kursi kayu itu. Dia kira pegawai restonya, lah tapi koq orang pada lewat-lewat aja depan dia kek gak peduli, oalah ternyata ternyata.. Mana ‘dia-nya’ terus menatap pada kelompok kami 😧.

Pernah juga dulu saat SMP, saya dan keluarga besar dari pihak papah menginap di daerah Kaliurang, Yogyakarta. Saat itu benar-benar kami sekeluarga besar, bayangkan saja adik kakak papah saya ikut semua, plus keluarga masing-masing (yang notabene mereka 11 bersaudara). Sampai-sampai kami menyewa bus pariwisata ukuran besar untuk road trip tersebut. Udah kek supporter bola, em?!

Tiba saat sore hari, membuat kami masih leluasa melihat sekeliling. Tempat menginap kami ada yang bangunan lama (terdiri dari 3 kamar), dan ada bangunan baru yang terdiri dari (agak lupa) 30 kamar. Saya dan satu keluarga yang lain kebagian di bangunan lama. Saudara yang lain semua di bangunan baru. Malam itu, seingat saya tidak ada yang ganjil, memang ketika ke kamar mandi saya agak merinding, tapi selebihnya baik-baik saja. Saya pun tidur dengan nyenyak dan bangun seperti biasa, dalam suasana ceria dan muka masih cantik-cantik aja.. *sakarepmu, Ter!*

Ketika bangun, di tempat sarapan sudah berkumpul saudara-saudara yang menginap di bangunan baru, sedang pada heboh bercerita. Saya kepo kan, lalu ikut menyimak obrolan om-om dan tante saya. Ternyata mereka yang menginap di bangunan baru banyak yang diganggu semalam.

Ada kakak papah saya yang tempat tidurnya digoncang-goncang. Ada lagi yang lemari di kamarnya tiba-tiba berpindah tempat. Ada juga tante saya yang lain, tengah malam terbangun karena mendengar suara gaduh orang berlarian di depan kamarnya sambil geret-geret koper. Dikira tante saya, sudah tiba saatnya checkout, jadi dia dengan setengah sadar langsung packing secepat kilat, takut tertinggal rombongan. Setelah selesai dan dia sudah siap, pas buka pintu koq malah gak ada siapa-siapa dan tetiba suasana hening. Dia celingak-celinguk keheranan. Hahahaa ini ngebayanginnya malah saya ngakak 😁.

Oya, ternyata papah saya juga sorenya sempat diganggu. Saat tidur-tiduran di salah satu kamar di bangunan baru, dia merasa di kasurnya seperti ada yang sedang lompat-lompat. Ya dulu waktu kecil sih saya dan kakak memang suka begitu, tapi kan saat itu saya sudah SMP, jadi otomatis saya lepas dari tuduhan. Jadilah sepupu saya yang saat itu masih kecil kena omelan papah, “Vicky, kalau mau lompat-lompat jangan disini! Om mau tidur dulu.” Merasa tidak mendapat respon, papah saya membuka mata dan tidak mendapati siapa-siapa di sana. Hiiiiyyy!! Trus apa yang beliau lakukan? Lanjut tidur! Eerrhhhhh.. 😥

Jadilah pagi itu semua heboh! Lalu ada beberapa orang om saya yang cerita juga. Mereka memang baru tidur larut malam, karena biasa lah bapak-bapak kalau ngumpul main kartu sambil ngopi sambil ngobrol, lalu tengah malam itu dari kejauhan mereka melihat banyak anak kecil berlarian di tangga taman, lalu… HILANG! Yakali anaknya siapa tengah malam main kucing-kucingan cobaaaa?? Main kartunya pun bubaaaaarrrr!! 😄

Segitu dulu ah ceritanya. Kalau ada yang mau cerita juga silahkan. Saya ngumpet dulu tapi 😝.

Eh eh, jadi siapa ya anak-anak kecil itu?? Eaaaaaa!! *tabuh genderang lagi*.

NB: postingan kali ini no picture. Hihihiii..