Mengukur Batas Kemampuan di Tahura

Welkommen!

Wellkommen!

Ini pertama kalinya saya ajak anak saya Val untuk hiking.. Klo anda tanya, “Kenapa baru sekarang??”, ya masih mending daripada baru saya ajakin pas dia SMA. Iya, gak nyambung. Biarin.. Niatannya sih pengen bawa dia sesering mungkin ke alam, entah alam bawah sadar atau alam gaib. Setelah selama ini melihat kemampuan jalan dia yang mumpuni, apalagi kalo baru bangun tidur kayak powerbank baru dicharge semaleman, saya beranikan bawa dia hiking dengan trek agak jauh. Ngga jauh amat sih, cuma 2 jam. Hehe.. Agak mikir juga, kalau kejauhan ntar di tengah jalan bisa-bisa dia minta gendong. Ohnoooo!!

Setelah selama ini bosan dan mulai masuk dalam kategori muak untuk mengunjungi mall dan mall lagi, mumpung di Bandung kami kunjungi Taman Hutan Raya Djuanda atau dulu disebutnya Dago Pakar. Ini tempat saya biasa hiking semasa SD dulu. Udaranya yang sejuk, jalanannya yang udah oke, dan track hiking yang udah tertata rapi menjadi salah tiga alasan terpilihnya tempat tersebut. Jangan lupakan juga pesona Goa Jepang dan Goa Belanda yang ada di kawasan itu.

Berangkat pagi menuju Tahura, ternyata di lokasi sudah cukup banyak kendaraan terparkir dan didominasi plat B. Setelah membayar tiket masuk sebesar Rp.10.000 per orang, lalu menyerahkan tiket tersebut kepada petugas jaga, segera langkah awal kami disambut bau embun khas hutan tropis plus barisan hutan pinus yang rapi. Udara dingin sisa hujan semalam bersamamu masih terasa. Segeeeerrr!!

_DSC9670

Hutan-hutan pinus penyapa awal kami..

Udah kayak di Nami Island belum??

Udah kayak di Nami Island belum??

petunjuk arah, agar tidak tersesat di hatimu kelak

petunjuk arah, agar tidak tersesat di hatimu kelak

peta Tahura Djuanda

peta Tahura Djuanda

Tahura ini ada beberapa akses pintu masuk, yang utama yaitu yang di Dago Pakar ini, lalu ada pintu masuk dari Kolam Pakar di PLN Ciburial, dan juga ada pintu masuk dari arah Maribaya, Lembang.

img1419953665361

Track hikingnya sudah terdiri dari batu-batu dengan path yang rapi. Di sisi kiri jalan hiking, terdapat jalan berpasir khusus buat jalan kuda. Yihaaaa!!

_DSC9706

setelah menuruni tangga-tangga tadi, tiba di track hiking yang rata dan panjang ini..

_DSC9694

‘saudara jauh kita’ lhoo dibilangnya >.<“

_DSC9723

masih ngga kepingin ke sini??

_DSC9731

Val aja asik hepi-hepi huhu-haha  ^_^

Jika ada yang mengganggu mood saya saat itu hanya gaduhnya suara motor yang sesekali lewat, mengganggu ketenangan dan keademan suasana. Jadi tuh sekarang di sana tersedia ojek motor, bilamana kaum manula atau semi manula seperti saya membutuhkannya. Ataupun juga untuk menjangkau lokasi paling ujung dari Tahura ini, yaitu ke air terjun Maribaya. Yakali kalo deket, bayangin aja jalan kaki dari Dago ke Lembang! Walaupun di papan penunjuk tertulis 4,3 Km, aslinya sih sampai 6 Km (menurut mas-mas tukang ojek). Kalau jalan lewat track hikingnya bisa 5-6 jam katanya.

menara pandang

menara pandang..

Berikut ini keterangan ngutip sengutip-ngutipnya dari web resmi Tahura:

Tempat-tempat yang bisa kita kunjungi di taman hutan seluas ± 526,98 hektare ini, yaitu Curug Dago dan batu prasasti kerajaan Thailand, panggung terbuka, kolam PLTA Bengkok, monumen Ir. H. Djuanda dan pusat informasi (museum mini) Tahura, taman bermain, Goa Jepang, Goa Belanda, Curug Lalay, Curug Omas Maribaya, Panorama Alam Hutan Raya, jogging track ke Maribaya, dan Patahan Lembang.

Tempat yang paling banyak dikunjungi oleh para wisatawan biasanya adalah Goa Jepang dan Goa Belanda, karena cukup dekat dijangkau dengan berjalan kaki. Goa Jepang berada sejauh ± 600 meter dari pintu masuk Dago Pakar. Goa buatan yang dibangun pada tahun 1942 ini cukup unik karena memiliki empat pintu yang saling terhubung di dalam kecuali pada pintu kedua yang dimaksudkan sebagai pintu pengecoh. Goa milik Jepang ini dulunya dibangun oleh orang-orang Indonesia yang menjadi romusha Jepang. Goa sepanjang ± 70 meter ke dalam ini difungsikan sebagai tempat perlindungan sekaligus pusat pertahanan Jepang di Bandung utara. Di dalamnya, terdapat empat buah kamar yang dulunya dipakai istirahat panglima tentara Jepang. Untuk menelusuri ke dalam Goa ini, anda biasanya akan diminta menyewa sebuah senter seharga tiga ribu rupiah dan anda juga akan dipandu oleh pemandu. Walaupun gelap, Goa Jepang tidak terkesan angker karena Goa ini cukup bersih dan ramai dimasuki pengunjung.

Setelah menjelajah Goa Jepang, empat ratus meter selanjutnya anada akan bertemu dengan Goa Belanda. Goa Belanda berukuran lebih luas dari pada Goa Jepang. Goa peninggalan Belanda yang dibangun pada 1941 ini dulu digunakan sebagai terowongan PLTA Bengkok. Kawasan Dago Pakar dianggap sangat menarik, karena selain kawasannya yang terlindung, tempat ini juga dekat dengan pusat Kota Bandung. Makanya, pada awal perang dunia II tahun 1941, Militer Hindia Belanda membangun stasiun radio telekomunikasi. Bangunan itu berupa jaringan goa di dalam perbukitan batu pasir tufaan. Saat perang memuncak, goa ini berfungsi sebagai pusat komunikasi rahasia tentara Belanda, sedangkan pada masa kemerdekaan dimanfaatkan sebagai gudang mesiu.

Lokasi selanjutnya, yakni Curug Lalay, Curug Omas, dan patahan Lembang, lokasinya cukup jauh sehingga dibutuhkan kendaraan untuk mencapainya. Jika anda penasaran, tetapi tidak punya kendaraan sendiri, anda bisa naik ojek dengan ongkos Rp 20.000 bisa ditawar. Curug Lalay dan Curug Omas Maribaya kedua-duanya mengalir di Sungai Cikapundung. Namun, jika anda ingin sedikit berkeringat dan menyukai tantangan, maka disini juga tersedia jogging track untuk anda hingga ke Maribaya.

……………………………………………….

……………………………………………….

……………………………………………….

………………………………………………

Aku lelah……

Iya lelah! Sama kamu!! *mulai gak fokus*

Udahan dulu ya ceritanya, mata udah mulai siwer liat tulisan..

Pamit dulu ya manteman! Lanjutannya saya usahakan secepatnya 😀

Wassalam!

Advertisements

6 thoughts on “Mengukur Batas Kemampuan di Tahura

Sila Tinggalkan Jejak..

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s