Seratus Ribu

Posted: April 15, 2014 in Journey of life

Old-and-alone

Apalah artinya Rp. 100.000,- di jaman sekarang?

Untuk sekali makan, uang segitu bisa habis untuk berdua atau bertiga. Dipakai nonton, langsung terpakai sekali nonton untuk berdua atau bertiga. Untuk beli baju, kadang cukup kadang tidak. Untuk beli kosmetik, kadang cukup, seringnya tidak. Untuk berwisata, jelas tidak cukup. Untuk investasi, itu semakin tidak bernilai.

Tapi akhir-akhir ini aku merasa uang segitu sangat besar. Setelah sepasang suami istri yang sudah lanjut usia, saudara jauh kami, yang hidup pas-pasan, bahkan mungkin seringnya berkekurangan, datang ke pesta ulang tahun anakku..

Dengan basah kuyub karena kehujanan, mereka datang dibarengi sejuta doa dan ucapan tulus, serta senyum hangat yang meneduhkan siapapun yang melihat. Datang tanpa kado, hanya menyelipkan amplop berisi uang sebesar 100.000 itu, tapi sanggup menghancurkan hatiku..

100.000 diberikannya, dari penghasilan bersihnya yang hanya 250.000-300.000 SEBULAN.

Hampir setengah dari penghasilannya dia berikan!

Disitu terpahat keringat nenek ini berjualan opak, meniti jalan dari satu sudut ke sudut lain. Saat aku bertanya, mengapa tidak naik angkot saja menuju tempat jualannya yang cukup jauh, dia hanya berucap santai, “Ah, naik angkot mahal. Bisa 4.000 bolak-balik!”

Aku menjadi paham mengapa dia bilang 4.000 rupiah saja mahal, dari ceritanya aku tau paling untung sebungkus opak yang dia jual hanya sebesar 1.500 sampai 2.000 rupiah saja. Dia juga bertutur kalau jualan hari itu tidak laku, mereka kadang hanya makan dengan bala-bala (bakwan) yang dibeli di warung pinggir jalan. Bahkan pernah suaminya sampai batuk karena berhari-hari mereka harus makan nasi dengan bala-bala.

Aku menangis membayangkannya. Bagaimana jika itu orang tuaku sendiri?

Kemana ini anak-anaknya???

Aku geram bercampur marah!

lZz89

Aku tau mereka berbeban berat. Aku tau mereka sering menangis bersama di gelapnya malam. Aku tau mereka sering memanjatkan doa, hanya untuk meminta hidup yang lebih adil. Aku tau pedihnya mereka saat tak dianggap anak-cucunya, diabaikan, dianggap tidak ada mungkin. Aku diijinkan merasakan kesedihan mereka, tapi mungkin itu belum seberapa. Akupun tau mereka selalu saling menguatkan, saling menopang satu sama lain. Dan yang kutau pun, mereka jarang mengeluh bahkan bisa bercerita ini itu sambil bercanda. I was fascinated!

Hanya satu harapku.. Semoga mereka dapat menikmati masa tua mereka dengan baik dan penuh sukacita..

********

tumblr_mma54tTCqU1rc28v8o1_500

chair

5c426aa178d5765d0db7b3531bbdc6be

 

Advertisements
Comments
  1. sri ulin says:

    Gw terharu bacanya, Ya Tuhanku.. Berkatilah mereka..

    Like

  2. reza says:

    terharu beb 😥

    Like

  3. rie rie says:

    bacaannya berat… bikin sedih (´;Д;`) ester merusak suasana ini mah… :p
    Tapi emang bener sih.. jd anak qta mank suka ngelupain ortu.. yg penting keinginan qta tercapai tanpa mau peduli gimana capenya mereka memenuhi semua itu… kadang qta suka lupa buat mikirin apa keimginan mereka..

    Like

    • Nah ini bagus kan buat renungan ultah loe, sebelum hari ini berakhir. Hihihi..
      Cium dulu sinih.. MMUAAAACCHHH!!!

      Like

    • Setelah punya anak gw baru ngeh, pun mamah qta sebetulnya layak meraih impian yang dicita-citakannya semasa muda, tapi mungkin dia kesampingkan itu demi mengurus keluarga. Gw tambah sedih lagi karena kemaren2 gw denger suaminya sakit coba, kena gejala stroke 😥

      Like

      • rie rie says:

        Renungannya yg bikin seneng napa?? Jd kaga merusak suasana…
        Setelah punya anak baru sadar yah.. nasib jd mami2 yg ga bisa sebebas dulu..
        Trus setelah kena gejala stroke anak2nya teteup ga peduli juga?? Jahatnyaaaaa (><)

        Like

  4. Di sinilah kuasa Tuhan bekerja. Hahahaha pembukaan comment yang berat.
    Mereka tipe orang pekerja keras mandiri yang tidak suka dikasihani. Kadang dalam kesederhanaan mereka menemukan “surga” dan “cinta sejati”.
    Pasti ada hikmah dari setiap kejadian yang bisa dipelajari.

    Jadi harus dekat dengan anak sejak kecil, biar susah ngrawat dan ngajari. Tetap harus diasuh sendiri biar emosionalnya dekat dari kecil. “Tresno teko jalaran soko kulino” juga berlaku buat anak dan orang tuanya.

    Sekian dan terima kasih. Kok jadi panjang. hahahaha

    Like

  5. Ah … jadi inget nyokap di gresik, bener2 bikin tersentuh cerita nya

    Like

  6. Aldi says:

    Sungguh menginspirasi kak 😥

    Like

Sila Tinggalkan Jejak..

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s