Harus ke Mana Saja Saat Berlibur ke Manado?

ghi1

Source: outdoorjapan.com

Selamat pa-me-sing (pagi menjelang siang) manteman! #bebas

Kembali saya Ester Aprillia hadir untuk memberikan info seputar traveling. Yaa walaupun belum keliling Indonesia kayak cici Marischa Prudence, tapi percayalah kita pernah satu sekolah dulu waktu SMP, walaupun pinteran dia sih. #fail

Bagi seorang traveler, Indonesia merupakan sebuah anugerah tersendiri. Pasalnya, banyak dari destinasi wisata di Indonesia menawarkan berjuta keistimewaan, mulai dari alam, budaya, hingga kulinernya. Tidak hanya itu, tiket pesawat yang mudah didapat juga jadi alasan kenapa traveler di Indonesia merasa dimanjakan. Bagi yang kurang dimanjakan pasangan, coba pesan tiket pesawat Batik Air yang bisa kalian beli secara online via Traveloka. Bukan hanya tiket pesawat, disana kalian bisa sekalian pesan hotelnya juga, dimana harga per paket (pesawat + hotel) akan lebih murah daripada pesan pisahan. Prove it, guys! #Jadibisa pelesiran sering-sering deh!

Tapi sebelum memesan tiketnya, ya tentukan dulu destinasi wisata yang tepat untuk kalian kunjungi. Bingung pilih yang mana? Cobalah untuk berkunjung ke Ibu Kota Sulawesi Utara, yakni Manado. E do do eeee..

Siapa sih yang tak mengenal Manado dengan Taman Laut Bunakennya? Tapi jangan salah, Manado tidak hanya tentang Bunaken loh, banyak destinsai wisata yang patut kalian kunjungi. Penasaran apa saja? Yuk kita intip!

Arung Jeram Sawangan

ghi2

Source: wikiwisata.com

Pertama-tama, kita akan menuju destinasi wisata yang cukup memacu adrenalin. Destinasti wisata tersebut bernama Arung Jeram Sawangan. Destinasi ini terkenal akan arus sungainya yang deras. Jadi bagi kalian yang pemula, disarankan untuk menyewa jasa pemandu ya! Apalagi bagi kalian yang mentalnya recehan kayak saya, dimana naik poci-poci aja mual, saran saya sih mending kita main kelereng aja yuk di pinggir sungai. 😆

Selain diajak untuk melintasi arus deras sepanjang 9 Km, kalian juga bisa menikmati keindahan pepohonan rimbun di sepanjang aliran sungai. Tidak jarang, ratusan monyet liar akan menyambut kalian selama dalam perjalanan. Entah ini eksotis atau seru bagi kalian, tapi bagi saya ini syerem gilaaaak! Disambut ratusan monyet liar, mameeeen! RATUSAN! Ngadepin arusnya aja gw udah senewen, masih harus ngitungin monyet cobaaa..

Kek manalah aku ini mau disandingkan dengan Dion Wiyoko untuk host MTMA, gak level diliat dari mana-mana juga. #failagain

Pantai Malalayang

ghi3

Source: lihat.co.id

Tidak jauh dari pusat Kota Manado, sekitar 4 Km saja, kalian bisa menemukan sebuah pantai yang memiliki keindahan alam bawah laut yang eksotis. Pantai Malalayang namanya. Lupa membawa alat selam? Tak usah khawatir, pasalnya pantai ini juga dilengkapi dengan fasilitas penyewaan alat selam koq. Kecuali kalian se-expert Marissa Nasution dalam free diving, bolehlah gak sewa alat selam. Tapi sudahlah nak, gak usah terlalu dipaksakan. Hidup sudah sulit. Sudahlah..

Tidak hanya menyelam saja yang bisa kalian lakukan di Pantai Malalayang ini, ada satu hal lagi yang menarik banyak minat wisatawan untuk berkunjung, yakni kulinernya yang khas. Kuliner tersebut adalah pisang goreng yang disajikan dengan sambal dabu-dabu. Nyeeemm..

