Archive for March, 2015

_DSC9799

Mari ikut menyusur kembali ingatan di otak saya, secara kunjungan saya ke Museum Geologi ini sudah hampir 4 bulan yang lalu. Emang masih inget bu?? Hahaaa.. Terus kenapa judulnya napak tilas? Menurut analisis saya, napak tilas yaitu menilik kembali suatu kejadian yang telah terjadi, lalu dihubungkan dengan kenyatan di masa kini. Betul itu teori sotoy ala saya sendiri :P. Maafkan..

Aaaaah, udah lama baru ke museum lagi. Terakhir kali ke museum waktu menyambangi museum-museum di TMII sekitar 2 tahun lalu. Perlu lebih sering nampaknya, supaya otak lebih ternutrisi maksimal. Cus aaaah!! 🏃

_DSC9801

Museum Geologi didirikan pada tanggal 16 Mei 1928. Museum ini telah direnovasi dengan dana bantuan dari JICA (Japan International Cooperation Agency). Setelah mengalami renovasi, Museum Geologi dibuka kembali dan diresmikan oleh Wakil Presiden RI, Megawati Soekarnoputri pada tanggal 23 Agustus 2000. Sebagai salah satu monumen bersejarah, museum berada di bawah perlindungan pemerintah dan merupakan peninggalan nasional. Dalam Museum ini, tersimpan dan dikelola materi-materi geologi yang berlimpah, seperti fosil, batuan, mineral. Kesemuanya itu dikumpulkan selama kerja lapangan di Indonesia sejak 1850. – dikutip dari Wikipedia.

_DSC9803

Counter tiketnya ngantriiiii..

Saat saya kesana, situasi museum cukup ramai oleh pengunjung yang kebanyakan anak-anak beserta orang tuanya, ditambah saat itu sedang long weekend. Museum ini menjadi salah satu wisata sejarah & wisata budaya unggulan di Bandung, selain karena tiket masuknya yang murah, parkirnya yang luas, kondisi gedung yang sudah direnovasi, koleksi museumnya pun cukup lengkap dan informatif.

_DSC9805

_DSC9798

Museum Geologi terbagi menjadi beberapa ruang pamer yang menempati lantai I dan II. Berikut ini merupakan ruangan-ruangan yang berada di kedua lantai museum tersebut beserta fungsi dan isi dari masing-masing ruangan. Konsentrasi yah, kalau tidak anda bisa tersesat saat saya menjabarkan penjelasan ruangan-ruangannya, karena saya pun berkali-kali harus membaca ulang saat mengetiknya dan tak jarang jadi bingung sendiri. Hahaaa.. 😂 Plisss konsentrasi, aku ngga mau kamu tersesat lalu tak tahu arah jalan pulang. Bhahahahaaa.. Kalau butuh bantuan, cukup panggil namaku 3 kali. Iya, 3 kali 24 jam tamu harap lapor! Hadeeeh, fokus ter, fokus!! 👌

Lantai I

Terbagi menjadi 3 ruang utama:

  • Ruang Orientasi (di bagian tengah)

Di Ruang Orientasi ini terdapat counter pelayanan informasi, counter pendididkan & pelatihan, serta peta geografi Indonesia yang terbentang lebar di dinding. Bentukannya bukan hanya gambar saja macam di atlas, tapi ada efek timbul-timbulnya gitu. Aduh apa sih bahasanya?? Topografi bukan? Atau relief yah? One of expert travel blogger, please help me.. Semoga anda menangkap maksud penjelasan saya 😝.

_DSC9808

Waowwww!! Nah, peta yang di dinding belakang itu tuh yang ada efek-efek timbulnya..

  • Ruang Sayap Barat
Display barang-barang di kaca, lengkap dengan penjelasannya dan behind the story-nya pada dinding

Display barang-barang di kaca, lengkap dengan penjelasannya dan behind the story-nya pada dinding

Ruangan ini dikenal sebagai Ruang Geologi Indonesia, yang terdiri dari:

Galeri Asal Mula Bumi menyajikan gambaran sistem tata surya yang terbentuk sekitar 4,6 milyar tahun yang lalu, juga ada beberapa koleksi meteorit yang pernah jatuh di Bandung, Banten, Cirebon, Prambanan, Rembang, Madiun, Pasuruan, dan Temanggung.

