Posts Tagged ‘Cultural Park’

Jika kita mencap diri sebagai traveler sejati, sudah tentu yang pertama harus dijelajahi adalah negeri kita sendiri. Bukan, bukan saya anti traveling ke luar negeri, saya pun suka menjelajah negeri orang dengan segala keunikannya, hanya koq kesannya seperti kacang lupa kulitnya jika kita mengaku cinta Indonesia sedangkan yang kita agung-agungkan adalah negara lain. Yekan?? Udah, gitu aja sih kalau kata saya… *lah, mau ngomong apa sih, ter sebenernya?!?*

Iya, saya paham koq pertimbangan para traveler-ogah-rugi-seperti-saya-sendiri yang berpikir dengan nominal serupa tapi kita sudah bisa nyasar ke negeri orang, ya mending ke negeri orang donk, sekalian nambah-nambahin cap di passport. Betul, saya juga kadang berpikir serupa. Hanya kali ini, karena kesadaran dan kepintaran saya sudah pulih, ijinkanlah saya sedikit bernasionalis, apalagi sekarang masih nuansa Tujuh-Belasan 😁.

Kalau boleh saya bertanya, dari 35 propinsi di Indonesia, berapa propinsikah yang sudah anda jejakkan? Mulai dari Pulau Weh sampai Papua?? Hah, haahh??? Maaf nih ya, bukan saya sombong nih, maaf bangetttt, tapi saya sudah menjejakkan kaki hampir di semua propinsi di Indonesia *hidung kembang-kempis*.

*sumpe loe, yang bener?*

Iyaaaa.. Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua sudah habis saya explore.

*ah masa sih? Beneran?!?*

Iyessss! Dan hanya dalam satu hari!

*hah, koq bisa??*

Dalam bentuk replika-nya, di cultural park Taman Nusa.

*#$%&@&#$!! Yang kayak begini neh, layak disedot darahnya!!*

Taman Nusa44_1472197109149

Taman Nusa merupakan taman budaya yang dibangun di lahan seluas 15 hektar, dengan pemilik sekaligus pendirinya adalah Bpk. Ir. Santoso Senangsyah. Beliau ingin para pengunjung terutama generasi muda, dapat kembali merasakan kecintaan terhadap tanah air dan bangsa.

Taman Nusa terletak sekitar 30 menit dari Denpasar atau sekitar 1 jam dari Kuta, ke arah Gianyar. Dibuka untuk umum pada tahun 2013 dengan masa penggarapan selama 6 tahun dari tahun 2007 (kalau saya gak salah ingat informasi dari bapak guide. Kalau salah ya maap-maap).

Konsepnya unik, karena kita akan seperti diajak berkelana menembus dimensi waktu, mulai dari jaman Pra Sejarah / jaman batu, jaman Perunggujaman Sejarah / kerajaan, sampai jaman Kemerdekaan. Selain itu, kita akan dibawa menjelajah Indonesia mulai dari Aceh sampai Papua, lengkap dengan rumah-rumah adat, budaya, dan kesenian khasnya. Ntar ya saya jabarkan. Ini mulai dari pintu masuk dulu.

Di sebelah resepsionis tempat membeli tiket, terdapat gerbang masuk. Oyaa, tidak diperbolehkan membawa makanan / minuman dari luar. Dari mana saya tau, padahal tidak ada papan pemberitahuannya? Dari ditahannya botol air mineral yang saya bawa oleh satpam di gerbang masuk 😅.

Jalan sedikit, lalu kita akan bertemu dengan satu bangunan unik yang ternyata adalah museum, sekaligus sebagai tempat awal memulai petualangan kita. Di dalam musem terdapat barang-barang yang khas Indonesia banget, seperti ulos, batik, miniatur kapal Phinisi, barong, kuda lumping, wayang, peta Indonesia, dan banyak lagi.

Di tengah museum ada tangga turun, yang semakin ke bawah semakin gelap. Tangga itu menghubungkan kita dengan jaman Pra Sejarah dimana nuansa yang mendominasi di bawah sana adalah gua-gua. Ini horror, asli.. Setelah turun, di dalam gua-gua itu saya merinding beberapa kali. Hahaaa.. Emang cemen aja sih anaknya.

Lalu setelah lepas dari gua laknat itu, nuansa jaman batu langsung menyambut. Batu-batu besar buatan di sisi kanan kiri seolah membawa imajinasi kita ke jaman itu. Kayak lagi jadi Flinstone! Jalan sedikit lagi, lalu ketemu gua lagi *sigh* yang menghubungkan kita dengan jaman Sejarah.

Setelah komat-kamit beberapa saat di dalam gua, begitu keluar, saya dibuat ternganga karena disuguhi pemandangan replika Candi Borobudur yang sangat mirip dengan aslinya! 

