Don’t Too Serious (#WeAreTravelBlogger)

Posted: February 7, 2014 in Travel, trip, holiday, vacation, or whatever it named

Ini tentang aku dengannya. Ya, hanya tentang kita..

Aku sadari keegoisanku, mencarimu hanya saat ku perlu lantas kucampakkan setelahnya..

Kuakui kekanak-kanakanku, menghempaskanmu tanpa ragu saat hati ini sudah bosan denganmu..

Kutinggalkan engkau, dengan yakinnya kuberpaling darimu..

Lupa dulu kau pernah sangat kusanjung..

Alpa terpikir dulu ku menginginkanmu begitu rupa..

Dan rasa rindu itu membuncah saat ini. Ya, saat ini..

Tiba-tiba kurindu berbaring di pangkuanmu..

Teringat malam-malam yang pernah kita habiskan bersama,

Saat kita sama-sama arungi danau biru itu,

Saat kuberlindung dalam naunganmu,

Saat hujan dan pelangi menjadi cerita kita,

Terbayang kesetiaanmu saat menemaniku mengejar asa..

Aku sadari itu, tapi baru sekarang. Ya, baru sekarang..

Terlambatkah?

Masih adakah pintumu kau buka?

Masih bolehkah aku mengetuknya?

Berlebihkah jika kuberharap kau masih disitu, setia menungguku kembali?

Ah, rasanya tak pantas.. Setelah sekian lama aku mencampakkanmu..

Semua yang sudah kita alami rupanya tak cukup kuat untuk menyatukan kita..

Kusadari, semuanya karena ku tergoda oleh yang lain..

Dan kau tau oleh apa?

Oleh Channel dan Hermes, yang juga menjadi primadona kaum sosialita jaman sekarang.

Sekonyong-konyong kuterjebak pula olehnya..

Hey, santai bro… Jangan terlalu serius menanggapi ceritaku ini!

Aku lagi cerita tentang ransel kesayanganku.

Yang sekarang sudah uzur dan memang jauh dari kata layak.

Sudah jelas kan semua?

Ini bukan tentang apa dan siapa yang tersakiti,

Bukan pula tentang siapa yang menzolimi.

Satu-satunya korban disini hanya ransel buluk itu.

So, keep calm bro.. 😀

whatever i'm backpacker

Advertisements
Comments
  1. zack says:

    kayak baca puisi nih. tapi baguss rangkain kata2nya. hahahha
    http://www.bangzack.com

    Like

  2. zack says:

    kayak baca puisi nih. tapi baguss rangkain kata2nya. hahaha
    http://www.bangzack.com

    Like

  3. adis @takdos says:

    Akkkkkh keren nih dibikinin kayak gini ceritanya. Sayang gak ada foto penampakan si backpack 😦

    Like

  4. tinae says:

    Cerita dalam puisi dan disitulah suatu memori yang gak akan pernah lupakan.. Kecuali pacar yang bisa kelupaan.. #gagalpaham

    Like

  5. Ransel buluk tidak merasa berstatus sebagai korban. Ransel buluk tersenyum karena berguna membantumu mengejar asa. Aseekk!! Hehehe
    Salam kenal dari Jember ya.
    http://www.jembertraveler.com

    Like

  6. Hanna Ridha says:

    Tapi ranselnya kasihan sepertinya, sudah tidak digunakan lagi:( Ingatlah kenangan-kenangan bersamannya, bujuklah ia kembali dipunggungmu, perbaikilah dia jika memang ia bermakna..
    Maaf maaf terbawa suasana, btw puisinya bagus loh 🙂

    -www.ridhannaa.blogspot.com-

    Like

  7. Prima says:

    Ransel buluk jaman loe smp ya?

    Like

  8. Agus Susanto says:

    kaka, pasti dulu lomba baca puisi tingkat kelurahan ah.. eeeh..

    biar ranselx buluk, tpi orangx tetep keceh kan.. “kedipin mata”

    Like

  9. hahahhaa gokil, ini sih puisi, bisa gitu ya jadi melankolis gara-gara ransel, kece lah 😀

    Like

  10. giewahyudi says:

    Iya kayak baca puisi gitu. Tapi keren juga nih puisi buat ransel buluk. 🙂

    Like

  11. ajarin gue nulis kayak gini!! hiks hiks.. *lap ingus*
    kapan bisa merangkai kata begini yak! asik euy! huhu…

    Like

  12. Pengen tengok ransel kau laaah kak.. Pasti melankolis romantis :p

    http://www.mytravelplate.wordpress.com

    Like

  13. rintadita says:

    duuuhh kasian ranselnya diduakan (atau ditigakan) sama Chanel dan Hermes 😀

    http://www.simalesmandi.wordpress.com

    Like

  14. MEY says:

    mau dong dibikinin puisi juga.. *dapet salam dari chanel dan hermes 😀

    http://mlaku2ku.blogspot.com

    Like

  15. gila ni kaka, puitis banget . hampir aja gue mau ketiduran pas baca. piss -_-V 😀

    yang penting jangan orang.e yang di duakan eman2 cantik :d (modus)

    rutesurga.blogspot.com

    Like

  16. Oh iya lupa, kita besr di jaman yang berbeda #IngetUmur

    Like

Sila Tinggalkan Jejak..

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s