Menorehkan Kenangan

Posted: January 21, 2014 in Journey of life

Derasnya hujan yang turun pagi ini ikut menyejukkan jiwa saya. Lagu alam ini menentramkan hati, bau basah rerumputan menciptakan suasana damai dengan kesan berbeda. Aaaaahhh, sudah memasuki 2014! Apa kabar dunia?? Hujan dan banjir masih setia menemani kita mengisi hari-hari di awal tahun. Sudah terkumpulkah segenap kekuatan dan harapan baru untuk menapaki tahun ini?? Ataukah hari-hari yang baru sejengkal terlewati ini telah dipenuhi dengan keluhan dan serapah? Masih terlalu awal untuk menyerah, bukan?! Mari kawan, kokohkan pondasimu agar kau siap menapaki hari yang sudah berteriak lantang menunggu untuk ditaklukkan! (ngomong sama siapa, bu? #SeakanAkanBlogIniAdaYangBaca).

Alasan utama gw bikin blog, selain ingin nulis tentang traveling, juga karena inilah tempat pelampiasan hasrat nulis gw, dimana gw bisa seenak udel mencurahkan isi jidat hati (demikian pikir perempuan nan semena-mena ini). Jaman dulu sih gw suka nulis di diary, sampe gw punya 5 diary (tau kan kira-kira gw hidup di jaman apa?), tapi karena gw dasarnya jorok pada ilangan deh tuh semua, sekarang cuma kesisa 1 (penting ya?). Alasan lain sih karena biar ada kenangan aja, ntar anak cucu gw bisa liat se-eksis norak apa emaknya dulu. Heuheu (koq loe malah bangga sih? Ngga kasian ntar mereka malah jadi bahan olokan teman-temannya??). -____-“

Dalam bayangan gw, seru aja ntar kalo udah tua baca-baca lagi tulisan di masa muda (emang sekarang muda, bu? Aaaah sudah, diamlah kau! *Plaaaak!*). Ya resikonya sih antara 2, loe terkagum-kagum dengan diri loe dulu atau malah jadi ilang rasa lalu muntah ngeliat itu semua. Haha.. Tapi boleh kan ya, hak asasi semua orang untuk berekspresi kan? Karena bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu maka penjajajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan pri kemanusiaan dan…..Cukup, woiiiiiiiii!!! Maaf, suka mendadak ilang fokus..

Mungkin banyak orang sependapat dengan gw, untuk sekedar menuliskan kenangan hidupnya lewat blognya. Cuma kayaknya sih lebih banyak lagi yang ngga sependapat dan memilih untuk mengurus blognya dengan intens. Buktinya sekarang ini makin banyak bermunculan blogger-blogger baru. Entah itu fashion blogger, food blogger, travel blogger, atau macam gw ini yang ngga jelas mau berpijak dimana, semua ditulis. Jangan tanyakan soal konsistensi kepada saya, sesungguhnya kata itu hanya mitos belaka. Okehsip! Banyak yang fokus miara blognya, sedangkan gw yang lebih tepat dijuluki emak tiri ini hanya sesekali menjamah blog gw yang padahal cuma satu-satunya. Ditengok jarang, diupdate jarang, publish tulisan baru apalagi.. *maap ya nak, selama ini ibu sering menelantarkan kamu.*

Dan tanpa diduga-duga, gw kepilih oleh salah satu toko & komunitas backpacker, untuk nulis buku traveling bersama 19 women traveler lain (ternyata blog gw ada yang baca juga yaaa.. *terharu*). Omigotttt, pencobaan apa pula ini, mamaaak?

Susah banget nulis naskah untuk buku, beda jauh ama nulis blog. Dimana kita dikejar deadline, trus ada target jumlah naskah minimal, alurnya harus jelas, apalagi tulisan buat buku kan harus rapi dan sistematis, nah tulisan gw kayak bgini modelnya.. Target awalnya 7 halaman full tulisan semua, klo sampe deadline gak kelar langsung di-diskualifikasi dan diganti penulis lain. Aaaaah, aku mencium adanya aroma bullying dan kesemena-menaan disini. En yunowat, baru 3 halaman gw udah blank. Heuheu.. Dengan tulisan yang disambung-sambungin dan agak sedikit maksa, rampunglah naskah gw. Lalu datanglah kabar untuk revisi, dan saat ini udah tahap nyerahin naskah revisian yang ke-1. Smoga lancar & langgeng..

Smangat kawan, hidup masih jauh membentang. Walau kita ngga tau kapan saatnya kita dipanggil pulang, tapi sebisa mungkin torehkanlah kenangan di benak sesama. Enjoy your life and stop grumbling, dude! You can choose to enjoy your life, no matter what the situation is. Kalo loe aja ngga bisa menikmati hidup loe, gimana orang lain mau menikmati hidupnya sama loe? Buat loe nyaman dengan diri loe sendiri, maka orang lain pun akan merasa nyaman bersama loe. Eh, ini nyambung gak sih? Ngga ya?? Yasutralah..

Udah, gitu aja sih intinya..

Wassalam!

“If you want to live forever, write.

If you write, there will always be a close proximity between you and your reader,

whether they read what you’ve written when you’re fifty years old or fifty years after you’ve died.” –Huffington Post-

 

Advertisements
Comments
  1. lina says:

    Wkwkwk.. trus yg lomba bodyshop menang nga, dcari2 nga ada tulisannya. okehsip pokonya!

    Like

  2. Meidy says:

    Hebat Ngana, Gak ada yg kebetulan, ferus berkarya, Hobby jalan jalan dan nulis Bisa jadi duit. #Bangga Terus Berkarya Vroh!

    Like

Sila Tinggalkan Jejak..

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s