Melarung Asa di Pulau Pari

Pernah denger Pulau Pari? Belom??

Pernah ke sana? Denger aja belom pernah, gimana mau kesana?!? Oke, santai vroooo..

100_6673

Dapet minjem dari sini gambarnya. Hehe..

Pulau Pari merupakan salah satu pulau di gugusan Kepulauan Seribu, DKI Jakarta. Ini tempat yang tepat bagi anda yang ingin menikmati keindahan pantai dengan dibalut ketenangan. Suasana pulaunya masih sepiiiii, sesepi kuburan cina (ngga denk!). Seperti kebanyakan pulau di Kepulauan Seribu, menyusuri pulau ini cukup dengan menggunakan sepada curian. Jalanannya sudah cukup enak untuk dilalui baik dengan berjalan kaki, ngesot, ataupun menggunakan sepeda karena jalannya sudah rapi dengan perpaduan blok-blok batu dan pasir plus beling.

“Koq disebut pulau pari, mas? Memang banyak parinya ya?”, tanyaku pada mas Arif sang guide lokal kami.

“Bukan, tapi karena pulau ini bentuknya mirip pari jika dilihat dari atas,” jawabnya.

“Ehmmm.. Udah pernah mas, liatin dari atas?”, tanyaku lagi.

“Belom neng, kata orang-orang itu juga. Hehehe..” Aiiiihh si mas koq jadi tersipu-sipu gitu..

Luasnya sekitar 40 hektare dan dihuni oleh penduduk yang hanya sekitar 800 orang, menjadikan pulau ini tidak seramai tetangganya, Pulau Pramuka atau Pulau Tidung, dimana saat weekend disana bisa dibanjiri oleh 1.500-an orang wisatawan, sedangkan di Pulau Pari ini kapasitasnya paling hanya 300 orang.

pulau-pari

Ini foto pulaunya, minjem dari sini. Hehe.. Mirip pari ya manknya?? *nyipitin mata*

Setelah perjalanan dengan kapal tong-tong dan melewati proses rebutan tempat-ngobrol-makan-tidur-ngobrol-mual selama dua jam-an, akhirnya kapal merapat di dermaga. Ketika turun, panasnya matahari disana segera menyengat kulit. Beberapa turis Jepang dan Korea terlihat berseliweran menggunakan sepeda. Lucu banget, kayak lagi liat adegan di film-film Korea.. Kalau tidak ingat untuk menaruh barang-barang dulu mungkin saya sudah minta bonceng di salah satu sepeda mereka (oke, mulai ngayal.. fokus, fokus!!).

Bagian dari pulau ini yang paling saya suka adalah Pantai Pasir Perawan-nya yang terletak di sebelah utara pulau. Pantainya landai dan tenang, bersih, pasirnya putih lembut, serta dikelilingi hutan-hutan bakau di sekelilingnya. Ini romantis bingit, sungguh! Bikin betah.. Kita bisa berkano diantara pohon-pohon bakau itu sembari melihat ikan-ikan kecil dan kepiting yang sesekali nampak.

40192-0_663_382

Ini Pantai Pasir Perawan-nya, dapet minjem juga gambarnya. Heuheu.. Aduhai sangat kan??

Filosofi tempat ini dinamakan Pantai Pasir Perawan yaitu (note: cerita berdasarkan versi mas guide yang asli orang sana), dulu ada seorang gadis yang jatuh cinta kepada seorang nelayan di Pulau Pari. Lalu keduanya menjalin kasih, hidup bahagia, dan suatu saat sang nelayan berencana meminang sang gadis sepulangnya dari melaut. Setiap hari gadis ini menunggu pujaan hatinya pulang, namun yang ditunggu-tunggu tak kunjung datang. Gadis ini selalu setia menanti kekasihnya di pantai yang ada di Pulau Pari ini, hingga akhir ajalnya. Entah apa yang terjadi dengan si nelayan, tidak ada yang tahu. Warga setempat lalu menamakan pantai ini dengan sebutan Pantai Pasir Perawan. Sedih ya?? Kata saya sih ngga, malah serem ceritanya..

IMG_0475

Ini bukan gadis pada cerita tadi, sodara-sodara. BUKAAAANN..