Katanya bebatuan yang dipakai membangunnya pun sama dengan yang dipakai untuk membangun Candi Borobudur, juga pengrajinnya didatangkan langsung dari Yogyakarta. Asli mirip bangettt, ukiran, stupa, relief, candinya persis! Sampai saya berโ€™wow-wowโ€™ sendiri.

Taman Nusa18_1472196611129

Setelah dibawa melewati jaman Sejarah tersebut, masuklah saya ke area Kampung Budaya dimana di area ini kita dibawa mengexplore Indonesia. Posisi pertama adalah propinsi Papua. Silahkan dinikmati ya gambar-gambarnya..

Hampir di setiap propinsi ada penduduk asalnya yang sedang melakukan berbagai aktivitas tradisional, seperti memahat, membatik, menenun, menyanyi, menari, memainkan alat musik tradisional, dll, lengkap dengan memakai pakaian adatnya. Sukaaaaa!!!

Kita juga diperbolehkan masuk ke setiap rumah adat, dan jika anda beruntung, anda diperbolehkan mencoba aktivitas mereka. Seperti di propinsi Bali, kita bisa melihat dapur asli masyarakat Bali jaman dahulu dan berpura-pura masak ala jaman itu.

Banyak yang menyebut Taman Nusa sebagai TMII-nya Bali (Taman Mini Indonesia Indah-Jakarta dimana di sana juga terdapat miniature Indonesia). Memang betul, tapi buat saya secara pribadi, Taman Nusa lebih menarik karena rumah-rumah adatnya didatangkan langsung dari propinsi asalnya. Jadi bukan dibangun ulang menyerupai aslinya, tapi memang rumah aslinya yang dipindahkan dengan cara dibongkar bagian per bagian, dibawa ke Bali, lalu dirakit kembali.

Malah katanya yang rumah adat dari Sumatera Barat sudah berusia ratusan tahun. Pantas saja penggarapan tempat ini memakan waktu sampai 6 tahun ya! Lah kita nyusun puzzle 1000 pcs aja setahun gak beres-beres. Apa kabar kalo kita yang disuruh ngerakit rumah-rumah adat ini?!? Sampe onta Arab pindah ke Kutub keknya baru kelar.

Selepas dari area Kampung Budaya, kita dibawa ke jaman Kemerdekaan. Jaman ini ditandai dengan adanya patung Gajah Mada yang terkenal dengan Sumpah Palapa-nya serta di sebelahnya ada patung bapak Proklamator Ir. Soekarno dan Hatta. Kalau sudah sampai di area ini, berarti tour anda akan segera berakhir.

Menurut saya, Taman Nusa merupakan sebuah ide cerdas untuk menanamkan rasa nasionalisme sejak dini, dan sangat layak untuk dijadikan tempat study tour bagi anak sekolahan karena memang tempat ini begitu sarat makna dan bernilai edukatif tinggi.

Taman Nusa43_1472197090817

Bro, Bali gak melulu soal pantai, laut, dan pura aja loh ternyata.. Ada objek wisata ini yang juga bisa kalian sisipi di itinerary jika ke Bali lagi.

Pulang-pulang pengetahuan bertambah, rasa nasionalisme dan kecintaan akan tanah air juga bertambah. Inilah yang saya sebut โ€˜Memperkaya otak dan hati dalam satu tarikan nafasโ€™. *Ceileeehhh, gaya gak tuh bahasa gue?!? Hihihiiiii..*

Taman Nusa41_1472197073420

Souvenir shop 

Tips:

  • Walaupun banyak pepohonan rindang, di beberapa area, panas menyengat khas Bali tetap terasa (terutama di area replika Borobudur). Maka oleslah sun block tebal-tebal karena berdasarkan pengalaman saya yang hanya 3 jam-an saja disana, kulit sudah berubah kecoklatan. Panasnya naujubilah binzalik! Topi dan kacamata hitam juga jangan lupa yaaa..
  • Tidak perlu khawatir kelaparan dan kehausan, karena di dalam terdapat baksos pembagian sembako beberapa resto dan stand cemilan.
  • Sebaiknya datang ke sini pagi atau sore sekalian. Pagi resikonya masih sepi sehingga tempat makan belum pada buka, siang resikonya tersengat panas yang keterlaluan, sore lebih adem tapi aura mistis lebih berasa. Hihihiiii.. Ya namanya juga hidup lah, ada aja resiko dari setiap keputusan yang kita ambil. Nikmatin aja.. Tidak bisa dipungkiri, adat di Indonesia memang kental dengan kepercayaan dan aliran (animisme & dinamisme) sehingga di beberapa rumah adat saya merasa agak tidak nyaman ketika masuk. Hehee.. 😂