Learning From EAGLE

Posted: April 5, 2014 in Journey of life

Pagi tadi sebuah kisah inspiratif dari seorang teman mampir di HP saya. Didorong rasa penasaran, mata saya pun mengintip tulisan itu. Seakan tak puas hanya dibaca, dia pun memaksa otak saya berpikir dan lebih jauh, membuat hati saya merenung. Sebut saja nama teman tadi Cory Go (mungkin nama panjangnya Cory Gonjang-ganjing? Cory Gono-gini?? Cory Go, Go Cory?? Entahlah, hanya dia yang tau..). Demikian bunyi surat wasiatnya (perasaan sih dulu udah pernah baca, tapi pas sekarang baca lagi tetap terinspirasi. Uyeeeh!). Monggo dibaca mba e, mas e, kang e, teteh e..

fly like an eagle

Keren.. Gagah.. Macho.. Laki banget deh!

“RAJAWALI merupakan jenis unggas yang mempunyai umur paling panjang di dunia, dapat mencapai 70 tahun. Tapi untuk mencapai umur itu seekor elang harus membuat keputusan besar pada umurnya yang ke 40.

Saat umur 40 tahun, cakarnya mulai menua, paruh menjadi panjang dan membengkok hingga hampir menyentuh dada. Sayapnya menjadi sangat berat karena bulunya telah tumbuh lebat dan tebal, sehingga menyulitkannya saat terbang. Saat itu, ia hanya mempunyai 2 pilihan: menunggu kematian atau menjalani proses TRANSFORMASI yang menyakitkan selama 150 hari. Saat melakukan transformasi itu, ia harus berusaha keras terbang ke atas puncak gunung untuk kemudian membuat sarang di tepi jurang, berhenti dan tinggal di sana selama proses berlangsung.

Pertama, ia harus mematukkan paruhnya pada batu karang sampai paruh tersebut terlepas dari mulutnya, kemudian menunggu tumbuhnya paruh baru. Dengan paruh yang baru tumbuh itu, ia harus mencabut satu persatu cakar-cakarnya dan ketika cakar yang baru sudah tumbuh, ia akan mencabut bulu badannya satu demi satu. Suatu proses yang panjang dan menyakitkan.

Tapi 5 bulan kemudian, bulu-bulu yang baru tumbuh sempurna. Ia mulai dapat TERBANG kembali. Dengan paruh dan cakar baru, ia mulai menjalani 30 tahun kehidupan barunya dengan penuh ENERGI…!

Dalam kehidupan, kadang kita juga harus melakukan suatu keputusan yang BESAR untuk memulai suatu proses PEMBARUAN. BERANI membuang kebiasaan-kebiasaan lama yang mengikat dan melekat kuat, meskipun itu adalah sesuatu yang menyenangkan dan membuat kita terlena.

BERDAMAI dengan Masa Lalu.. Hanya bila kita bersedia melepaskan beban lama, membuka diri untuk belajar hal-hal baru, kita mempunyai kesempatan untuk mengembangkan kemampuan kita yang terpendam, mengasah keahlian kita sepenuhnya dan menatap MASA DEPAN dengan penuh KEYAKINAN.

Tantangan terbesar untuk berubah ada di dalam diri sendiri.  Mari kita menjalaninya dengan penuh semangat TRANSFORMASI hidup.”

 

Thanks Cory, it really inspires me. Hopefully this will inspire others as well. Go Cory-Go Cory-Go!!! *lalu aku langsung di-delcont*

Advertisements
Comments
  1. rie rie says:

    Keren postingannya… kudu berani berkorban, bayar harga buat dpt in sesuatu yg jauh lebih baik… klo kata orang2 mah kudu berani keluar dr zona nyaman… (^▽^)o

    Btw makin lama makin serius yah postingannya… emank klo makin tua orang jd makin serius yah… xixixixi..

    Like

  2. emang keren postingan dari leluhur. ahahaha

    Like

  3. Cory Go says:

    Hellow sis Ester.. Met ktemu ϑi blog ini..pdhl ϑi BB jg bs ktemu tiap hari..haahaa.. Makasih uda memposting kisah inspiratif ini..Sȇӎӧϧǻ kisah tsb smakin menginspirasi bnyk org yαиԍ membacanya.. Success ƒσr yoυ! †◦ƓΒƱ◦†

    Like

Sila Tinggalkan Jejak..

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s