Nge-BANDROS Yuuuk!

IMG_20141222_090912_1419214695444

si merah yang menggemaskan

Menilik keseriusan pemkot Bandung untuk meningkatkan segi pariwisata kota Bandung, dihadirkanlah sebuah bus tingkat wisata dalam kota yang diberi nama BANDROS, singkatan dari Bandung Tour On Bus. Awalnya saya merasa nama ini agak kurang keren karena dalam konsep saya, bandros adalah kue jajanan khas bumi Parahyangan yang terbuat dari tepung beras dan kelapa parut, dan jika ingin dinikmati dengan style manis tinggal ditaburi gula pasir di atasnya. Nyeeem! 🙂

Bandros yang berwarna merah dan mirip bus Werkudara-nya kota Solo ini diresmikan oleh Kang Emil (Ridwan Kamil) pada awal tahun 2014 kemarin. Harga tiket Bandros lebih murah daripada Werkudara, ukuran bus-nya lebih kecil, dan durasinya pun lebih pendek daripada Werkudara yang mencapai 2 jam. Jujur saya melihat sistem operasionalnya juga masih belum serapi di Solo dan jumlah armadanya pun masih kurang. *cukup sampai sini batas pembandingnya yah, karena saya tau dibanding-bandingkan itu rasanya gak enak #tsaaaah!*

Dengan armada yang hanya beroperasi 1 unit saat itu (dengan kapasitas sekali angkut max. 40 orang), alhasil saya menunggu selama 3 jam dari mulai datang sampai bisa menapakkan kaki di Bandros itu. Kata bapak penjaga tiketnya, harusnya ada satu lagi Bandros yang berwarna kuning dengan kapasitas 50 orang, hanya waktu itu sedang tidak beroperasi. 😒

IMG_20141222_090555

Saya datang bersama rombongan tante saya dan teman-temannya. Kami datang pukul 07.30, sedangkan booth tiket dibuka pukul 10.00. Terlihat beberapa orang sudah menunggu di beberapa spot tempat duduk di sekitar taman, sedangkan loketnya sendiri masih tutup. Dengan inisiatif terang-terangan, saya langsung berdiri di depan loket, ngantri menunggu loket dibuka. Tak berapa lama orang-orang yang tadinya duduk mulai ikut mengantri di belakang saya.

IMG_20141222_091050

kloter kesatu sampai ketiga udah dibooking, jadi harus nunggu yang kloter ke-4 😣

Halte Bandros tadinya ada di Taman Pustaka Bunga Kandaga Puspa (Taman Cilaki), tapi entah sejak kapan, sewaktu saya ke sana sudah dipindah jadi di Taman Cibeunying. Jarak kedua taman ini tidak terlalu jauh.. Memang tidak terlalu jauh sih, tapi bagi anda yang bukan orang Bandung, kalau ke daerah sini pasti akan bingung, saya aja yang orang Bandung suka nyasar kalau ke sini. Jalannya banyak cabangnya dan semuanya nampak mirip, belum lagi taman-tamannya yang kalau di foto bisa kita cari lebih banyak persamaan daripada perbedaannya.

Dengar-dengar malah per tanggal 3 Januari 2015, booth tiket dan haltenya akan dipindah ke Alun-Alun (depan Gedung Pendopo). Bisa terlihat kan kelabilan operasional Bandros ini?? Cukup membosankan menunggu selama itu, belum lagi kaki yang mulai pegal karena berdiri menunggu loket dibuka. Hal yang cukup menghibur selama menunggu adalah banyaknya tukang jualan di sekitar taman ini, seperti kupat tahu, bubur ayam, baso tahu, gorengan, es durian, martabak mini, dan ada beberapa penjual mainan anak. Bandung memang surganya kuliner, bahkan jajanan pinggir jalannya pun enak-enak. 😍

