Sahabat Dalam Kisahku

Posted: August 4, 2015 in Journey of life
FB_IMG_1438660633670

Michelle in memoriam.. pic from Jhesa

Malam tadi, kuteringat padamu. Sudah genap 3 bulan kau pergi menghadapNya.. Dan ternyata, susupan ingatan tentangmu mampu membuatku meneteskan air mata.

Tiga bulan lalu, tepat sehari sebelum jadwal keberangkatan tripku, seorang teman menelepon malam-malam dan memberitahu tentang kepulanganmu. Aku kaget, jelas. Sebab setauku kau tidak sedang mengidap sakit apapun, malah kau sedang berbahagia menjalani masa-masa kehamilanmu, nama untuk anakmu pun sudah kau siapkan. Malam itu menjadi malam yang panjang.

Malam yang seharusnya aku lewati dengan sukacita karena besoknya aku akan berada di tempat lain, melakukan salah satu hobiku, malah menjadi malam yang sangat tidak nyaman kulewati. Tidurpun susah karena pikiranku menerawang dan masih berharap kabar itu salah. “Mungkin itu bukan kau, melainkan bayimu yang meninggal. Mungkin kau kelelahan dan bayimu keguguran,” begitu setengah pikirku berujar.

Esok subuhnya di bandara pun, pikiranku terus padamu. Lagi-lagi masih berharap kabar itu salah.. Lalu pesan dari seorang kawan kuterima, memberitahukan jadwal kebaktian penghiburan, jadwal tutup peti, jadwal penguburan. Seketika harapku terpangkas logika dan menghantarku pada kenyataan bahwa benar kau telah pergi. Lemas..

Masih terlalu siang untukmu melepas mimpi2mu, kau masih terlalu muda. Dihadapkan pada kenyataan kau pergi, membuatku ingin berteriak padamu, “Apa ini semuaaa?!? Hanya segitukah usahamu?? Aku tau kamu lebih kuat dari ini!! Kau tinggalkan suami yang belum genap 9 bulan menikahimu. Kau bawa serta anak kalian yang masih dalam kandunganmu. Apa kau pikir ini adil untuknya??”

Screenshot_2015-08-04-10-39-59_1438659653556(1)

pic from path Mike..

Aku tau, kau pun tak ingin melihat kami sedih begini. Setidaknya persiapkanlah kami untuk melepasmu, tidak pergi dengan cara yang tiba-tiba dan mengagetkan seperti ini. Sungguh, kami pun ingin bahagia untukmu..

Masih kuingat saat-saat kita latihan bersama, kau cukup cerdas menerima dan mengingat setiap gerakan yang kuajarkan..

Masih kuingat saat mamahmu berpulang lebih dulu karena sakit yang dideritanya. Di BBM kau bercerita padaku, lalu aku mencoba menguatkanmu, lantas kita menangis bersama..

Masih kuingat sapamu yang selalu kau lontarkan dengan ramah saat kita bertemu atau berpapasan, tak alpa kausematkan senyum manismu. Meski kisah hidupmu cukup pedih, tapi tak pernah kulihat senyum itu lepas dari wajahmu..

Masih kuingat saat aku menari di hari bahagiamu, saat itu kau begitu cantik dibalut gaun putih dan mahkota berkilauan. Begitu memukau..

_DSC8484

Lebih dari 8 tahun kita melayani bersama, dan aku bisa melihat semangat dan ketegaranmu. Kita bersama-sama tertanam, bertumbuh, dibentuk, dan diproses di gereja yang sama. Itu bukan waktu yang singkat untuk mengenalmu, pun bukan waktu yang sebentar untuk sayang padamu..

17573_1227338924135_1302645_n

429906_2829390414421_1152911295_n

_DSC5817

Maafkan aku tak sempat menemuimu di peristirahatan terakhirmu. Tak akan pernah kudengar lagi renyah tawamu. Tak akan kulihat lagi manis senyummu. Selamat jalan sahabat.. Tenanglah kalian disana, kau dengan bayimu, di pangkuan Bapa di sorga. Jika nanti kita bertemu, aku ingin melihat bayi mungilmu..

2015-08-04-09-42-25-671

Dedication for Michelle Chrisendo.. (Postingan ini merupakan terusan postingan 3 bulan lalu Dunia Pagi Ini)

Advertisements
Comments
  1. sri says:

    Kenangan bersamanya tdk akan pernah dilupakan, michelle anaknya baik dan ramah sperti yg ester bilang saya pun mengakuinya. Selain senyumnya yg begitu manis disaat dia menyapa saya, dgn sebutan kakak 😩 demikianpun saya sdh menganggap dia sperti adik sendiri. Saya sampai saat ini masih mengiingat dia. Saya dan suami, mike dan michelle kita selalu pergi untuk kuliner bareng. Michelle lihai dlm hal groupon disdus. Dia selalu menawarkan kpd saya klo lagi ada promo makan, atau apapun itu. Dan kita selalu pergi bersama2. Itulah sepenggal kisah dgnmu adikku michelle. Tdk pernah lg kutemukan michelle yg spertimu. Miss u michelle..

    Like

  2. sri says:

    Ha ha ha.. 😄😄😄 kata2nya keluar dari dlm hati jd begitu. #saya aja msh gak nyangka bs bls di post comment mu ter. # Tapi td jujur aq terharu bacaya, sampai menangis lihat foto2 kalian ter.. Mungkin michelle kangen kita semua ya..

    Like

  3. Kita yg kangen michelle bu. Hihihiii… Km nangis gara2 liat fotoku mungkin, tambah hari tambah cantik. Udah gak usah dipikirin. Hahaaaaa..

    Like

  4. “Kata-kataku ini mengalir dari darahku.
    Kata-kataku ini melalui lidahku.
    Tiada hati tiada darah, tiada lidah tiada kata.
    Aku tidak sedang berlari.
    Tapi lutut masih berpaksi.

    Pandangan wajah damaimu dalam balutan putih.
    Aku tidak sedang menangis.
    Tapi air ini terus mengalir dari mata dan hidungku.
    Ketika sadar ini terakhir ku dapat menatap indah senyumanmu.

    Sungguh, aku tak sedang menangis dalam kepergianmu.
    Tapi biarlah air ini mengalir dari kedua mataku.
    Aku ikhlas dalam kepergianmu.
    Cukup 3 bulan kau pergi, sahabat.
    untuk seribu kenangan masih kusimpan.”

    Like

  5. c...... says:

    sedih bgt ci….
    aku jg sempet rasain ini saat ade gereja n sabat aku ga ada… dy yang selalu temanin aku saat aku hamil carlene dan lahiran carlene pun dy temenin aku.. dy juga pelayanan tamborine..

    yap semua kenangan itu indah

    Tuhan lebih cinta mereka dan tidak akan membiarkan mahkota mereka hilang

    Like

  6. Punky says:

    Sama ne wkt tu w da smpat mau merit tpi w di tinggal untk selamanya ma cw w kan sdi

    Like

Sila Tinggalkan Jejak..

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s