Kegiatan yang tidak boleh dilewatkan saat kesini tentu saja snorkeling. Ada 4 spot snorkeling disini, hanya menurut saya yang tingkat sok taunya sudah kelewat batas bawah lautnya masih kalah dari Pulau Pramuka yang koralnya lebih berwarna-warni. Kegiatan lain selain snorkeling dan canoeing adalah hunting foto, hunting sunrise, hunting ikan (mancing), dan bersepeda. Bisa juga sih kalau mau ngitemin kulit, bisa banget malah. Ini juga salah satu niatan saya kesana, tapi koq udahnya malah jadi kayak anak pantai yang kebanyakan main layangan. Pfffftttt.. Ngga usah direncanain juga kulit item sendiri.

IMG_0480

sunrise yang sempat terhunting..

Ini destinasi tepat bagi anda yang hendak melarung penat dan asa dari hingar-bingar ibukota tapi dengan jarak yang tidak terlalu jauh. Melarung kepala kerbau atau melarung kenangan mantan  juga bisa (tsaelaaaah!!)..

Kepulauan Seribu bisa dicapai dari pelabuhan Muara Angke menggunakan kapal kayu tong-tong, dengan waktu tempuh sekitar 2 jam, harga tiketnya sekitar Rp.60.000,- pulang pergi (mungkin sekarang sudah naik) selama kurleb 2 jam. Bisa juga berangkat dari dermaga Marina Ancol menggunakan speed boat, dengan waktu tempuh kurang dari sejam. Alternatif lain yaitu dari Tangerang ataupun Muara Baru Jakarta.

So, siap melarung asa di Pulau Pari yesss?? IYESSSS!!!

 

 

 

Advertisements

Seratus Ribu

Old-and-alone

Apalah artinya Rp. 100.000,- di jaman sekarang?

Untuk sekali makan, uang segitu bisa habis untuk berdua atau bertiga. Dipakai nonton, langsung terpakai sekali nonton untuk berdua atau bertiga. Untuk beli baju, kadang cukup kadang tidak. Untuk beli kosmetik, kadang cukup, seringnya tidak. Untuk berwisata, jelas tidak cukup. Untuk investasi, itu semakin tidak bernilai.

Tapi akhir-akhir ini aku merasa uang segitu sangat besar. Setelah sepasang suami istri yang sudah lanjut usia, saudara jauh kami, yang hidup pas-pasan, bahkan mungkin seringnya berkekurangan, datang ke pesta ulang tahun anakku..

Dengan basah kuyub karena kehujanan, mereka datang dibarengi sejuta doa dan ucapan tulus, serta senyum hangat yang meneduhkan siapapun yang melihat. Datang tanpa kado, hanya menyelipkan amplop berisi uang sebesar 100.000 itu, tapi sanggup menghancurkan hatiku..

100.000 diberikannya, dari penghasilan bersihnya yang hanya 250.000-300.000 SEBULAN.

Hampir setengah dari penghasilannya dia berikan!

Disitu terpahat keringat nenek ini berjualan opak, meniti jalan dari satu sudut ke sudut lain. Saat aku bertanya, mengapa tidak naik angkot saja menuju tempat jualannya yang cukup jauh, dia hanya berucap santai, “Ah, naik angkot mahal. Bisa 4.000 bolak-balik!”

Aku menjadi paham mengapa dia bilang 4.000 rupiah saja mahal, dari ceritanya aku tau paling untung sebungkus opak yang dia jual hanya sebesar 1.500 sampai 2.000 rupiah saja. Dia juga bertutur kalau jualan hari itu tidak laku, mereka kadang hanya makan dengan bala-bala (bakwan) yang dibeli di warung pinggir jalan. Bahkan pernah suaminya sampai batuk karena berhari-hari mereka harus makan nasi dengan bala-bala.

Aku menangis membayangkannya. Bagaimana jika itu orang tuaku sendiri?

Kemana ini anak-anaknya???

Aku geram bercampur marah!

lZz89

Aku tau mereka berbeban berat. Aku tau mereka sering menangis bersama di gelapnya malam. Aku tau mereka sering memanjatkan doa, hanya untuk meminta hidup yang lebih adil. Aku tau pedihnya mereka saat tak dianggap anak-cucunya, diabaikan, dianggap tidak ada mungkin. Aku diijinkan merasakan kesedihan mereka, tapi mungkin itu belum seberapa. Akupun tau mereka selalu saling menguatkan, saling menopang satu sama lain. Dan yang kutau pun, mereka jarang mengeluh bahkan bisa bercerita ini itu sambil bercanda. I was fascinated!