IMG_20141222_103249

Tapi percayalah, kekesalan saya saat menunggu tetiba lenyap saat ada seorang pemuda bertanya pada rombongan kami yang sedang mengantri, “Ini loketnya belum buka ya?”. “Belum, katanya nanti setelah rit ketiga berangkat, baru dibuka,” tante saya menjawab. “Harga tiketnya berapa ya?”, demikian pemuda tersebut lalu terlibat percakapan dengan tante saya dan teman-temannya. Saya yang berada agak di samping dan sedang asik chattingan dengan teman agak tersentak mendengar suara tersebut. “Kayaknya kenal deh ama suara itu!”, seru saya dalam hati. Saya menoleh ke asal suara tersebut, perlahan, perlahan, dan yaaaakk!!! ITU MANTAN SAYA!! ⚡⚡⚡Huwaaaaaah!!!! 😱 *pura-pura gak liat 👀*, *pura-pura sibuk mainan HP 📱*, *pura-pura jadi pohon 🌴*, *pura-pura ngga keliatan 👻*, plisss, plisssss!!!! Terlambat, dianya udah liat. Jadilah kita bersikap canggung satu sama lain dan saya lalu lupa akan kekesalan saya -_-“. Hikmahnya adalah: kalau anda kesal saat mengantri sesuatu, berpura-puralah bertemu mantan niscaya kebosanan anda akan teralihkan *plakkk!!*.

Setelah menunggu sekitar 2 jam, booth tiket akhirnya dibuka. Setelah membeli tiket, kami masih harus menunggu sekitar 1 jam lagi karena Bandros yang keberangkatan sebelumnya baru saja pergi. Berbekal tiket Rp.10.000,- kita akan diajak berkeliling kota Bandung selama kurang lebih 40-60 menit melewati sebagian jalan-jalan utama kota Bandung.

IMG_20141222_105823

jendela tempat saya melihat dari lantai 2

Rute yang saya lewati yaitu: Taman Cibeunying (Halte Bandros) – Taman Cilaki – Jl. Supratman – Jl. Diponegoro – Gedung Sate – Jl. Ir. H. Djuanda (Dago) – Jl. Wastukencana – Jl. Merdeka – Jl. Lembong – Jl. Sunda – Jl. Aceh – Jl. Banda – Jl. Martadinata (Riau) – kembali ke Taman Cibeunying. Note: selama tour tidak diperbolehkan turun di jalan, apalagi teriak-teriak udik ngga jelas dari atas bus sambil dadah-dadah. Itu namanya kam-pung-an. 😁

IMG_20141222_105700

tau kan ini gedung apa??

IMG_20141222_110935

Jl. Merdeka yang masih cukup lengang kala itu

Sangat disayangkan, guide yang menemani kami kurang memberikan informasi seputar kawasan yang dilewati. Informasinya tidak terlalu detail, misalnya hanya “Di samping kita adalah gedung Asia-Afrika yang dulu dipakai untuk Konferensi Asia-Afrika”. Yaelah mas, itu sih saya juga tau, kan ada tulisannya! 🔨 Selain itu, banyak tempat historical lainnya tidak disebutkan, misalnya hotel Savoy Homan, Hotel Preanger, gedung Pikiran Rakyat, titik nol Bandung, dll. Untungnya orangnya cukup atraktif dan humoris sehingga saya agak terhibur.

IMG_20141222_111401

Jl. Asia-Afrika.. panasnya nampolll

Saya duduk di bagian atas, dimana tantangan dan keseruan lebih terasa disini. Dahan pohon yang rendah ataupun kabel listrik yang menjuntai menjadi tantangan tersendiri. Tidak boleh lengah, bisa-bisa kepala kesabet dahan atau kabel. Mas guidenya pun dengan tak bosan-bosan akan mengingatkan ketika kita akan melintasi suatu medan yang berbahaya. Aba-aba dari ‘merunduk’ sampai ‘tiarap’ pun terlontar olehnya.

IMG_20141222_112953

Dahan-dahan ini tidak sejauh kelihatannya.. Jarak segini bisa menyambar kepala anda kalau anda berdiri

IMG_20141222_111449

Deket bangeeeet

IMG_20141222_105954

Rambut seorang anak yang sedikit tersambar ranting pohon 🙆

IMG_20141222_113622

ini anak kepalanya berapa sih? orang pada nunduk, dia malah tegak

Di bagian atas ini sebetulnya ada penutupnya jika sewaktu-waktu hujan, tapi tetap saja penutupnya tidak bisa dipasang karena akan bertabrakan dengan kabel-kabel listrik atau siap-siap menghantam ranting dan batang pohon. Ya buat apose donk kalo gitu, hiasan doank??

