Archive for the ‘Poem-poem an’ Category

Curahan Hati

Posted: October 12, 2016 in Journey of life, Poem-poem an

img1476232347795

Katanya,
perjalanan paling jauh tetapi minim makna adalah perjalanan menuju masa lalu.

Bukankah seyogianya kita tinggalkan masa lalu di belakang,
agar kita dapat melangkah ringan menuju masa depan?

Bagaimana mungkin kamu menapaki masa depan,
jika sebelah kakimu masih berpijak di masa lalu??

Tak elok..

Pun masa depanmu ingin kamu menemuinya dengan tulus dan tanpa paksa,
tanpa dibayangi masa lalumu..

Bayangkan jika kekasihmu menemuimu sambil tetap menggandeng mantannya.
Enak??

Cemburu bukan hanya perkaraku, atau milik anak manusia semata.
Bahkan waktu pun bisa cemburu.
Saat dia terbakar amarah, habislah kesempatan-kesempatannya untukmu.

Biarkan masa lalu tetap di tempatnya..

Ikhlaskan.. Relakan.. Syukuri..
Agar aku tenang.

Apapun yang pernah kau goreskan padaku. Terima kasih..

 

-HATI-

 

“Karena yang berlalu beberapa di antaranya tak lantas pergi tapi jadi benalu.. ~Moammar Emka”

Advertisements

Dunia Pagi Ini

Posted: May 15, 2015 in Poem-poem an

image

Aku tau waktu tak bisa dinegosiasikan, tak pula ada yang kuasa menahannya. Tapi bukan lantas kita jadikan dia tuhan. Dia bisu, dia tuli. Tak tepat rasanya kau serahkan dirimu padanya yang bahkan tak kuasa menahan dirinya sendiri.

Dunia tak selalu menjanjikan keindahannya. Sama seperti senja yang tak selalu menyuguhkan cahayanya. Pun waktu yang tak selalu menunjukkan perkasanya. Tapi tetap kucoba menyapa semesta, semoga saja ia memberiku sedikit keteduhannya, dan barangkali mampu menenangkan gundahku sesaat..

Ternyata dunia dan waktu tak semenakutkan yang kukira. Berlari, tertawa, merenung, jatuh, terhempas, kehilangan, ditinggalkan, dihibur, dipelihara, bangkit.. Pada akhirnya menjadi siklus hidup yang harmoni..

Perlu terluka untuk tau rasanya sakit. Katanya, tapi Itu bukan nyatanya..

Perlu hantaman bertubi untuk tau batas kemampuanmu. Prosesnya, belum tentu jika itu prosesmu..

Perlu kehilangan untuk tau besarnya cintamu. Baginya, tapi semoga bukan bagiku..

Aku bertanya padaMu, tapi Kau tetap membungkam. Maka aku menyadarkan diri bahwa aku tidak berhak atas kehendakku, dan titahMulah yang kujadikan sandaran.

Bahkan dalam diamMu pun, Kau ajarkanku cinta..

Kuyakin, di perakhiran nanti akan ada tanganMu untuk selalu membantuku kokoh berdiri..

Dunia pagi ini.. Hanya pagi yang biasa, dibumbui kekagetan luar biasa..

Masih

Posted: November 17, 2014 in Poem-poem an

Aku masih di sini,

Saat kaulangkahkan kakimu tak terpeta

Saat takutmu memisah jejakku tanpa daya

Saat pikirmu membutakan matamu serta

Saat khayalmu menutup berkas yang tak kunjung nyata

Saat lukamu membekap nuranimu pasrah

Saat kau berbantah dalam keras upaya

Aku masih di sini,

Siap menopang patah sayapmu

Siap menuntun titian langkahmu

Siap menghapus nyeri penatmu

Siap menguatkan letih asamu

Siap menyinari renta jiwamu

Siap menggali batas kesemuanmu

Tapi…

Saat nanti aku tak disini,

Saat tak ada lagi sisa waktu tertera,

Saat jarak tak bertepi itu terbentang,

Saat arah harapmu memudar,

Akan kutitipkan kau pada Sang Maha Kasih

dan kau akan baik-baik saja kupercaya

Tanpa aku sekalipun beserta

Kecup aku dalam jauhmu,

Lalu sapalah aku dalam doamu..

Kawan, Aku Pulang!

Posted: November 7, 2014 in Journey of life, Poem-poem an

Mans-Best-Friend

Cek.. Cek.. Tes 1 2 3..

Ceritanya mau nyanyi nih..

Boleh ngga? Boleh kan??

Eheeem!! *benerin dasi kupu-kupu*

JRENGGGG *intro gitar akustik*

Tarik nafas, HAAAAAAAA..

Buang, FUUUUUHHH..

Tarik lagi, HAAAA.. HAAAKK, HAAAK, HAAAKKK!! *keselek mic*

Kebanyakan gaya sih loe, ter!

Yuk mulai!! Seee.. Seee.. Sekuntum mawar meraaaaah..

Laaah, SALAH LAGU!!!

Seeee.. Seeeeee..

Sehangat secangkir kopi menghantar perbincangan,

Tentang masa lalu kita, merancang masa depan..

Ingatkah janjiku kawan, bila nanti ku terbang?