Hanya satu harapku.. Semoga mereka dapat menikmati masa tua mereka dengan baik dan penuh sukacita..

********

tumblr_mma54tTCqU1rc28v8o1_500

chair

5c426aa178d5765d0db7b3531bbdc6be

 

Learning From EAGLE

Pagi tadi sebuah kisah inspiratif dari seorang teman mampir di HP saya. Didorong rasa penasaran, mata saya pun mengintip tulisan itu. Seakan tak puas hanya dibaca, dia pun memaksa otak saya berpikir dan lebih jauh, membuat hati saya merenung. Sebut saja nama teman tadi Cory Go (mungkin nama panjangnya Cory Gonjang-ganjing? Cory Gono-gini?? Cory Go, Go Cory?? Entahlah, hanya dia yang tau..). Demikian bunyi surat wasiatnya (perasaan sih dulu udah pernah baca, tapi pas sekarang baca lagi tetap terinspirasi. Uyeeeh!). Monggo dibaca mba e, mas e, kang e, teteh e..

fly like an eagle

Keren.. Gagah.. Macho.. Laki banget deh!

“RAJAWALI merupakan jenis unggas yang mempunyai umur paling panjang di dunia, dapat mencapai 70 tahun. Tapi untuk mencapai umur itu seekor elang harus membuat keputusan besar pada umurnya yang ke 40.

Saat umur 40 tahun, cakarnya mulai menua, paruh menjadi panjang dan membengkok hingga hampir menyentuh dada. Sayapnya menjadi sangat berat karena bulunya telah tumbuh lebat dan tebal, sehingga menyulitkannya saat terbang. Saat itu, ia hanya mempunyai 2 pilihan: menunggu kematian atau menjalani proses TRANSFORMASI yang menyakitkan selama 150 hari. Saat melakukan transformasi itu, ia harus berusaha keras terbang ke atas puncak gunung untuk kemudian membuat sarang di tepi jurang, berhenti dan tinggal di sana selama proses berlangsung.

Pertama, ia harus mematukkan paruhnya pada batu karang sampai paruh tersebut terlepas dari mulutnya, kemudian menunggu tumbuhnya paruh baru. Dengan paruh yang baru tumbuh itu, ia harus mencabut satu persatu cakar-cakarnya dan ketika cakar yang baru sudah tumbuh, ia akan mencabut bulu badannya satu demi satu. Suatu proses yang panjang dan menyakitkan.

Tapi 5 bulan kemudian, bulu-bulu yang baru tumbuh sempurna. Ia mulai dapat TERBANG kembali. Dengan paruh dan cakar baru, ia mulai menjalani 30 tahun kehidupan barunya dengan penuh ENERGI…!

Dalam kehidupan, kadang kita juga harus melakukan suatu keputusan yang BESAR untuk memulai suatu proses PEMBARUAN. BERANI membuang kebiasaan-kebiasaan lama yang mengikat dan melekat kuat, meskipun itu adalah sesuatu yang menyenangkan dan membuat kita terlena.

BERDAMAI dengan Masa Lalu.. Hanya bila kita bersedia melepaskan beban lama, membuka diri untuk belajar hal-hal baru, kita mempunyai kesempatan untuk mengembangkan kemampuan kita yang terpendam, mengasah keahlian kita sepenuhnya dan menatap MASA DEPAN dengan penuh KEYAKINAN.

Tantangan terbesar untuk berubah ada di dalam diri sendiri.  Mari kita menjalaninya dengan penuh semangat TRANSFORMASI hidup.”

 

Thanks Cory, it really inspires me. Hopefully this will inspire others as well. Go Cory-Go Cory-Go!!! *lalu aku langsung di-delcont*

Hidup Semudah Kau Berlaku

repent-believe

Kali ini mau ngomong agak serius ah. Boleh ya..

