Archive for May, 2014

img1400559275506

Sunrise at Tidung Island

Anak gw, Val, tampak langsung akrab dengan sosok wanita paruh baya yang kupanggil tante itu. Sebetulnya anak gw jarang mau langsung dekat dengan orang yang baru dikenalnya, dia agak ‘pemilih’ dan suka sok jual mahal. Tapi entah kenapa dengan tante yang dipanggilnya ‘grandma’ itu dia langsung mau. Mungkin kesabaran dan kelembutan tante ini yang bikin Val nyaman, setelah seringnya dia mendengar nada bicaraku yang me-rocker mungkin. Hihihi..

Tante ini sebetulnya mamahnya Jane, temen gw yang batal ikut ke Tidung gegara dia sakit menjelang keberangkatan. Jadi mamahnya yang gantiin beserta adiknya Jane, Kevin, bocah yang berpotensi tampan di kemudian hari *uhuk-uhuk!*. Tadinya ada 4 teman lain yang juga mau ikut, tapi semuanya batal. Haaah, teman macam apa ini??!! Pertama Anita, yang harus mengesampingkan kecintaannya pada laut demi mencerdaskan kehidupan bangsa, kerjaannya sebagai guru Bahasa Inggris telah merenggut semua waktunya, bahkan waktunya denganku. Ngga suka deh, thaaa.. Lalu yang kedua Ria, yang juga udah ampiiiirr ikut tapi tetiba kena musibah papahnya meninggal. Huhuhu tabah ya Ri, ntar qta ngetrip bareng lagi ke PVJ. Lalu Cipto & Sri, sepasang suami istri yang lagi ngebet-ngebetnya punya anak, jadi karena takut kecapean akhirnya mereka memutuskan hengkang dari dunia kapal tong-tong. Padahal usaha pas disana juga bisa kan ya?? Oya, kakak gw juga tadinya mo ikut tapi pas tanggal itu dia musti ke Bandung karena ada temennya ultah. Hiiiiiiih, gregetan!! Kenapa ulang tahunnya harus di tanggal itu siiiiihh… Alhasil cuma kami berenam yang pergi: gw, Hendry, Val, tante Liana, Kevin, dan si tomboy Rina. Ahahaaa..

20140520_102733

Kami mendapat tempat yang cukup nyaman di kapal, hanya perjalanan terasa laaaaama, sekitar 3 jam-an. Ini sudah termasuk cepat, karena sebelum-sebelumnya jika hendak ke Tidung kapalnya harus mampir dulu menurunkan penumpang yang hendak ke Pulau Untung Jawa, Pari, atau Pramuka, karena Tidung posisinya paling jauh. Sekarang kapalnya sudah semakin banyak dan dipisah per tujuan. Tidak banyak yang kami lakukan di kapal, hanya makan, tidur, makan lagi, dan tidur lagi, sesekali nengok ke laut di luar, tapi ngga terlalu menarik karena banyak sampah. Grrrrrh!!! Tapi setelah tiga perempat perjalanan, lautnya udah lumayan bersahabat dan sesekali keliatan ubur-ubur atau ikan terbang.

Setelah tiba, kami makan siang dulu lalu lanjut snorkeling. Pulaunya termasuk besar, penduduknya pun terbilang padat, terlihat dari banyaknya rumah yang berdempetan dan tanpa jarak, sayang kurang tertata rapi letak-letaknya. Homestay yang kami tempati pun cukup oke, kamar bersih, kamar mandinya besar dan bersih, tempat tidur dengan sprei yang bersih, ada AC, TV, dan dispenser. Cukup.. Lautnya lumayan oke dengan air yang tenang dan pantai yang landai, cuma sayang banget, banyak SAMPAH!! Lagi-lagi sampah!! Aaaaarrgghhh!!! *mendadak emosi kalau ngomongin sampah, tapi aku tetep manis koq*

_DSC7403

kiri kanan SAMPAH!!

_DSC7404

Lagi ngomel-ngomel liat sampah.. Sabar buuuu!

Salut ama sepasang orang India yang satu kapal snorkeling dengan kami, mereka masukin lagi sampah-sampah bekas mereka ke dalam tasnya! Sama sekali ngga nyampah. Kita yang orang Indonesia sendiri yang malah nyampah disana-sini. Fiuuuhhh.. Kalo gw jadi Tuhan kayaknya gw bakal marah liat begitu. Laut, pantai, gunung bagus-bagus gw ciptain, loe kotor-kotorin seenak udel. Gw kutuk loe jadi batu! Gitu mungkin.. Untungnya Tuhan tidak seperti saya..