Takkan ku melupakan jalan pulang..

Sebuah bangku halaman kita jadikan teman,

Di situ kita mengukir tawa dan kepedihan..

Ingatkah semua mimpi yang kita perjuangkan?

Sampai titik darah yang penghabisan..

Meski aku tak lagi di situ,

Tolong ingat-ingatlah aku..

Demi senja dan secangkir teh hangat,

Ku sempatkan berkunjung pulang..

Kawan, aku pulang!

*************

Note: itu adalah salah satu lagu Jikustik kesukaan gw, yang selalu mampu mengobati rasa rindu akan sahabat dan keluarga.. Hiyaaaahh, kenapa jadi galau gini.. AAAAAKKKKHHH!!!

fce8b8b69f567374e1a7d5725181cd7dimg-thing

a-good-friend-is-like-a-computer_17052248173_orig

Hello there!

Posted: September 12, 2014 in Journey of life, Poem-poem an

Waktu bukanlah milikku, bukan juga milikmu atau milik siapapun. Seandainya waktu adalah milikku, akan kuminta ia tidak membawamu, agar kau tetap disisiku. Sayangnya tidak! Dia tidak memberiku sedikit lebih banyak seperti yang kuharap. Dia terlalu bergegas membawamu. Membawa banyak cerita yang masih hendak kurangkai esok denganmu..

Malam itu aku berdiri dalam remang, gelisah menerka-nerka. Segala daya aku coba. Segala usaha aku tempuh. Segala pinta aku rundingkan. Aku bingung. Aku gamang. Aku tak pernah begitu. Sampai kudengar kabar pasti itu, bahwa waktu telah membawamu serta. Meninggalkanku yang masih membisu disini, sampai tak kudengar hingar bingar yang menyeru disana..

Saat itu aku melangkah lemah, masih menerka apakah perkara ini menjadi nyata. Menyisakan sedikit harapan dalam periuk hati yang lalu kutahu tak diijinkanNya terwujud. IA membiarkan waktu membawamu. Banyak air mata kami yang telah kau buat kering. Saat itu kunikmati rasa seakan waktu akan terhenti selamanya..
 
Sekarang kau mungkin sudah tak kulihat lagi. Tak dapat kudengar lagi gurau canda dan tawamu. Bukan waktu yang sebentar untukku bisa mengingatmu tanpa meneteskan air mata. Waktu telah membawamu tepat sehari setelah hari bahagiamu, bahkan kadoku pun belum sempat kaubuka..
 
Happy Birthday, dad! Have a blast day up there.. We miss you so much. I mean, I miss you so much. Biar doa tulusku tumbuh di ufuk pagi, merambatkannya di ranting langit, lalu angin meniupkannya sampai di pelukmu. Doa tulus kami yang mencintaimu kan selalu menyertai. Takkan terhenti sampai waktu yang sama itu tiba menjemput, dan kamipun bersamamu..
 
Selamat ulangtaun..
 
DBC
 
 
 

Dia

Posted: March 15, 2014 in Poem-poem an

Tempat ternyaman adalah…

Dekapanmu yang selalu siap membenamkan aku di kehangatan,

Tanganmu yang selalu ada mengusap lembut isak tangisku,

Harummu yang selalu mampu membius akal sehatku,

Gagahmu yang selalu teduh melindungiku dari kerasnya dunia..

 

Aku menikmatinya. Sungguh…

Aku nikmati setiap hangat sapamu,

Aku aman dalam naungan dirimu,

Aku melantur dalam cumbuan manismu,

Aku terbuai dalam panas geloramu..

 

Tapi ada kalanya aku jenuh denganmu…

aku ingin berlari dari bayang-bayangmu,

aku benci terkungkung olehmu,

aku tidak tahan dengan kebisuanmu,

aku muak akan bau dan kotor dakimu..

 

Aaaah nampaknya sudah saatnya kau kucuci, jaketku..

Lalukanlah Cawan Itu

Posted: March 8, 2014 in Poem-poem an

Lelahkah kau, matahari? Berabad kau berpendar tanpa pernah alpa sekalipun..

Bosankah kau laut? Sepanjang hari hanya mencipta ombak lantas memecahkan buihnya di pantai..

Hampakah kau, awan? Sehingga kau hanya pasrah bergerak kesana kemari seturut angin membawamu..

Malukah kau bintang? Saat titik malam berpusat pada bulan dan orang memandang takjub padanya, sementara kau hanya hiasan pemanis disampingnya..

Penatkah kau gurun? Di tengah kesepianmu, hanya pada fatamorgana abadi bisa kau pahatkan kisahmu dengan sang surya..

Letihkah kau semesta? Mengemban tugas, bertaruh nyawa demi menopang semua jagat raya di pundakmu..

Marahkah kau, bumi? Diinjak berjuta-juta manusia lalu mereka menjarah habis hartamu dengan tangan tamaknya..

Dan jemukah Engkau, Tuhan? Melihat manusia bercengkrama dengan khianat, berteman dengan laknat, dimana kedegilan jadi kebanggaannya, namun mereka lupa hari-hari hidupnya berlalu buru-buru..

Maafkan kelancanganku mencoba menggambarkanMu.. Tahanlah cawan amarahMu, Tuhan..

Untuk sesaat..