Mengalah Pada Komodo di Pulau Rinca

Habitat asli komodo hanya dapat ditemui di Indonesia, salah satunya di Pulau Rinca. Kenapa gak ke Pulau Komodo-nya? Karena disana lebih ramai dan katanya komodonya lebih sedikit.

“Be carefull, crocodile area”

Lepas turun dari kapal, kami menjumpai plang “Selamat Datang di Loh Buaya, Pulau Rinca”. Lewat gerbang itu, kita akan melewati hutan bakau yang sangat luas. Selepas hutan bakau ada rumah panggung untuk mengurus tiket dan di sekelilingnya mas-mas ranger standby untuk mengantar tamu.

welcome!

Disini ada 3 track yang bisa dipilih; short track selama kurang lebih 1 jam, medium track 2 jam, dan long track 3 jam. Karena kami berjiwa traveler sejati dan suka tantangan, maka kami pilih track yang PALING PENDEK! Ngahahaa.. Durasi ini, durasiiii.. Takutnya gak kekejar ke tempat lain. #dusta #boongbanget

Camkan ituuu!!

Baru juga mulai trekking, ranger kami bilang, “Ayok jalannya cepetan, jangan santai-santai! Ini bukan di mall!” Paaakk, baru mulai udah diospek begitu pak.. Terus gak lama berselang, tetiba dia bilang sembari kayak panik, “Minggir minggir, jangan di jalan. Ada komodo jantan mau lewat! Jangan berisik! Jangan ada yang gerak. Jangan buat gerakan tiba-tiba! Cuma saya yang boleh bergerak,” sambil dia siaga dengan tongkat bercabangnya. 🀀🀀

HENING.

Suasana seketika menjadi mencekam! Komodo jantan sepanjang 2 meter-an sedang jalan turun dan kami yang berada di jalannya dia harus menepi untuk memberi jalan. Dia rajanya bro, kita mah pendatang jadi ya tau diri lah yaaa..

koq kalo difoto keliatannya kecil begini yak? #IniBukanBiawak #IniMoyangnya

Kadal raksasa dengan nama latin Varanus komodoensis ini memang layak ditakuti. Dia mampu membedakan warna namun tidak seberapa mampu membedakan objek yang tak bergerak. Itulah mengapa kita disuruh diam mematung.

Saya takut tetiba dia nyaplok aja pas lewat depan saya, secara pas kesana saya lagi hari-hari terakhir datang bulan. Itu berasa uji nyali gilaaaak! Sejalan-jalan gw celingak celinguk takut tetiba ada yang ngejar. Orang dia bisa mendeteksi adanya bangkai sampai radius 9 Km! Kek manalah gw gak cemas..

Menurut Wikipedia, “Reptil besar ini dapat berlari cepat hingga 20 kilometer per jam pada jarak yang pendek; berenang dengan sangat baik dan mampu menyelam sedalam 4.5 meter; serta pandai memanjat pohon menggunakan cakar mereka yang kuat. Untuk menangkap mangsa yang berada di luar jangkauannya, komodo dapat berdiri dengan kaki belakangnya dan menggunakan ekornya sebagai penunjang.” 😲 Ini kalo dikejer, kita mau kaburnya gimana cobaaa? Secara dia lebih jago ngapa-ngapain.

aslinya saya ngga seceria itu.. Itu hanya kebutuhan dokumentasi

Mas ranger ini juga yg motoin kita dengan komodonya. Dicarilah komodo yang kira-kira udah kenyang sehingga bisa anteng kalo difoto.

How lucky us, kita lumayan banyak ketemu komodo. Dari yang lagi berjemur, lagi makan bangkai rusa, ada juga yang lagi mangap, sampai bisa lihat sarangnya dimana biasanya komodo betina taruh telurnya.

masih kelihatan kan bentuk rusanya?

Aaaaaaaak…

Praise The Lord, satu lagi list di destinasi trip saya yaitu Labuan Bajo akhirnya bisa dicoret.

Cheers!

Advertisements

Sila Tinggalkan Jejak..

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s