Di Balik Kemelut Kelud

Posted: February 17, 2014 in Journey of life

Di hari Jumat pagi (14 Februari’14) ada BBM masuk ke HP gw.. Ternyata dari temen gw, Reza.

Reza: “Duh beb, untung udah pulang dari Yogya”, begitu isi BBM-nya yang gw kira ucapan sayang di hari Valentine -__-“.

Gw: “Lah emang napa za?”

Reza: “Gunung Kelud meletus, abu vulkaniknya sampai ke Yogya. Temen gw di Jawa Tengah aja jam 7 kayak jam 5, gelap kena abu.”

Gw: “Oyaaaa?? Wah belum liat berita nih *ambil remote*.”

Reza: “Bersyukur sama Tuhan loe sekeluarga udah pulang. Ga kebayang kalo kalian masih di Yogya. Sampai ke Bali itu debunya.”

Gw: “Iya ya za, PAS semuanya udah diaturin. Klo ngga bakal gak bisa balik za, pesawat gak akan bisa terbang. “

Reza: “Gempa tremornya (yang ini entah apa maksudnya, gw ngga ngerti. Gw cuma familiar dengan termos) terasa sampe Yogya. Pas gw baca itu berita langsung keingetan, kalau lo belum pada pulang kasihan kehirup abu vulkanik.”

Gw: “Tenang za, kita aman karena Tuhan pasti jagain.”

Reza: “Iya beb bener banget, kayak udah diatur sama Tuhan.”

Gw: “Terharu iiiih kamu ingat akyu *sroooott*”

– sejak kalimat terakhir itu, pembicaraan kami tak lagi serius dan mengharukan seperti di awal-

 ************************************

Yap, tiga-empat hari belakangan ini stasiun TV ramai membahas meletusnya Gunung Kelud di Kediri. Abu vulkaniknya sampai ke Jawa Barat, padahal itu gunung di Jawa Timur. Efek lainnya bandara-bandara sekitarnya terpaksa harus ditutup karena jarak pandang yang minim serta licinnya landasan yang diselimuti abu. Kejadian meletusnya Gunung Kelud yaitu hari Kamis malam (13 Feb’14) sedangkan gw baru balik dari Yogya hari Selasa-nya.

Aaaaaaakkkkkk!!! WAH banget ngga sih?!?

Kayak baru diluputkan dari suatu bencana gitu ngerasanya. Kebayang klo gw masih disana, stuck di kondisi itu, gw ama keluarga besar gw bakal jadi rempong banget pasti, secara kita ngga ada apa-apa aja rempong. Bakalan jadi serba salah, mau pulang gak bisa, jalan-jalan juga ngga bisa, belum lagi nafas terganggu, mata juga bakal perih, dan anak-anak kecil akan lebih kasian lagi.. Berasa lagi diterror ama alam kan?

Dan hari Selasa tanggal 11 Feb’14, di hari kita pulang itu, ibu pendeta gw ngirimin BBM kata-kata renungan yang bunyinya, “TUHAN adalah tempat perlindungan yang paling aman untukmu. Tidak akan ada satupun kekuatan di dunia ini yang dapat menembus perlindungan Tuhan dalam hidupmu. Itu artinya, kutuk itu tidak akan berarti apapun. Berbahagialah karena Tuhan melindungimu. Sekalipun banyak orang merancangkan kejahatan dalam hidup kita, tapi Tuhan selalu akan menggagalkan kejahatan dalam hidup kita.” Bisa pas gitu yah.. *ada kode apa di balik semua ini, tante??*

OH LORD, THANK YOU! THANK YOUUUUUUU!!!!

Jika yang lain berkata bencana itu merugikan, merusak, destruktif, berpikirlah positif bahwa Tuhan sedang mengingatkan kita dan mempersubur Indonesia dengan caraNYa..

Advertisements
Comments
  1. Hah?!! Serius sampai Bali?? Lumajang, Jember, dan Banyuwangi aja gak kena debunya.
    Btw super sekali renungan dari Ibu Pendeta. Bisa menjadi guidence buat saya pagi ini.

    Like

  2. Sri Ulina says:

    padahal sebelumnya kita juga udah ada niat mau ke jogja, eh keburu ester and family dah booking duluan. jadi, kita gak jadi deh kesananya. beruntung ya, pertolongan Tuhan tepat pada waktunya. disaat bencana dateng, kalian sudah pulang. Puji Tuhan..

    Like

Sila Tinggalkan Jejak..

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s