My dad, my everlasting hero

Super-Dad

Sejenak aku termangu merenungkannya..

Teringat kembali saat-saat itu.. Saat papa masih ada, saat aku bersorak gembira setiap kali papa pulang ke rumah. Walaupun seperti anak kecil pada umumnya, yang pertama diharapkan ialah mainan atau makanan apa yang beliau bawa, tetapi tetap pada akhirnya kehadirannyalah yang mampu menceriakan hidupku utuh.

Terbayang pula, saat papa berusaha membahagiakanku dengan memberiku barang-barang ‘aneh’ yang membuatku merasa lucu ketika menerimanya. Pernah aku diberi body cologne, padahal aku masih SD dan belum mengenal pakai pewangi-pewangi badan begitu, malah masih suka pakai minyak kayu putih. Lalu pernah suatu hari papa datang sambil bawa anak anjing jenis chihuaha. Yaaaa, memang dari kecil aku suka dogi, tapi jenis ini aku tidak terlalu suka sebenarnya. Mukanya dengan mata belo, bulu pendek dan badan kecil, malah lebih mirip kelelawar tanpa sayap menurutku. Pernah juga tiba-tiba papa bawa anak babi hutan -__-“. Papaaaaa, abis berburu dimana siiiiih, koq pulang-pulang yang dibawa babi hutan?!? Lalu saat aku beranjak remaja, pernah papa dengan sigapnya menjemputku pulang saat tau aku dan teman-teman se-gank mau menginap di rumah salah satu teman pria kami. Tidak ada ucapan kemarahan atau makian, hanya wajahnya sudah menyiratkan itu. Dan saat itu aku hanya bisa terdiam dalam kesal, tak mengerti maksud sikapnya yang sebetulnya karena dibalut kekuatiran terhadapku. For him, I always be his little girl..

Semua kenangan itu terasa manis pada akhirnya. Papa selalu ingin membahagiakan keluarga dan orang sekitarnya, bahkan dia rela tidak punya uang jika ada orang yang meminta uangnya. Walaupun yang dipunyanya saat itu tidak banyak, tapi dia rela berikan semua. Kadang aku pedih membayangkannya. Dia terlalu sederhana, terlalu murah hati. Jarang mau beli sesuatu untuk kepentingannya. Sepatunya cuma 1 pasang. Baju juga kayaknya itu-itu aja. Bahkan jas pun tidak punya, sampai-sampai pada hari pemakamannya, om aku yang merelakan jas kawin-nya ‘dibawa’ papa.

Kadang aku sedih, belum banyak yang bisa aku perbuat untuknya. Belum sempat aku membahagiakannya. membelikannya ini itu, memanjakannya dengan hasil keringatku, mengembalikan semua yang pernah dia berikan bagi kami keluarganya. Tidak sempat pula ia menyaksikan anaknya diwisuda dengan predikat lulusan terbaik. Saat itu ingin rasanya aku melihatnya sedang menatapku di podium depan tatapan bangga. Semuanya menyisakan pertanyaan di benakku, mengapa Kau panggil dia begitu cepat, Tuhan??? But there’s no answer. So let it still be HIS mystery.. But I thank you Lord for the times we could spend together, although it was only short.

Dad first love

Thanks dad for loving me unconditional, thanks for keeping me safe, thanks for being a shoulder to cry on, for always being daddy, thanks for sharing me tears and laughter, thanks for guiding me and be my inspiration, thanks for all the love and care you’ve shown, thanks for being responsible daddy, thanks for showing how a real dad should be. I hope you can read this from above. You are forever in my heart, until we meet again in heaven..

Happy Father’s Day!

Thanks_Dad

Advertisements

Sila Tinggalkan Jejak..

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s