Menjadi Time Traveller di Ragusa Ice Cream

Sebagai pemamah biak dan omnivora sejati, satu mulut saya yang tak bisa berhenti makan ini tidak pernah menolak saat saya sodori es krim, mungkin karena memang betul es krim itu mood booster, atau karena dinginnya yang bisa bikin hati nyes. Intinya sih DOYAN aja sebenernya. Pake istilah mood booster segala.

Nah, sehabis dari Stasiun Gambir anter mamah, saya sempat diajak mencicipi es krim dengan citarasa khas Italia dan konon katanya ini kedai es krim pertama di Jakarta dari masih jaman kolonial Belanda. Sudah pasti legend! Nama tempatnya Es krim RAGUSA.

Tempatnya tidak terlalu lebar, tapi memanjang ke belakang. Bangunannya masih bangunan asli jaman Belanda. Meja dan kursi-kursi rotan tertata di sepanjang sisi kiri dan kanan ruangan.

Karena masa SMP/SMA saya sekolah di sekolah Khatolik yang bangunannya dari jaman Belanda, melihat tempat klasik ini membuat ingatan saya bernostalgia ke ruangan kelas saya dulu.

Di dinding terdapat pajangan foto-foto es krim, juga foto-foto tempat ini ketika awal berdiri. Katanya, dulu sang owner adalah seorang Belanda. Dikarenakan Indonesia mendeklarasikan kemerdekaannya, maka beliau pulang ke negaranya. Toko es krim beserta resep-resepnya dihibahkan kepada temannya yang orang Indonesia.

Saya suka dengan rasa es krimnya. Tidak terlalu manis, juga tidak terlalu bikin enegh karena susunya sedikit. Ini es krim home made, dimana pembuatannya masih manual menggunakan tangan dan tanpa bahan pengawet. Jelas lebih sehat.

Rasanya bermacam-macam dan rerata enak (apa coba yang kata saya gak enak? Wong kalau menilai rasa, saya cuma taunya enak dan enak banget). Katanya rasanya juga tidak berubah dari jaman dulu.

Penyajiannya yang agak gak oke nih! Dulu sih menggunakan gelas dan piring beling, sekarang pakainya styrofoam, cup plastik, dan gelas Aq*a. Berasa lagi makan es puter di kondangan gak sih? Terus lagi tantenya judesss.. Sambil tutup mata aja kalau lagi pesen dan buru-buru lahap es krimnya gede-gede. Saya kasih nilai 3,5 deh dari 5 skor. Menang di poin historical dan originalitasnya aja.

Di Bandung juga ada tempat es krim model gini, rasanya lebih enak (penilaian subjektif saya) dan sudah menjadi favorit keluarga saya dari jaman dulu. Kalau ke Bandung, cobain deh es krim PETERASA. Tempatnya lebih luas, cozy, ber-AC, pelayannya lebih ramah, juga tersedia menu makanan berat serta cemilan kue-kue basah. Eeh, koq jadi banding-bandingin. πŸ™Š

Hmmmm, saya jadi penasaran dengan legendnya es krim Toko OEN di Semarang dan Malang.

Es Krim Ragusa

Jl. Veteran I No.10, Jakarta, Indonesia

β˜† Term and condition:

cash only

– bersedia duduk bareng rombongan orang lain

– bersedia dijutekin, atau yang terparah ‘diusir’ karena kelamaan duduk terutama saat lagi ramai. Mungkin ini skenario biar lebih berasa aroma penjajahan Belanda-nya πŸ˜…

Advertisements

2 thoughts on “Menjadi Time Traveller di Ragusa Ice Cream

Sila Tinggalkan Jejak..

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s