Belitung Trip, DAY 1

Setelah pesawat kami landing dan urusan pengambilan bagasi selesai (yang mana proses ini cukup lama karena dibumbui drama hilangnya koper salah satu anggota keluarga), kami menuju mie Belitung Atep yang legendaris untuk sarapan. Sarapan yang sudah kesiangan membuat kami makan tanpa rasa malu. Mie khas Belitung itu, kalau boleh sotoy, disajikan dengan kuah udang kental-manis-gurih, dengan potongan udang, tahu, kentang, mentimun, tauge, dan dilengkapi dengan emping. Ini enyaaakkkk.. Kalau gak inget berat badan yang udah gak imut ini, maunya sih nambah berkali-kali.

Setelah urusan perut aman, kami berkendara ke arah selatan sekitar 1,5 jam perjalanan. Objek pertama yang kami kunjungi adalah Pantai Teluk Gembira. Pantai ini berpasir putih dengan garis pantai panjang, diseling bebatuan besar di pesisir pantainya. Fasilitas sudah cukup baik, parkir luas, banyak terdapat kursi dan saung-saung lucu untuk pengunjung bersantai, juga ada restoran yang bersih. Betapa membuat hati gembira!

Dari sana, kami melanjutkan perjalanan ke Pantai Penyabong. Ciri khas tempat ini adalah terdapat bebatuan granit raksasa yang langsung berbatasan dengan laut. Kehati-hatian jelas diperlukan. Pada beberapa tempat, tebingnya sangat curam. Salah memijak, bisa-bisa kita terjatuh ke laut lepas. Walaupun begitu, viewnya sangat cantik sekaliiiii.. Bebatuan hitam, pasir putih, lautan toska, langit biru. Apalagi yang kurang?

Perjalanan kami lanjutkan ke Taman Wisata Batu Mentas, dimana di sana merupakan tempat konservasi tarsius, hewan kecil nocturnal yang menjadi hewan khas Belitung.

Dalam perjalanan kesana, kami melewati Batu Baginde yang konon katanya di sekitaran lokasi Batu Baginde tersebut sering dipakai untuk pesugihan. Pasti aura mistisnya kuat donk ya kalau begitu.

Batu Baginde dari kejauhan

Menjelang sore, sampailah kami di Batu Mentas. Lokasinya agak ke tengah hutan, teduh dan cenderung gelap ketika itu padahal masih pukul 16.30, mungkin karena rindangnya pepohonan. Sayang sekali, di lokasi yang katanya tempat konservasi ini, tidak ada satu tasiuspun yang saya temukan. Katanya kandangnya sempat ada bolong lalu hewan-hewan mungil tersebut berkaburan. Ahhh, padahal saya sudah membayangkan melihat hewan sebesar telapak tangan dan bermata besar tersebut dengan mata kepala saya.

Gambar dapet minjem

Agak ke sebelah dalam, terdapat sungai untuk river tubing. Sungainya jernih dan dangkal, aliran airnya tidak deras, cocok untuk bermain-main air. Di tepi sungai, pada satu pohon, digantung sebuah ayunan yang menjuntai sampai agak ke tengah sungai. Ini saya agak spooky sih merasanya.

Keanehan lain, entah kenapa foto-foto di daerah situ hasilnya gelap-gelap. Saya berasumsi karena memang sudah terlalu sore, langitnya sudah gelap. Tapi koq……. Nganu….. Perasaan sih saya sempat foto-foto beberapa spot disana, tapi setelah pulang pas dicek koq ndak ada yaaaa?? Wassalam..

setelah brightness-nya diedit berkali-kali

Maafkeun fotonya cuma sedikit. Biasanya saya selalu ambil kosongan dan ambil dengan yang ada objek orangnya. Ini entah kenapa fotonya pada ngilang. Kalaupun ada, rerata hasilnya gelap.

Sekian cerita mistis hari pertama saya di Belitung.. Lanjut ke cerita hari kedua yaaa..

Advertisements

2 thoughts on “Belitung Trip, DAY 1

Sila Tinggalkan Jejak..

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s