Galeri Sumatera menyajikan sesar Besar Sumatera dengan aktivitas tektonik yang membentuk Ngarai Sianok.

Galeri Kalimantan menunjukkan proses pembentukan batubara dan intan.

Galeri Maluku memiliki contoh batuan dari dasar Laut Banda pada kedalaman 14,5 meter dan 29 meter.

Galeri Jawa & Nusa Tenggara antara lain menyajikan stalaktit dan stalagmit dari Gua Inten, Karangbolong, Jawa Tengah.

Galeri Sulawesi menjelaskan proses terbentuknya Pulau Sulawesi. Sisi sebelah barat pulau berbentuk K besar ternyata berasal dari Pulau Kalimantan yang terlepas karena pergerakan lempeng sekitar 50-20 juta tahun lalu.

Galeri Papua memiliki beberapa koleksi tembaga dari bumi Papua.

Galeri Survei Geologi menampilkan koleksi alat dan bahan yang digunakan dalam penyelidikan dan penelitian geologi seperti peta topografi, citra satelit, serta peralatan lapangan seperti kompas, palu, dll.

Galeri Gunung Api Indonesia menjelaskan gunung api dan berbagai hal yang berkaitan dengannya seperti lava, magma, hingga jalur tektonik seperti Jalur Mediteran dan Jalur Lingkar Pasifik, serta Lempeng Indo-Australia maupun Lempeng Eurasia. Juga ditampilkan contoh-contoh batuan hasil letusan gunung api 🗻.

Galeri Batuan dan Mineral menampilkan ragam koleksi batuan, dikategorikan sebagai batuan beku (contoh: andesit yang banyak digunakan untuk memahat arca), batuan sedimen (batulempung, batugamping, batubara), batuan malihan (marmer).

  • Ruang Sayap Timur

museum Geologi1

Dikenal sebagai Ruang Sejarah Kehidupan. Ruangan ini menggambarkan sejarah pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup dari masa dimana makhluk hidup yang paling primitif pun belum ditemukan, hingga ke era modern.

Galeri di ruangan ini terdiri dari:

Vertebrata Indonesia menampilkan koleksi fosil vertebrata seperti gajah purba 🐘 (Stegodon trigonocephalus, Sinomastodon bumiayuensis), badak (Rhinoceros sondaicus), kuda nil (Hexaprotodon simplex), kerbau purba (Bubalus palaeokerabau), kura-kura raksasa (Geochelone atlas / Colossochelys atlas) yang hidup 2 juta tahun lalu.

museum Geologi5

fosil gajah purba dan buaya moncong panjang

_DSC9847

Val serius liatin fosil tempurung kura-kura purba raksasa

Galeri Mesozoikum menampilkan replika fosil T-rex dan cetakan kaki Tyrannosaurus. Cetakan kaki ditemukan ahli paleontologi Inggris, Phil Manning, pada tahun 2007 di Hell Creek Formation, Montana (negara bagian Amerika, berbatasan dengan Kanada).

museum Geologi3

T-Rex!!! WRAAAARRRR!!!!

_DSC9831

cetakan kaki Tyrannosaurus 👣. Serius amat Val liatinnya? Takjub yah??

Galeri Manusia Purba merupakan ruang khusus koleksi fosil manusia purba yang ditemukan di Indonesia. Sebagian besar fosil yang ditemukan di Pulau Jawa, terutama di sepanjang daerah aliran sungai Bengawan Solo yang mengalir dari sumbernya di Gunung Lawu, Jawa Tengah, hingga bermuara di Laut Jawa, utara Gresik, Jawa Timur.

museum Geologi2

Awalnya Val bilang ini monyet. Hahaaa.. Yaemang mirip sihhh.. 🐵

Beberapa lokasi situs manusia purba yang telah dikenal dunia:

1. Trinil – 11 km di barat kota Ngawi, Jawa Timur, merupakan lokasi penemuan fosil Pithecanthropus Erectus pertama pada 1891 oleh Eugene Dubois, ahli anatomi dan orang pertama yang melakukan ekskavasi fosil di Indonesia.