IMG_20141222_111820

Kabel-kabel yang juga berbahaya. Ngga banget deh, semrawut..

Setelah kira-kira satu jam berputar-putar, kami tiba di halte awal keberangkatan. Terlihat orang-orang makin ramai dan antrian semakin panjang.

IMG_20141222_113848

berasa artis, diliatin orang-orang

Sebelum kami turun, penumpang dari kloter selanjutnya yang akan naik sudah tak sabaran mengelilingi pintu Bandros. Sabar buuuu, sabar deeek, mas-mas semuaaa!! Semuanya kebagian tanda tangaaaan *dadah-dadah cantik ala Miss Universe*.

IMG_20141222_113916

Beberapa note bagi anda yang hendak mencoba Bandros:

– Pakailah sunblock karena cuaca Bandung tidak sesejuk dahulu ☀, apalagi kalau anda accidentally habis ketemu mantan 💔

– Pakailah topi 👒 karena duduk di bagian atas saat siang hari bolong itu rasanya bak ikan asin lagi dijemur di pinggir pantai di Bekasi 🐟🎏👙

– Sedia payung juga 🌂 karena saat hujan atap Bandros tidak dapat ditutup. Jika ternyata anda sudah membawa payung dan tidak hujan, pakai saja payung itu buat foto-foto dengan nuansa vintage (daripada mubazir) 💃

– Jika datang saat weekend, siapkan betis anda untuk mengantri berjam-jam. Atau anda bisa membawa kursi lipat agar bisa mengantri sambil duduk, lebih ekstrim bawa tikar 🎎 sekalian untuk berbagi tempat duduk dengan belakang anda, siapa tau tikar itulah yang mempertemukan anda dengan sang kodok jodoh 🐸💑

– Bawalah snack 🍔🍟🍡🍦🍰 dan minum sendiri 🍺🍶🍵 jika anda tidak mau anggaran untuk membeli tiket Bandros berpindah tangan ke tukang-tukang jajanan dan mainan anak

– Tetaplah bersukacita karena hati yang gembira adalah obat bagi jiwa anda 😁😄😘.

🚌Jam Operasional Bandros: hari Sabtu sampai Kamis mulai pukul 10.00 – 15.00, hari Jumat libur.

Twitter:  https://twitter.com/BusBandros ( @BusBandros)

Advertisements

Betul, Aku Merindu!

Perjalanan itu..

Saat kita memberanikan diri melangkah dari zona nyaman,

Saat kita memaksa otak untuk meng-upgrade kapasitasnya,

Saat kita membiarkan diri diliputi sensasi dari rasa penasaran,

dan lebih jauh adalah saat kita mengijinkan hal baru masuk untuk terlibat di hidup kita.

Pasrah tapi rela..

Perjalanan menjadi satu barang mewah jika kita meniupkan nyawa di dalamnya. Menjadi tak ternilai karena disusupi kenangan manis. Betul, seringkali rindu itu menyerbu, dan rasa tak biasa itu mengada. Perlahan tapi pasti rasa sayang itu tumbuh. Tak ada yang layak disesali dari sebuah perjalanan, bahkan ketika kita berada di titik terendah dari suatu perjalanan pun, mudah saja bagiku untuk mensyukurinya.

Dan kini pun, debur kerinduan itu bergemuruh di dadaku.

Menarikku kembali ke pusat ingatan itu,

menghempasku dalam kenangan manis.

Tak kuasa, aku pun kegirangan menelaah tiap sisinya.

Kemarilah, duduk di sampingku..

Biar kita menjejak kembali waktu yang telah kita nikmati lalu.

Seperti sepenggal lirik lagu yang kita nyanyikan bersama dan saat ini terus terngiang di kepalaku:

“Kamu sangat berarti, istimewa di hati,

S’lamanya rasa ini..

Jika tua nanti kita t’lah hidup masing-masing,

Ingatlah hari ini..”

 

NB: dedicated for DDCPK (Dewi-dewi Cantik Perut Karet).. Thanks for coming and being a part of my colorful life *ketjup basah satu-satu* ❤