Air terjun Kima Atas

ghi4

Source: cektravel.info

Berlokasi sekitar 15 Km dari pusat Kota Manado, tepatnya di Kelurahan Kima Atas, terdapat sebuah air terjun dengan pemandangan alamnya yang menakjubkan. Meskipun ketinggian air terjun tersebut relatif rendah dibanding air terjun di destinasi wisata lainnya, namun air terjun Kima Atas ini tidak pernah sepi oleh pengunjung. Pasalnya, di air terjun ini pengunjung bisa berpuas diri berenang di kolam penampung airnya tanpa harus takut dihempas oleh kerasnya air. Ah dihempas kenyataan Hamish Daud nikah ama Raisa aja eneng udah kuat, apalagi cuma hempasan begini. Cihhh! *tetiba emosik*. EH, SAPE ELO, Teeer?!?

Ya jelas aja babang Hamish lebih pilih Raisa daripada wanita yang suka iri dengki kayak begeneee. Untungnya yang otaknya cetek gini bukan cuma gw, buktinya hari wedding mereka jadi Hari Patah Hati se-Indonesia. HIHIHIHIIII *kunyah kamboja*. 😂😂 #failagain #berulangkali #nobodycares

Kawasan Boulevard

ghi5

Source: webicdn.com

Kalau yang satu ini tidak hanya destinasi wisata, namun juga sebagai landmark Kota Manado. Pastinya akan sangat sayang untuk dilewatkan begitu saja, kan sayang?

Kawasan Boulevard ini pada awalnya hanyalah kawasan di mana para pedagang kaki lima berjejer di sepanjang jalan. Namun, melihat potensi wisata yang cukup tinggi, pemerintah Kota Manado merombak kawasan yang terletak di Jl. Pierre Tendean ini sebagai kawasan wisata yang patut kalian kunjungi. Cobalah datang pada sore hari, kalian akan dibuat takjub saat melihat matahari terbenam di tempat ini!

Eitsss, jangan terburu-buru untuk berpindah tempat, karena pada malam hari, tempat ini disulap menjadi pusat dugem kuliner Kota Manado. Lidah kalian akan dipuaskan dengan aneka cita rasa kuliner khas Manado. Sembari menyantap kuliner, kalian juga bisa melihat keindahan Pulau Manado tua yang terletak di seberang laut. Gimana? Pasti seru, kan?!

Itulah beberapa rekomendasi tempat wisata di Kota Manado. Masih beranggapan kalau Manado hanya tentang Bunaken saja?! Aaaah, hidupmu kurang piknikkk.. Masa udah dipermudah sama Traveloka untuk tiket dan hotelnya, masih kurang aja pikniknya?!

Segera masukkan destinasi di atas ke dalam list traveling kalian ya, biar gak sia-sia nih gw nulis. Lingkari kalender, angkat koper, dan selamat menimbun lemak di Manado!

Makase so mo baca kita pe blog dang. Sampe bakudapa ulang.. Torang samua basudara! (*minta translate ke Fero Walandouw gih!*).

Advertisements

Berkelana Menembus Waktu di Taman Nusa

Jika kita mencap diri sebagai traveler sejati, sudah tentu yang pertama harus dijelajahi adalah negeri kita sendiri. Bukan, bukan saya anti traveling ke luar negeri, saya pun suka menjelajah negeri orang dengan segala keunikannya, hanya koq kesannya seperti kacang lupa kulitnya jika kita mengaku cinta Indonesia sedangkan yang kita agung-agungkan adalah negara lain. Yekan?? Udah, gitu aja sih kalau kata saya… *lah, mau ngomong apa sih, ter sebenernya?!?*

Iya, saya paham koq pertimbangan para traveler-ogah-rugi-seperti-saya-sendiri yang berpikir dengan nominal serupa tapi kita sudah bisa nyasar ke negeri orang, ya mending ke negeri orang donk, sekalian nambah-nambahin cap di passport. Betul, saya juga kadang berpikir serupa. Hanya kali ini, karena kesadaran dan kepintaran saya sudah pulih, ijinkanlah saya sedikit bernasionalis, apalagi sekarang masih nuansa Tujuh-Belasan 😁.