_DSC9846

2. Ngandong – sekitar 130 km di sebelah barat Semarang. Penggalian yang dilakukan sejak 1930-an telah mengangkat ribuan fosil vertebrata dan 11 tengkorak / fragmen manusia purba. Banyaknya penemuan fosil vertebrata melahirkan dugaan bahwa Blora Selatan pada zaman Pleistosen adalah savana yang dilewati Bengawan Solo Purba.

museum Geologi (2)

3. Sangiran – dikukuhkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO (1996), terletak 15 km utara Solo. Ekskavasi Sangiran pada mulanya dilakukan oleh R.G.H. von Koenigswald (1936-1941). Salah satu yang menjadi icon dari situs di Sangiran ini adalah fosil tengkorak Homo Erectus berusia sekitar 700.000-800.000 tahun.

_DSC9839

fosil tengkorak Homo Sapiens & Homo Erectus paling lengkap yang pernah ditemukan

Galeri Bandung menampilkan berbagai bukti bahwa Bandung dulunya adalah danau yang luas. Bukti-bukti tersebut antara lain: penampakan morfologi yang berbentuk cekungan dan terisi oleh batuan dengan ciri khas endapan danau, serta ditemukannya fosil ikan air tawar. Fosil ular 🐍 dan ikan 🐟 yang ditemukan pada lapisan tanah bekas Danau Bandung serta artefak diperagakan dalam bentuk aslinya.

museum Geologi1 (2)

_DSC9833

Woowww.. Cangkang kerang purba raksasa ini satu dari sekian banyak hal yang saya lihat dan membuat saya ber-WOWria-udik-sendiri.. 🐚

———————————- batas penjelasan lantai I sampai disini ———————————-

Gimana, udah cukup pusing?!? Hebat kan penjelasan saya?? Lengkap dan detail..  Yaeyalah, dapet ngutip. Hahahaaa.. Dengan situsi pengunjung yang padat saat itu, cemana hendak membaca penjelasannya secara seksama satu persatu cobaaa?? #alasan 😁

Kita mulai kembali kepusingan selanjutnya di lantai II.. Here we go!

Lantai II

Beranjak ke lantai 2, setelah naik tangga kita dihadapkan dengan 3 ruangan utama:

  • Ruang Barat dipakai oleh staff museum sebagai kantor. Udah gitu doank penjelasannya, karena nama-nama staffnya, jabatannya, statusnya, atau ukuran celana & sepatunya saya ngga tau 🙅.
  • Ruang Tengah yaitu ruang Geologi Untuk Kehidupan Manusia. Setelah menjejak ke ruang tengah ini, suasana remang menyambut karena memang ruangan ini di-design lebih temaram dan lebih dingin. Lumayan buat ngadem, setelah di lantai bawah berpeluh-peluh dengan sejuta umat. Ruangan ini terdiri dari:

Galeri Pemanfaatan Batuan dan Mineral

_DSC9863

Berisi berbagai macam contoh batuan, termasuk batuan yang menjadi bahan baku mentah batu cincin yang lagi booming sekarang. Iya, yang kamu pakai itu lhoooo 💍..

museum Geologi (3)

Eksplorasi dan Eksploitasi menyajikan display maket pertambangan emas terbesar di dunia, yang terletak di Irian Jaya. Selain itu terdapat maket Tambang terbuka Grasberg, serta bekas Tambang Ertsberg di sebelah tenggara Grasberg yang ditutup pada tahun 1988. Beberapa contoh batuan asal Irian Jaya (Papua) tertata dan terpamer dalam lemari kaca di sekitar maket.

grasberg

Gambar pinjeman milik seorang teman

Yang menarik perhatian saya adalah sebuah slideshow tambang emas Freeport di Irian, dimana disitu diceritakan secara garis besar bagaimana cara kerja pertambangan dan pengolahan setelahnya. Ini merupakan salah satu geowisata di Indonesia yang menarik untuk dikunjungi.