Sering gw berpikir, kenapa dunia dan orang-orangnya koq semakin hari semakin bertambah egois, apatis, sadistis, materialistis, jahatis, bobrokis, mesumis, ancuris, dan is is lainnya. Yang gw tau, alasannya karena memang sekarang udah akhir jaman, udah mau kiamat. Salah satu tanda akhir jaman ya degradasi moral itu. Tapi pas ke gereja minggu lalu, gw dibukain satu hal yang baru berkaitan dengan hal ini. Pendetanya bahas tentang keluarga..

Taukah anda, dosa penyembahan berhala atau menduakan Tuhan, harus ditanggung sampai 5 generasi keturunan setelah kita? Baru tau kan?? Sama gw juga.. Yang lebih parah lagi, dosa sex before marriage (SBM) atau berhubungan sex sebelum menikah, harus ditanggung oleh 10 generasi keturunan setelah kita! Ngeri kan?!? Selama ini gw cuma tau kalau sex before marriage itu dosa, tapi baru tau kalau ada kutuk yang akan mengikat jika kita melakukan dosa itu. Orang tuanya yang berbuat dosa, anak cucu cicit buyutnya yang harus nanggung kutuknya. Makanya ngga heran, semakin hari generasi di bawah kita semakin kacau.

Kutuk-kutuk yang diakibatkan dosa SBM ini: perselingkuhan, perceraian, pertengkaran, dan terikat dengan masturbasi (gw ngeri ngebayangin kalo sampai anak cucu gw yang harus mengalami ini). Kalau dosa yang lain bisa kita lawan dan patahkan kuasanya, tapi kalau dosa karena kutuk hanya bisa DIPERDAMAIKAN, agar orang tersebut tidak lagi terikat. Cara diperdamaikannya ialah dengan mengakuinya dan meminta maaf atas hal tersebut, baru kutuk itu tidak mengikat lagi..

Pendeta tersebut juga bercerita, pernah ada seorang kakek meminta pendeta ini mendoakan keluarganya karena keluarganya kacau-balau. Dari 7 orang anaknya, 3 diantaranya sudah bercerai, 2 anaknya yang lain sedang diambang perceraian, sedangkan yang 2 lagi memang belum menikah. Cucu-cucunya ada yang terikat narkoba dan sex bebas. Saat kakek ini sharing dan minta didoakan, Tuhan ingatkan tentang dosa sex before marriage ini. Ketika ditanya, kakek ini mengakuinya. Jalan satu-satunya agar keluarganya pulih ialah mereka (kakek & nenek ini) harus mengakui dan meminta maaf kepada anak & cucu-cucunya. Lalu dikumpulkanlah mereka. Setelah kakek & nenek ini membuat pengakuan, tak butuh waktu lama keluarga ini dipulihkan Tuhan! Dua dari tiga anaknya yang sudah bercerai kembali bersatu dengan pasangannya (sedangkan yang satu terlanjur sudah punya anak dengan istri barunya), dua anaknya yang sedang diambang perceraian tidak jadi bercerai, ekonomi mereka pun dipulihkan. That’s the power of confession!

PERUBAHAN BUKANLAH PERUBAHAN SAMPAI TERJADI SUATU PERUBAHAN..

Saya pun termasuk salah satu produk dari keluarga yang kurang harmonis. Papa saya (ternyata) sudah pernah menikah sebelum menikah dengan mamah saya, bahkan punya anak dari pernikahannya tersebut. Akibatnya, secara otomatis-tanpa disadari-dan tanpa sekeinginan saya, saya tumbuh menjadi anak yang pemberontak (dulu). Tolong camkan ya teman-temanku sayang, itu dulu! Hehe.. Bersyukur pengakuan dan maaf itu sudah sempat dilakukan sebelum papa meninggal, sehingga keluarga kami dipulihkan Tuhan. TOTAL! 🙂

So guys, selesaikanlah dosa dengan cara yang benar, jangan dengan berbuat dosa lagi. Contohnya, terlanjur hamil karena SBM, lalu diselesaikan dengan cara aborsi. Macam mana pula?!? Tidak perlu minder, yang penting bertobat sungguh-sungguh, Tuhan pasti mengampuni. Hadapi kenyataan, hadapi konsekuensinya, ambil langkah yang benar. We are Joshua’s Generation! Kita anak-anak panah di tangan Pahlawan. Pastikan rencana Allah tergenapi atas hidupmu..

GOD bless y’all! 😛

391103_10151614461521718_491157414_n

544410_10151581612351718_43543616_n