Archive for June, 2015

Hiyaaaaah, udah mau akhir Juni aja!! Sementara belum ada satupun tulisan terposting bulan ini. Yasalam! Kita bahas perjalanan gw ke Sentul beberapa bulan lalu aja yah. Hahaha udah basi yah.. Biarin!

————————————————————————————————–

Waktu itu, dari seorang kawan, saya dapatkan info bahwa di daerah Sentul ada kolam pemandian air panas, namanya Tirta Sanita. Setelah dia pulang dari sana, dia secara pribadi dengan jujur bilang tidak merekomendasikan tempat tersebut.

Alasannya karena Tirta Sanita dipakai lebih ke arah terapi air belerangnya. Katanya juga masih bagusan Sari Ater / Ciater atau pemandian air panas di dekat Tretes, dan airnya kurang panas jadi kurang nampol. Hahahaa macam opa-opa rematik aja dia.. Tapi dia bilang ada satu lagi kolam pemandian air panas dan kata orang-orang lebih bagus, hanya waktu itu dia ngga ke yang satunya lagi. Mungkin udah trauma akut dengan kolam yang sebelumnya.

Berbekal ingatan itu, saya coba searching pemandian yang satunya lagi dan dapatlah namanya. Giritirta Hot Spring Resort & Spa! Sebenernya masih ada satu lagi pemandian air panas di daerah Sentul yaitu Gunung Pancar, tapi yang paling bagus diantara ketiganya sih Giritirta. Konon katanya..

Untuk gampangnya, kita jadikan Jungle Land sebagai patokan. Keluar di Gerbang Tol Sentul City, belok kiri dan teruuuuus aja sampai ketemu Jungle Land. Lalu dari Jungle Land belok ke kanan, terus ikuti jalan besarnya. Jalanan sampai ke Jungle Land sih enak banget, besar & mulus kayak paha Agung Hercules. Setelah Jungle Land-nya ini, jalanannya menyempit sehingga hanya muat dilewati 2 mobil, itupun pas-pasan. Di beberapa tikungan malah hanya muat satu mobil dan satu motor sehingga harus ganti-gantian dengan mobil yang dari arah berlawanan.

Awalnya agak ragu juga kesana, karena dari review beberapa orang dibilang kalau jalan mau masuk ke Giritirta-nya itu rusak parah. Berbatu-batu, licin, dengan tanjakan dan tikungan tajam. Sempat kepikiran juga untuk ke Gunung Pancar aja, tapi pas di jalan koq liat banyak banget motor yang konvoi ke arah Gunung Pancar. Wah bisa jadi cendol nih ntar. Akhirnya kita nekad aja ke Giritirta. Urusan jalanan rusak, serahkan pada semesta..

Setelah jalan agak lama dan tanya sana-sini, sampailah kita di percabangan jalan ke Giritirta. Patokannya, dari jalan utama ada belokan serong ke kanan, tepat di sebelahnya bengkel (cuma satu-satunya bengkel di daerah sana). Sedangkan kalau ke Gunung Pancar masih lurus terus dari jalan utama itu. Orang bengkelnya pun bilang, jalannya rusak parah dan sayang mobilnya kalau mau maksa lewat. Lah, piye?? Trus disarankan untuk parkir mobil di sebuah lahan parkir warga, trus ke Giritirta-nya……………………. jalan kaki. Ehmmm..

Gw yang setelannya udah mau berendam dan pakai hot pants jadi risih sendiri karena harus jalan lewat perkampungan, lewatin rumah-rumah warga. Hahaaa.. Akhirnya gw ganti dulu celana panjang di mobil, daripada ntar semesta gonjang-ganjing. Kita dianter oleh seorang bapak dimana kita menitipkan mobil di lahannya dia. Di sebelah kita ada satu mobil yang udah parkir duluan. Sempet ragu, beneran gak nih orang? Aman gak ya? Jalanannya beneran rusak ato kita dikibulin?!? Keresahan dan pertanyaan-pertanyaanย itu saya tinggalkan saja di mobil bersamaan hot pants yang saya ganti. Dan keputusan gw ganti celana tepat, karena kita harus semi tracking dulu melewati jalan setapak, ilalang, rumput liar, dan nyebrangin sungai. Mamah udah takut aja kita dibawa kemana. Aaah mamah sih nontonnya sinetron mulu..