freeport

Lagi-lagi, dapet minjem dari temen. Hehe.. Keren, kayak di luar negeri

10806309_10204577678115884_5215313486433632731_n

Someday, I’ll be there.. Bumi Cenderawasih 😍

Mineral dalam Kehidupan Sehari-hari menyajikan asal-usul berbagai peralatan yang digunakan sehari-hari, seperti piring, gelas, cangkir, kaca lemari yang berasal dari mineral kuarsa. Di bagian lain ada panci, rantang, ketel yang berasal dari mineral bauksit. Di bagian lain lagi ada sendok, garpu, dan pisau 🍴 yang berasal dari mineral nikel. Di sisi lain ada tabung gas dan kompor yang berasal dari mineral besi/baja.

museum Geologi4

Bahan Galian Komoditas Nasional berisi miniatur menara pemboran minyak dan gas bumi, juga ada peragaannya di sini.

Gempa Bumi dan Gerakan Tanah disini terdapat slideshow bagaimana terjadinya gempa bumi dan tsunami 🌊. Cukup atraktif dan mudah dipahami penjelasannya.

Bahaya dan Manfaat Gunung Api menjelaskan bagaimana proses terbentuknya gunung api, proses pembentukan magma, proses meletusnya, lengkap dengan lahar yang menyembur. Slideshow-nya menarik, ditambah ada efek-efek suaranya. Seruuu..

museum Geologi (4)

Salah satu ‘korban’ semburan lahar gunung berapi. Barang-barang displaynya mirip dengan yang di Museum Gunung Merapi di Kaliurang, Yogyakarta

Air dan Lingkungan secara umum menjelaskan tentang air, hujan, dan banjir. Sejujurnya saya tidak terlalu concern waktu di bagian ini. Hehehe..

banjir

salah satu penjelasan di dinding

  •  Ruang Timur Terbagi menjadi 7 ruangan kecil, yang secara garis besar semuanya memberikan informasi tentang aspek positif & negatif tataan geologi bagi kehidupan manusia, serta pengaruh lingkungan terhadap kelestarian sumber daya tersebut, khususnya di Indonesia. Di ruangan ini pun saya tidak terlalu concern, maafkan saya. Hihihiiiii.. Sudah agak bosan :P.

———————————- batas penjelasan lantai II sampai disini ———————————-

museum Geologi

kita foto-foto aja lah yaaa..

_DSC9896

ijin ikut nampang ah. Hihihiiii..

Saya selalu bersemangat untuk mengunjungi museum, karena saya seperti dibawa pada suatu masa yang berbeda hanya dengan melihat gambar atau barang-barang yang ada di dalamnya. Memang sih rerata museum auranya ngga enak, berasa mistis gitu, apalagi kalau museum tentang perjuangan yang terdapat barang-barang sisa export perjuangan 👻, tapi dari situlah kita dapat menyelami banyak hal.

Mungkin suatu saat saya perlu membuat Museum Hati Yang Pilu 💙 agar kamu dapat menyelami banyak hal di kedalaman hati saya serta mengenang getir & peluh di perjalanan kita. #Laaaaah?!? 😂

—————————————- batas kegalauan hati —————————————-

Perangko Museum Geologi.. Pic taken from here

Perangko Museum Geologi.. Pic taken from here

Alamat:  

MUSEUM GEOLOGI
Jl. Diponegoro No.57
Bandung 40122
Telp. 022-7213822

Jam Kunjungan:
Senin-Kamis 08.00-16.00
Sabtu-Minggu 08.00-14.00
Jumat dan Libur Nasional Tutup

_DSC9804

Pahatan singa dari batu.. Kalau buat batu cincin cucok nih keknya

Tiket:
Pelajar/mahasiswa Rp 2.000
Umum Rp 3.000
Asing/pelajar asing Rp 10.000

Referensi:

– Tulisan disadur dari berbagai sumber dan diedit sendiri sesuka hati 😜

– Pic: Dok Pribadi, beberapa lagi pinjeman

Saya pamit dulu yaaaaaah.. Makasih udah mampir! MERDEKA!!! 😊

 

“Travel while you’re young and able. Don’t worry about the money, just make it work. Experience is far more valuable than money will ever be..”

#reblogged #LatePosting banget. Hahaaa.. Well, better late than never right? Enjooooyy..

