Kisah Tiga Pohon

RENUNGAN PENUTUP AKHIR TAHUN 2018

Alkisah, ada tiga pohon di dalam hutan.

Suatu hari, ketiganya saling menceritakan mengenai harapan & impian mereka.

Pohon pertama berkata: “Kelak aku ingin menjadi peti harta karun. Aku akan diisi emas, perak, dan berbagai batu permata & semua orang mengagumi keindahannya.”

Kemudian pohon kedua berkata: “Suatu hari kelak aku akan menjadi sebuah kapal yang besar. Aku akan mengangkut raja-raja dan berlayar ke ujung dunia. Aku akan menjadi kapal yang kuat & setiap orang merasa aman berada dekat denganku.”

Giliran pohon ketiga yang menyampaikan impiannya: “Aku ingin tumbuh menjadi pohon yang tertinggi di hutan di puncak bukit. Orang-orang akan memandangku dan berpikir betapa aku begitu dekat untuk menggapai surga & TUHAN. Aku akan menjadi pohon terbesar sepanjang masa dan orang-orang akan mengingatku.”

Setelah beberapa tahun berdoa agar impian terkabul, sekelompok penebang pohon datang dan menebang ketiga pohon itu.

Pohon pertama dibawa ke tukang kayu. Ia sangat senang sebab ia pikir bahwa ia akan dibuat menjadi peti harta karun. Tetapi doanya tidak menjadi kenyataan karena tukang kayu membuatnya menjadi kotak tempat menaruh makanan ternak. Ia hanya diletakkan di kandang dan setiap hari diisi dengan jerami.

Pohon kedua dibawa ke galangan kapal. Ia berpikir bahwa doanya menjadi kenyataan. Tetapi ia dipotong-potong dan dibuat menjadi sebuah perahu nelayan yg kecil. Impiannya menjadi kapal besar untuk mengangkut raja-raja telah berakhir.

Pohon ketiga dipotong menjadi potongan kayu besar dan dibiarkan teronggok begitu saja dalam gelap.

Tahun demi tahun berganti. Ketiga pohon itu telah melupakan impiannya masing-masing.

Kemudian suatu hari, sepasang suami istri tiba di kandang. Sang istri melahirkan dan meletakkan bayinya di kotak tempat makanan ternak yang dibuat dari pohon pertama.

Orang2 datang dan menyembah bayi itu.

Akhirnya pohon pertama sadar bahwa di dalamnya telah diletakkan harta terbesar sepanjang masa.

Bertahun-tahun kemudian, sekelompok laki-laki naik ke atas perahu nelayan yang dibuat dari pohon kedua. Di tengah danau, badai besar datang dan pohon kedua berpikir bahwa ia tidak cukup kuat untuk melindungi orang-orang di dalamnya.

Tetapi salah seorang dari laki-laki itu berdiri dan berkata kepada badai: “Diam, tenanglah!!” Dan badai itupun berhenti.

Ketika itu tahulah bahwa ia telah mengangkut Raja di atas segala raja.

Akhirnya seseorang datang dan mengambil pohon ketiga. Ia dipikul sepanjang jalan sementara orang-orang mengejek lelaki yang memikulnya. Laki-laki itu dipakukan di kayu tersebut dan mati di puncak bukit.

Pohon ketiga sadar bahwa ia demikian dekat dengan TUHAN, karena yang disalibkan padanya ialah SANG JURUSELAMAT.

°°•..•°°•..•°°•..•°°•..•°°•..•°°•..•°°•..•°°•..•°°•..•°°•..•°°

KETIKA KEADAAN TIDAK SEPERTI YG ENGKAU INGINKAN, KETAHUILAH BAHWA TUHAN MEMILIKI RENCANA UNTUKMU.

JIKA ENGKAU PERCAYA PADA-NYA, IA AKAN MEMBERIMU BERKAT-BERKAT.. KESELAMATAN BESAR.

KETIGA POHON MENDAPATKAN APA YANG MEREKA INGINKAN, TETAPI TIDAK DENGAN CARA YANG SEPERTI MEREKA BAYANGKAN.

Begitu juga dengan kita, kita tidak selalu tau apa rencana Tuhan bagi kita. Kita hanya tau, walaupun jalan-NYA bukanlah jalan kita, tetapi jalan-NYA adalah yang terbaik bagi kita. Selamanya.

Jangan takut memasuki tahun 2019. TUHAN sudah ada di sana, siap menopang, menjaga, dan memegang tangan kita. 😇

Semoga ilustrasi diatas menjadi berkat bagi kita semua.


NB: Renungan dikirim dari seorang teman yang tidak boleh disebutkan namanya. Arthur 🤭

Advertisements

Sila Tinggalkan Jejak..

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s