image

image

image

image

Ngga terlalu lama jalan, cuma sekitar 20 menit, kita udah sampai. Bagus koq, rapi tapi tetap terlihat alami. Di halaman parkirnya terlihat sebuah mobil yang bannya telah dimodifikasi dengan ban mobil off road (ini mobil khusus antar jemput pengunjung Giritirta ternyata), lalu percayalah saya bahwasanya jalan ke sini memang jelek dan rusak parah.

image

Tangga-tangga untuk ke bagian reservasi

image

Bagian reservasinya.. Lobbynya yang sangat terbuka ini dikelilingi pemandangan hijau-hijau

Setelah ke bagian reservasi, nanya-nanya, pilah-pilih paketan berendamnya, deal, kita segera diantar ke ‘bilik rendam’ kita. Pertama lihat, imajinasi saya langsung teringat dengan Ofuro, kolam berendam air panas ala Jepang. Miriiiippp.. Dan memang kebanyakan yang datang ke sini adalah turis Jepang dan Korea. Mobil yang sebelumnya sudah terparkir di sebelah mobil kami pun ternyata mengantar satu keluarga Korea.

Kolam dengan kedalaman sekitar 80 cm dan kapasitas tinggi air 50 cm itu, dikelilingi batu-batuan alam, lengkap dengan pancuran air panas yang katanya langsung dari sumber mata air, serta ada pancuran air dingin di sebelahnya. Tempat ini lebih private karena tiap kolam dikelilingi penutup dari bilik bambu.

image

image

Di bilik saya ini terdapat satu kolam rendam, satu gazebo, dan pancuran untuk bilas. Dapat juga handuk, baju untuk berendam, serta welcome drink. Paketan yang saya pilih harganya Rp.250.000,- untuk 4 orang. Ada juga paketan yang lebih murah, tanpa gazebo di dalamnya. Yang lebih murah lagi juga ada, tapi tidak private karena digabung dengan pengunjung lainnya.

image

image

Abaikan saja aktivitas pada gambar di atas, fokus pada gazebonya ๐Ÿ˜€

image

Gambar sengaja dibuat sangat blur, untuk menjaga ketenangan semesta. Harap maklum..

Durasi berendamnya hanya diperbolehkan 1 jam. Awalnya saya pikir bentar banget nih mas-nya ngasih waktu *pikiran emak-emak yang ogah rugi*, tapi ternyata durasi itu sudah diperhitungkan oleh pengelola. Belum satu jam berendam saya sudah keluar dari kolam. Selain karena merasa kepanasan, muka mulai merah, kepala pun mulai pening karena kelamaan menghirup uap panas.

Di Giritirta pun tersedia hotel dalam bentuk bungalow / villa dengan rate beragam. Cocok untuk liburan dengan keluarga besar. Libur Lebaran kesini lagi aaaaaaahh..

image

contoh bungalow 2 tingkat..

image

image

Kamar di lantai 2.. Harap abaikan model pada gambar

image

Sedikit info, Giritirta juga menyediakan jasa penjemputan. Ada 2 titik point penjemputan, yang pertama yaitu ke persimpangan jalan yang sebelah bengkel tadi (dimana dari sini dimulainya off road moment) dan yang kedua ke Giant yang terletak sebelum Jungle Land. Charge penjemputannya, yang pertama Rp.50.000,- /mobil/ 1x jalan dan yang ke Giant Rp.150.000,-.

Saya suka tempatnya, saya suka pemandangannya, saya suka kolam berendamnya, saya suka bungalownya, Saya suka fasilitasnya, saya suka makanannya (rasa cukup oke dan harga masih masuk akal), hanya akses jalannya yang perlu diperbaiki.

image

Seger kaaaaann..

Thanks Auza San infonya.. Isshouni ikimashou.. โ€ข^^โ€ข