Langkah Dewi

1

GRASINDO dan sembilan belas pejalan perempuan yang menamakan dirinya #LangkahDewi mempersembahkan sekumpulan cerita perjalanan dalam sebuah buku berjudul Rumah adalah di Mana Pun yang akan segera terbit pada 17 Maret 2014 di seluruh toko buku GRAMEDIA Indonesia.

Follow @LangkahDewi

Like Langkah Dewi on facebook

langkahdewi@gmail.com

View original post

_DSC7659

Berdasarkan kesotoyan gw yang agak maksa, nekatlah gw menulis postingan ini. Gw bilang nekat karena pada dasarnya gw bukanlah food blogger sejati, gw hanyalah blogger ala-ala yang random tapi maksa pengen bahas kuliner. Fiyuhhhh.. Susah juga yah, secara kalau menilai makanan paling gw bisanya bilang ENAK dan ENAK BANGET. Udah itu aja.. Penjabaran lebih lanjutnya perlu gw renungin dulu 1 bulan purnama. Emang beda ya, 1 purnama di Jakarta dan di New York?? *ngomong ala Cinta yang baru ketemu Rangga setelah ditinggal 12 tahun*. Aaaaah, apalah artinya ditinggal Rangga kalo bibir loe udah dicium Nicholas Saputra, Cyiiiiinnn?!?

Gw tuh emang dasarnya hobi ngemil dan sukanya jajan yang mang-mang pinggir jalan gitu dari kecil. Jadi dulu pas SD kalo pulang sekolah, hobi gw nongkrong di depan rumah buat nungguin tukang yang lewat. Tukang apapun! Tukang batagor lah, harumanis, bakso tahu, bakso cuankie, es puter, dan kawan-kawannya. Hampir setiap tukang sering gw panggil, ampe mang-nya apal. Kalo gw ngga manggil, dia yang sngaja bunyi-bunyiin kentongan, minta keberadaannya diakui. Kebiasaan itupun berlanjut sampai sekarang. Plisss jangan tanya umur gw. Dan anehnya, gw ngga terlalu suka ngafe. Emang nalurinya udah terpaut ama abang-abang kali ya. Jarang deh gw nongki di café. Menurut gw nanggung kalo ngafe, mending skalian makan berat. Hakhakhakkk..

Nah pas ke Bogor waktu itu, mampirnya gw ke PIA Apple-pie juga hanya karena penasaran aja soalnya banyak yang bilang enak. Agak males sebenernya karena dalam bayangan gw disana cuma sedia kue-kue dan camilan manis doank. Perut gw apa kabar ntar?

_DSC7672

Café yang beralamat di Jl. Pangrango No.10, Bogor ini menawarkan suasana yang homey karena memang tadinya ini rumah tinggal yang lalu dibikin café-cafean. Tempatnya cukup nyaman, di bagian depan ada tempat lesehan untuk leha-leha ala di rumah, lengkap dengan mejanya. Begitu masuk ke bagian dalam, etalase berisi berbagai macam cheese cake segera menyambut.

~

anak ini hobinya liat makanan, gak jauh-jauh dari gw -_-

Masuk lebih jauh lagi, etalase lain berisi aneka macam pie berjajar rapi. Warna-warni dari pie yang dipajang menarik sekali memang, diantaranya ada strawberry pie, black chocolate pie, cheese pie, chicken pie, black coffee pie, black russian pie, blueberry pie. Nomnomnom..

_DSC7666

Di bagian dalam terdapat kursi dengan sofa-sofa empuk, dihiasi gambar-gambar pohon apel di sekeliling dindingnya. Dan ternyata menu yang ditawarkan ngga hanya seputar dessert, tapi lumayan banyak juga pilihan main course-nya. Camilan tradisional seperti bandrek atau bajigur pun ada, lengkap dengan pisang rebus dan kacang rebusnya. Menu main course ala western dan Indonesia pun tersedia. Gw pesen bandrek 1 set, mie kocok, es puter, dan nasi panggang. Rasa-rasanya sih lumayan, kecuali mie kocoknya. Gak recommended klo kata gw. Rasanya sangat diluar ekspektasi. Paling enak sih nasi panggangnya.

_DSC7665

es puternyaaaaa..