Kalau boleh saya bertanya, dari 35 propinsi di Indonesia, berapa propinsikah yang sudah anda jejakkan? Mulai dari Pulau Weh sampai Papua?? Hah, haahh??? Maaf nih ya, bukan saya sombong nih, maaf bangetttt, tapi saya sudah menjejakkan kaki hampir di semua propinsi di Indonesia *hidung kembang-kempis*.

*sumpe loe, yang bener?*

Iyaaaa.. Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua sudah habis saya explore.

*ah masa sih? Beneran?!?*

Iyessss! Dan hanya dalam satu hari!

*hah, koq bisa??*

Dalam bentuk replika-nya, di cultural park Taman Nusa.

*#$%&@&#$!! Yang kayak begini neh, layak disedot darahnya!!*

Taman Nusa44_1472197109149

Taman Nusa merupakan taman budaya yang dibangun di lahan seluas 15 hektar, dengan pemilik sekaligus pendirinya adalah Bpk. Ir. Santoso Senangsyah. Beliau ingin para pengunjung terutama generasi muda, dapat kembali merasakan kecintaan terhadap tanah air dan bangsa.

Taman Nusa terletak sekitar 30 menit dari Denpasar atau sekitar 1 jam dari Kuta, ke arah Gianyar. Dibuka untuk umum pada tahun 2013 dengan masa penggarapan selama 6 tahun dari tahun 2007 (kalau saya gak salah ingat informasi dari bapak guide. Kalau salah ya maap-maap).

Konsepnya unik, karena kita akan seperti diajak berkelana menembus dimensi waktu, mulai dari jaman Pra Sejarah / jaman batu, jaman Perunggujaman Sejarah / kerajaan, sampai jaman Kemerdekaan. Selain itu, kita akan dibawa menjelajah Indonesia mulai dari Aceh sampai Papua, lengkap dengan rumah-rumah adat, budaya, dan kesenian khasnya. Ntar ya saya jabarkan. Ini mulai dari pintu masuk dulu.

Di sebelah resepsionis tempat membeli tiket, terdapat gerbang masuk. Oyaa, tidak diperbolehkan membawa makanan / minuman dari luar. Dari mana saya tau, padahal tidak ada papan pemberitahuannya? Dari ditahannya botol air mineral yang saya bawa oleh satpam di gerbang masuk 😅.

Jalan sedikit, lalu kita akan bertemu dengan satu bangunan unik yang ternyata adalah museum, sekaligus sebagai tempat awal memulai petualangan kita. Di dalam musem terdapat barang-barang yang khas Indonesia banget, seperti ulos, batik, miniatur kapal Phinisi, barong, kuda lumping, wayang, peta Indonesia, dan banyak lagi.

Di tengah museum ada tangga turun, yang semakin ke bawah semakin gelap. Tangga itu menghubungkan kita dengan jaman Pra Sejarah dimana nuansa yang mendominasi di bawah sana adalah gua-gua. Ini horror, asli.. Setelah turun, di dalam gua-gua itu saya merinding beberapa kali. Hahaaa.. Emang cemen aja sih anaknya.

Lalu setelah lepas dari gua laknat itu, nuansa jaman batu langsung menyambut. Batu-batu besar buatan di sisi kanan kiri seolah membawa imajinasi kita ke jaman itu. Kayak lagi jadi Flinstone! Jalan sedikit lagi, lalu ketemu gua lagi *sigh* yang menghubungkan kita dengan jaman Sejarah.

Setelah komat-kamit beberapa saat di dalam gua, begitu keluar, saya dibuat ternganga karena disuguhi pemandangan replika Candi Borobudur yang sangat mirip dengan aslinya! 

Katanya bebatuan yang dipakai membangunnya pun sama dengan yang dipakai untuk membangun Candi Borobudur, juga pengrajinnya didatangkan langsung dari Yogyakarta. Asli mirip bangettt, ukiran, stupa, relief, candinya persis! Sampai saya ber’wow-wow’ sendiri.

Taman Nusa18_1472196611129

Setelah dibawa melewati jaman Sejarah tersebut, masuklah saya ke area Kampung Budaya dimana di area ini kita dibawa mengexplore Indonesia. Posisi pertama adalah propinsi Papua. Silahkan dinikmati ya gambar-gambarnya..