Jika anda pergi ke suatu tempat, tinggalkan hanya kenangan saja, dan jangan mengambil selain foto disana – unknown

Guide kami namanya Mas Wahyudi, orangnya cukup supel dan ramah, senang bercerita, senang ngobrol. Ngomong apapun dengan dia nyambung aja jadinya. Dari masalah wisata, masalah pekerjaan, masalah turis, masalah cinta, sampai kami membahas masalah politik. Mas Wahyudi bilang, sejak kepemimpinan Jokowi, infrastruktur di sini dibaharui, sekolah dari tingkat TK sampai SMK gratis, berobat ke rumah sakit (sakit apapun), gratis. Waaaow!! Pernah adik perempuannya sobek kakinya, sebelum membawanya ke rumah sakit dia udah persiapkan surat ini itu kalau-kalau nanti diperlukan untuk meminta keringanan biaya. Eeeeh, setelah sampai sana malah gratis, ngga keluar uang sepeser pun!

Hmmm, gw semakin mengagumi sosok Jokowi. Sungguh.. Sering temen-temen gw nanya, kenapa sih loe suka banget ama Jokowi? Ya karena sosoknya itu, yang sederhana walaupun sebenarnya dia kaya, legowo, berkharisma, berkarakter, berakhlak, berprinsip, tegas, sekaligus humoris. Bukan karena partainya, bukan karena janji-janjinya, tapi murni karena sosoknya. Saran saya kepada anda para wanita single, carilah calon suami seperti beliau ini. Hihihi.. Aaaaahh, makin cintaaaa kepada sosok Joko Widodo! Ya suami gw juga ada mirip-miripnya sih sifatnya, cuma beda casing-an aja. Ahahaa.. #OkeGakPenting

Temennya suami gw ada yang kenal ama Pak Jokowi, dia bilang saking sederhananya beliau, bajunya semua sama, kemeja putih yang dia sering pakai itu. Di mobilnya bisa ada belasan potong kemeja putih seperti itu, sama semua. Itu sederhana atau kurang modis ya, pak? Trus, dia ngga pernah ijinin istrinya terlibat urusan pemerintahan, apalagi sampai mengambil suatu keputusan. Anaknya pun dilarang terlibat pada suatu organisasi politik dan semacamnya. Jadi memang dia pisahkan betul urusan pemerintah, pekerjaan, dan keluarga. Kereeen!! Pastinya istrinya juga keren, karena di balik pria hebat pasti ada wanita hebat juga yang menopangnya. #OkeIniSotoy

Sebelumnya gw ngga pernah tertarik mengikuti politik di Indonesia, tahun-tahun setelah gw punya KTP, gw banyak golput. Tapi sejak pilgub Jakarta kemarin, ternyata sosok Jokowi mampu menarik perhatian gw, dan jutaan masyarakat Indonesia lain pastinya. Eeeeh, koq jadi bahas ini sih.. Iya iya maaf, seperti anda ketahui saya sering hilang fokus..

Balik bahas Tidung, spot snorkeling-nya cukup oke, terumbu karangnya juga cukup berwarna-warni, ikannya ucul-ucul, bahkan di balik terumbu gw sempat liat ada bulu babi warna ungu berukuran cukup besar, diameternya sekitar 30cm. Cantiiikkkk… Gw juga sempet liat seekor ikan berwarna-warni yang sedang menjaga teritori wilayahnya, dengan angkuhnya saat ada ikan lain mendekat dia sigap mengejar ikan itu. Yeeeh, padahal kan bisa aja ikan itu cuma numpang lewat. Sayangnya lagi, kelompok kami kehabisan jatah kamera underwater. Beuuuhh.. Ntar minta beliin ah ke Om Jokowi.. *plakkk!*

_DSC7388

Icon Pulau Tidung ya pasti Jembatan Cinta-nya, yang menghubungkan pulau Tidung Besar dan Tidung Kecil. Katanya kalau ke Tidung ngga afdol kalau belum loncat dari jembatan yang tingginya sekitar 6 meter ini. Tapi agak bahaya sih, karena suka banyak kapal atau speed boat yang seliweran di bawah jembatan, makanya ama mas-mas water sport-nya kita ngga disaranin buat loncat karena katanya banyak kejadian orang pas loncat ketabrak kapal, jadi sering ada yang patah kakinya lah, tangannya lah, tulang rusuknya lah. Ceyem.. Temenya Rina juga pernah dijahit gegara pas lagi main mini donut trus kepental dan nabrak speed boat. Yasalam! Tapi dasar ini dua bocah tengil memang, mereka tetep aja luncat. Rinaaaaa, Keviiiiiiinn!!!!! *jewer satu-satu*

Jembatan yang keliatannya pendek, padahal lumejeng juga

Jembatan yang keliatannya pendek, padahal lumejeng juga..

How how, udah tertarik mengunjungi Pulau Tidung??

Segerakanlah kawan… sebelum Tidung tertimbun sampah ^^

 

Advertisements