_DSC7663

ini namanya bukan nasi panggang sebenernya, gw lupa apaan.. Tapi yang pasti ini enak, harganya klo gak salah Rp. 35.000,-an

Selain itu yang wajib dicoba udah pasti apple pie-nya. Gw lumayan suka sih ama apple pie-nya *ah elu mah apa sih yang gak suka??* karena tart-nya itu luarnya garing walau gak terlalu crunchy, tapi dalemnya lembut. Filling apple-nya juga ngga terlalu giung, aroma cinnamon-nya pun berasa walau ngga berlebihan ampe nutupin aroma si apelnya. Lapisan kue diatasnya renyah *eh apa sih bahasanya? Renyah sih kek kripik donk ya*. Pokoknya kering tapi lembut gitu deh. Ngiler ngga sih loe bayanginnya? Kayaknya yang ada loe kebayangnya kanebo kering yang ditaro apple jam diatasnya :P.

_DSC7678

Haaaaah, susaaaah! Milih kata-kata yang tepat untuk melukiskan suatu makanan itu susah buat gw. Cemana donk, emang gak bakat jadi food blogger keknya gw, cocoknya food lover :D. Udah ah, kasian otak gw diforsir.

Oya, pienya ini ada yang ukuran, kecil, sedang dan besar. Bentuknya ada yang bulat, lonjong, dan hati. Range harganya Rp.30.000,- s/d Rp. 70.000,- an. Masih cukup oke untuk menjaga keutuhan duit traveling belanja bulanan. Hihihiiii..

Sekian dan wassalam! ❤

IMG_20150103_105609

Pantai Seruni, D.I.Yogyakarta

Kesan pertama yang terlontar saat saya kesini adalah, “Ajegileeee, off road gini jalannya!!!” Batu-batuan plus tanah merah langsung menyambut, sesaat setelah kita belok di pertigaan jalan dengan arah yang mau ke Pantai Pok Tunggal.

Pantai Seruni ini terdapat di Yogyakarta, tepatnya di Gunung Kidul, sebelah timurnya Pantai Pok Tunggal. Nah kan, bingung timur itu sebelah mana?!? SAMA! Kalau nanya arah ama orang Yogya, seringkali dijawabnya pakai arah mata angin, dan sekonyong-konyong kepala saya jadi tambah nyut-nyutan.

IMG_20150103_101240

Welcome to the jungle!!!

Untuk menuju sini bisa memakai kendaraan umum yang ke arah Wonosari, ataupun memakai motor / mobil pribadi. Selanjutnya ikuti petunjuk arah ke daerah Tepus, atau lebih gampang cari petunjuk ke arah Pantai Pok Tunggal karena Seruni dan Pok Tunggal sebelah-sebelahan. Perjalanannya dapat ditempuh sekitar 2 jam dari kota Yogya.

Pantai yang masih belum terlalu terekspose dan gak seterkenal tetangga-tetangganya seperti pantai Indrayanti, Krakal, atau Pantai Drini ini menawarkan scenery yang cukup oke sebenernya. Walau pantainya tidak berpasir putih banget (agak-agak cokelat), tapi keunikan pantai ini tidak bisa diabaikan. Saya sih yakin ke depannya pantai ini pasti akan cukup dikenal dan menjadi objek wisata andalan juga.

Akses jalan yang masih belum terlalu baik menjadi salah satu kendala. Selain jalanannya yang off road tadi, beberapa kali juga kita harus melewati perladangan dan bukit-bukit batu. Dari jalanannya yang masih belum baik, terlihat bahwa pemerintah daerah sana belum seserius menggarap pantai ini dibanding dengan pantai sebelah-sebelahnya.

IMG_20150103_102228

Parkiran yang saat itu sangat lengang

Setelah tiba di parkiran, kita masih harus jalan sekitar 250 meter untuk mencapai bibir pantai. Kenapa harus jalan? Karena dari parkiran itu jalannya cukup curam dan lebih berbatu, sehingga dikhawatirkan mobil tidak akan bisa nanjak untuk jalan pulangnya.

IMG_20150103_102248

Itu pantainyaaaa!!!

IMG_20150103_102301

Harus jalan dulu..

IMG_20150103_102456

Becyekkk..

