Belitung Trip, DAY 2

Setelah semalam tidur ngebo karena kelelahan trip hari pertama (yakaleee, dari jam 2 subuh udah bangun untuk prepare ke airport, lalu sampai Belitung langsung tour sampai malam. Lelah, siiissss…), esok paginya saya bangun dengan exciting.

Driver kami jemput jam 9.30, dan jam 7 SAYA UDAH BANGUN! Rekooorrr.. Hebad, kannn? Dengan agak songong saya ke bawah untuk sarapan. Iya, belom mandi.. Tak dinyana, di ruang makan ternyata saudara-saudara udah pada kumpul sarapan, lengkap dengan baju rapi dan muka seger habis mandi. Sedangkan saya???? Coret ucapan ‘rekor’ di atas. Baaahhh!

Pelabuhan Tanjung Ru

Antrian yang mau naik ke kapal. Kapalnya bukan yang besar yaaa, tapi yang di bawah itu tuuhh πŸ˜…

Dari hotel di kota Tanjung Pandan, kami berkendara ke Pelabuhan Tanjung Ru selama kurang lebih 1 jam. Pelabuhan itu titik awal kami untuk bertolak ke Pulau Leebong. Baru dengar kan ada destinasi itu di Belitung?? Sama!

Saya pun tahu dari om saya. Awalnya dia minta diaturkan jadwal ke pulau itu daripada ke Belitung Timur. Tertarik mendengar ceritanya, sekalian saya jadwalkan saja rombongan kami semua pergi kesana.

Leebong!

Pasir putih ini semakin siang semakin terendam. Sore hari payung-payung itu seperti muncul dari dalam air

Leebong Island ini sebetulnya pulau pribadi yang dikomersilkan. Pemiliknya adalah keluarga Lee dan keluarga Bong, maka dinamailah Leebong. Dua keluarga kaya bersatu dan memiliki pulau. Itu anaknya calon mantu idaman banget gak sih??

This slideshow requires JavaScript.

Tersedia tempat menginap yang berbentuk bungalow, rumah pohon, dan tenda. Fasilitaspun cukup lengkap, WC dan kamar bilasnya bersih, crewnya ramah dan sigap, pulaunya bersih dan terjaga. Terbukti kami diminta mulai mengosongkan pulau dari jam 5 sore karena jam 6 pulaunya mau difogging agar tidak banyak nyamuk dan agas.

Beberapa fasilitas: restoran luas dengan view pantai, lapangan voli, hammock di tepi pantai, saung aneka bentuk dan ukuran, sepeda, playground, aneka water sport

Di bagian belakang pulau terdapat hutan mangrove yang bisa dijelajahi dengan berjalan kaki selama sekitar 30 menit saja.

Jika tidak menginap, anda bisa hanya one day trip kesana seperti rombongan kami. Paketannya sudah termasuk:

– Kapal transfer in out

– 1 x Lunch dengan set menu seafood

– Free permainan kayak, stand paddle, bike, voli pantai, pingpong, karaoke

– Free minuman kopi, teh dan air mineral tidak terbatas

– Tour dengan kapal ke Pulau Pasir Leebong

Untuk ke Pulau Pasir ini kita harus naik perahu karena pulaunya terpisah. Saya sih curiga sepertinya pulau ini juga dibeli oleh keluarga mereka, makanya bisa dinamai sesuka hati begitu. Kayaknya gak perlu curiga juga udah ketauan, deh!

This slideshow requires JavaScript.

Selain Pulau Pasir ada juga pantai utama yang dipakai untuk water sport. Lalu di sisi pulau yang lain terdapat Pantai Chicas alias Peninsula Beach. Saya penasaran, apakah pantai ini berada di bawah management Peninsula Beach Bali? Ataukah mereka memiliki sebagian saham di pulau ini? Jawabannya tidak. Dinamai begitu hanya karena banyak pohon peninsula. Udah gitu aja.. Sesimple itu jawabannya πŸ˜….

Tidak ada kegiatan water sport disana, hanya ada gazebo-gazebo cantik di tengah laut, ayunan-ayunan di tepi pantai, ditambah ada satu cafe kopi. Gazebo-gazebo itu dibuat dari batang kayu pohon gelam, yang mana jika kayu itu semakin sering kena air dan panas, dia malah semakin kuat. Teruji sekali yaaa.. Kayaknya kuatan kayu itu daripada hubungan kamu?? πŸ™Š

Asli, seharian disini seru banget! Banyak yang bisa kita lakukan untuk menikmati waktu. Bahkan nih, cuma leha-leha manja di saungnya sambil dengerin musik aja berasa nyaman. Saya memilih bermain Stand Paddle dan Kayak donk, biar kayak horang kayahhh..

Oya, ada satu kejadian unik. Saat rombongan kami lagi foto norak-norak bergembira, ada satu orang anak muda kinyis-kinyis dengan pipi chubby kemerahan menghampiri kami. Dengan sopannya dia menawarkan bantuan untuk memfoto. Saya pikir, “Oh, kayaknya anak rombongan lain.” #sotoy. Saya perhatikan, dia pakai kaos bertuliskan Leebong. “Oh, mungkin salah satu crew, atau beli kaosnya di toko souvenir sebelah restoran.” #sotoyagain.

Selesai foto-foto, beberapa om dan tante saya berbincang cukup lama dengan anak itu, sedangkan saya asik ngurek-ngurek pasir. Lalu anak itu hilang entah kemana.

Saya tanya tante saya, “Siapa sih dia? Sopan amat.. Malah cenderung SKSD”. Jawab tante saya, “ITU ANAK YANG PUNYA PULAU!”

DHUUUAAARRRRRR!!!!

Tau gitu kan saya kenalin Val sama dia, atau ikut bincang-bincang biar setidaknya dia ingat sama cici nan imut ini. Aaahhh!

Ya siapa yang gak tertarik coba.. Anaknya sopan, kalem, cool, masih SMP tapi manner dan behaviour-nya udah mateng banget. Low profile juga, gak ngaku-ngaku anak yang punya, mau kerja keras, gak grasak-grusuk. Dia diem aja udah keliatan aura boss-nya. Beneran calon mantu idaman ini mah. Kayak Lee Min Ho waktu masih muda. Eeehh, apa jangan-jangan mereka masih saudaraan ya? Kan sama-sama marga Lee. #sotoytakberkesudahan

img1529998601261.jpg

Ini kenapa mereka bisa foto sama koko Lee Bong?? Akooh gak diazak 😀

Sampai kami mau pulang pun, dia dan crewnya anterin kami sampai ke perahu. Terus mereka dadah-dadah sambil senyum manis. SWEET!

Sleeping bag mana, sleeping bag?? Saya mau nginep disana ajaaa, gak mau pulaaaangg! *jerit-jerit histeris*

*lalu ditelan uap fogging*

Advertisements

2 thoughts on “Belitung Trip, DAY 2

Sila Tinggalkan Jejak..

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s