Hampir di setiap propinsi ada penduduk asalnya yang sedang melakukan berbagai aktivitas tradisional, seperti memahat, membatik, menenun, menyanyi, menari, memainkan alat musik tradisional, dll, lengkap dengan memakai pakaian adatnya. Sukaaaaa!!!

Kita juga diperbolehkan masuk ke setiap rumah adat, dan jika anda beruntung, anda diperbolehkan mencoba aktivitas mereka. Seperti di propinsi Bali, kita bisa melihat dapur asli masyarakat Bali jaman dahulu dan berpura-pura masak ala jaman itu.

Banyak yang menyebut Taman Nusa sebagai TMII-nya Bali (Taman Mini Indonesia Indah-Jakarta dimana di sana juga terdapat miniature Indonesia). Memang betul, tapi buat saya secara pribadi, Taman Nusa lebih menarik karena rumah-rumah adatnya didatangkan langsung dari propinsi asalnya. Jadi bukan dibangun ulang menyerupai aslinya, tapi memang rumah aslinya yang dipindahkan dengan cara dibongkar bagian per bagian, dibawa ke Bali, lalu dirakit kembali.

Malah katanya yang rumah adat dari Sumatera Barat sudah berusia ratusan tahun. Pantas saja penggarapan tempat ini memakan waktu sampai 6 tahun ya! Lah kita nyusun puzzle 1000 pcs aja setahun gak beres-beres. Apa kabar kalo kita yang disuruh ngerakit rumah-rumah adat ini?!? Sampe onta Arab pindah ke Kutub keknya baru kelar.

Selepas dari area Kampung Budaya, kita dibawa ke jaman Kemerdekaan. Jaman ini ditandai dengan adanya patung Gajah Mada yang terkenal dengan Sumpah Palapa-nya serta di sebelahnya ada patung bapak Proklamator Ir. Soekarno dan Hatta. Kalau sudah sampai di area ini, berarti tour anda akan segera berakhir.

Menurut saya, Taman Nusa merupakan sebuah ide cerdas untuk menanamkan rasa nasionalisme sejak dini, dan sangat layak untuk dijadikan tempat study tour bagi anak sekolahan karena memang tempat ini begitu sarat makna dan bernilai edukatif tinggi.

Taman Nusa43_1472197090817

Bro, Bali gak melulu soal pantai, laut, dan pura aja loh ternyata.. Ada objek wisata ini yang juga bisa kalian sisipi di itinerary jika ke Bali lagi.

Pulang-pulang pengetahuan bertambah, rasa nasionalisme dan kecintaan akan tanah air juga bertambah. Inilah yang saya sebut ‘Memperkaya otak dan hati dalam satu tarikan nafas’. *Ceileeehhh, gaya gak tuh bahasa gue?!? Hihihiiiii..*

Taman Nusa41_1472197073420

Souvenir shop 

Tips:

  • Walaupun banyak pepohonan rindang, di beberapa area, panas menyengat khas Bali tetap terasa (terutama di area replika Borobudur). Maka oleslah sun block tebal-tebal karena berdasarkan pengalaman saya yang hanya 3 jam-an saja disana, kulit sudah berubah kecoklatan. Panasnya naujubilah binzalik! Topi dan kacamata hitam juga jangan lupa yaaa..
  • Tidak perlu khawatir kelaparan dan kehausan, karena di dalam terdapat baksos pembagian sembako beberapa resto dan stand cemilan.
  • Sebaiknya datang ke sini pagi atau sore sekalian. Pagi resikonya masih sepi sehingga tempat makan belum pada buka, siang resikonya tersengat panas yang keterlaluan, sore lebih adem tapi aura mistis lebih berasa. Hihihiiii.. Ya namanya juga hidup lah, ada aja resiko dari setiap keputusan yang kita ambil. Nikmatin aja.. Tidak bisa dipungkiri, adat di Indonesia memang kental dengan kepercayaan dan aliran (animisme & dinamisme) sehingga di beberapa rumah adat saya merasa agak tidak nyaman ketika masuk. Hehee.. 😂