Apalagi saat itu tanahnya agak basah sehingga sudah pasti licin. Jenis tanahnya juga kayak semacam tanah liat gitu. Ria yang memakai sandal flat, setelah jalan melewati track itu jadi seperti memakai platform karena tanahnya pada nempel di sandal. Hahaaaa.

Jpeg

Udah deket..

Jpeg

Kenapa bu?? Hahaaaa..

Sebenernya saya merasa agak salah timing pas ngetrip ke Pantai Seruni ini. Ya begemana, pas siang hari bolong! Panasnya ngga nanggung! Mata kayak susah ngebuka lebar karena kita harus memicingkan mata *bahasa apa sih ini* saat melihat sekeliling.

IMG_20150103_103100

Sampaiiiiii..

Kalau di Pok Tunggal yang menjadi ikon adalah Pohon Duras-nya, kalau di Seruni adalah air terjun kecil yang seakan memancar dari tebing. Posisi air terjun ini di sebelah timur pantai, dimana untuk ke air terjun ini kita harus berjalan melewati karang-karang besar. Tepat di bawah air terjun ini ada goa kecil. Sayangnya kita tidak bisa terlalu mendekat kesana karena air sudah mulai naik dan menutupi jalannya. Katanya sih air terjun ini buatan, tapi ada yang bilang juga ngga. Entahlah. Hanya Tuhan yang tahu..

IMG_20150103_103311

Karang-karang besar di pinggir pantai

IMG_20150103_104307

Itu air terjunnyaaaa.. Kliatan ngga? Haaah, engga???

IMG_20150103_103438

Itu lhooooo, masih ngga kliatan?? Yasalam!

IMG_20150103_103457

INIIIIIIIIIHHH… Kecil banget yah? Hahaaa memang..

Ada keunikan lain yang saya temui, yaitu banyaknya gerombolan kupu-kupu di sekitar pantai. Baru kali ini saya menemukan pantai dengan banyak kupu-kupu. Sepintas kawanan kupu-kupu kuning tersebut tidak terlihat, tapi saat kita melangkah ke bebatuan tempat mereka bertengger, kupu-kupunya baru pada terbang.

Jpeg

Di batu-batu ini banyak gerombolan kupu-kupu bertengger..

IMG_20150103_105306

Tuuuuuh!!! Lihat ngga, pada berterbangan??

Suasananya yang masih sepi dan tenang menjadi nilai plus tersendiri. Saat saya kesana, hanya ada sekelompok pemuda yang sedang camping di pinggir pantai, selebihnya hanya penduduk lokal yang membuka warung-warung sederhana di sekeliling pantai. Tidak ada pengunjung lain lagi. Baru selang sejam-an, datang gerombolan lain.

IMG_20150103_104147

Sepiiiii dan damaiiiii..

Cukup kontras sih kalau dibandingkan pantai lain di sekitarnya dimana disana dipadati turis-turis lokal, sedangkan yang ke sini bisa dihitung jari. Justru karena sepi inilah maka sampah pun jarang, paling-paling sampah organik seperti daun-daunan atau akar pohon, jarang saya temui sampah plastik.

IMG_20150103_110151

Ada gerombolan kupu-kupu lagi. Kliatan ngga?

IMG_20150103_110305

Haaah, ngga??? Nih di-zoom!

Lucunya lagi, pasir di pantai ini ada yang warna putih kecoklatan dan ada yang berwarna hitam. Entah kenapa bisa begitu..

IMG_20150103_105254

Ini bukan lagi pamer sepatu ceritanya..

IMG_20150103_110333

pasir hitamnya.. yang sejujurnya menimbulkan kesan jadi kotor 😛

 

img1425271573591

Bonus kiss from DDCPK. Udah mual-mual belum setelah lihat foto kita?? Bhahahaa..

Cukup seru kan ke Pantai Seruni ini?? Kalau ke daerah Gunung Kidul, mampir-mampirlah kemari.. Katanya di sini pun merupakan salah satu spot terbaik untuk menikmati sunset. Berhubung waktu itu kita ngejar tempat lain, jadi kita ngga sampai sore disana. Eik pamit yaaaa..

Salam Super!